Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
susahnya minta maaf


__ADS_3

Sesampai sekolah, Lala mencium punggung tangan sang mama.


"Makasih ma, mama hati hati dijalan" ucap Lala seraya tersenyum manis.


"Iya sayang, mama harus ke bandung, mungkin akan kembali besok, gapapa ya?" Ucap Mama Yuri.


Lala mengangguk "iya ma gapapa" jawabnya.


"Lala masuk dulu ya, byee" ucap Lala dengan melambaikan tangannya.


Yuri pun membalas lambaian tangan sang anak dengan perasaan bahagia.


'aku akan mencari anakku yang telah ku tinggalkan bertahun tahun' batin Yuri dengan tatapan sendu.


****


Sesampai dikelas, Lala tak sengaja bertabrakan dengan raja.


"Ma-maaf" ucap keduanya secara bersamaan.


Keduanya saling bertatapan, Lala mulai mencintai Raja, tetapi rasa cintanya tak bisa ia ungkapkan karena ia tak ingin merusak persahabatannya dengan Yara.


'hanya bisa memandang tanpa bisa memiliki' batin Lala dengan mata yang sudah dipenuhi dengan cairan bening.


'hanga bisa diam tanpa berkata apapun' batin Raja dengan menatap manik mata Lala.


Air mata Lala dirasa akan jatuh, ia segera berlari menuju ke bangkunya meninggalkan Raja yang masih berdiri tegak ditempatnya.


Air mata pun lolos, terjatuh dipipi mulus Lala, secepat mungkin ia langsung menghapus air mata tersebut dan berlari keluar kelas.


'stop!! gue ga boleh jatuh cinta ke Raja' batin Lala dengan badan yang bergetar menahan tangis.


Saat ia duduk termenung di bangku taman sekolah, tiba tiba Dion menghampirinya dan duduk disebelahnya.


"Lo sedih?" Tanya Dion, yang ternyata memperhatikan Lala sedari tadi dari kejauhan.


"Ngga" jawab Lala dengan menggelengkan kepalanya seraya tersenyum menutupi kesedihannya.


"Ohh kirain sedih" balas Dion, sebenarnya Dion tau kalau Lala sedih, terlihat dari sorot matanya.


"Kenapa Lo disini? Kenapa ga cari princess Lo itu?" Tanya Lala.


"Ada kalanya gue capek, capek kejar kejar dia terus, tapi entah lah" jawab Dion.


"Fighting jangan nyerah hehe, tapi gue kasih tau ya, sebenernya Yara itu udah punya pacar, terserah elo mau percaya sama gue apa ngga" ucap Lala.


"Masa sih?, Siapa pacarnya?, Eh... Tapi gue juga pernah liat Yara boncengan sama cowo, apa dia pacarnya?" Tanya Dion mulai penasaran.


"Gue ga bisa bilang pacarnya siapa, ntar Lo tau tau sendiri kok" jawab Lala dengan tersenyum.


Dion menghela nafas berat.


"Lo adek Kakak sama Yara?" Tanya Dion penasaran.


"Bu..." Belum sempat menjawab, Yara menyautnya lebih dulu.

__ADS_1


"Iya, dia adek gue" saut Yara yang tiba tiba datang.


"Ohh, pantes rada mirip" ucap Dion.


"Hah!!!" Lala dan Yara terkejut dengan ucapan Dion, keduanya saling tatap lalu tertawa terbahak bahak.


"Hahahaha, mirip dari mananya" saut keduanya.


"Iya mirip, cuma beda sifat aja, si Lala cuek and kalem tapi my princess jutek, meskipun jutek gue suka sih" ucap Dion dengan cengir kudanya.


"Suka aja boleh tapi jangan ngarep kalo Lo jadi pacar gue, karena gue udah punya pacar, gue ga mungkin suka sama elo" ucap Yara dengan smirk nya.


"Ya ya, gue sayang sama elo, tapi elo nya ga pernah mau ngehargai, makasih Loh" jawab Dion lalu pergi meninggalkan kedua gadis tersebut.


"Yara, Lo ga boleh ngomong gitu, kasian kan Dion" ucap Lala.


"Iya ya, gue jahat banget" jawabnya dengan perasaan bersalah.


"Ntar istirahat, elo harus minta maaf ke dia" titah Lala.


"Sebenernya sih ogah la, takut dia nya baper, tapi mau gimana lagi, gue ngerasa bersalah" ucap Yara.


"Hoh!"


Tak lama bel masuk pun berbunyi, Lala dan Yara kembali ke kelas masing masing.


****


Lala dan Yara sudah berada dikantin, mereka segera memesan bakso dan es teh, lalu keduanya duduk menunggu pesanan datang.


"Oh iya gue lupa" jawab Yara. "Mana ya tu bocah?" Tanya Yara dengan melihat sekitar, mencari keberadaan Dion.


Saat ia sedang fokus mencari, ternyata Dion berada dibarisan paling depan sedang memesan mie ayam.


"Itu dia" ucap Yara dengan menunjuk Dion.


Seketika, Lala pun melihat ke arah yang Yara tunjuk.


"Banyak banget yang ngantri" ucap Lala.


"Dion udah selesai ngantri nya, trus bilangnya gimana nih?, Disana ada Raja lagi" ucap Yara.


"Waduh iya, ada Raja.... Ya entar istirahat keduanya aja" jawab Lala.


Yara menghela nafas "yadeh"


Tak lama pesanan datang, keduanya melahap bakso dan es teh tersebut sampai habis.


Selesai makan, bel masuk tiba tiba berbunyi, dan semua murid buru buru masuk kedalam kelas masing masing.


"Kayaknya Lala sama Raja udah bener bener berjauhan" gumam Yara saat melihat Lala dan Raja yang berjalan bersalipan hanya saling melirik.


"Apa gue jahat ya, nyuruh raja ngejauhin lala" tambahnya saat ditengah tengah perjalan menuju kelasnya.


****

__ADS_1


Tak terasa, sudah waktunya pulang.


Lala dan Yara berjalan santai menuju ke parkiran sekolah, seraya melihat ke arah sekitar mencari keberadaan Dion, karena sewaktu istirahat kedua, Yara belum sempat meminta maaf pada Dion.


"Dion mana ya?" Tanya Yara.


"Entah, apa dia lagi ikut ekskul ya" jawab Lala.


"Mungkin, apa jangan jangan dia udah pulang duluan"


"Positif thinking aja dulu, mungkin dia lagi ikut ekskul, yuk kita cari" ucap Lala.


"Mungkin ya, sekarang waktunya ekskul taekwondo, basket sama tari"


Lalu, keduanya memutuskan untuk putar balik, kembali untuk mencari Dion dilapangan basket dan ruang latihan taekwondo.


"Yahh, diruang latihan taekwondo ga ada, yuk kita cari ke lapangan basket" ajak Lala.


"Iya" jawab Yara.


Setelah mencari di ruang latihan taekwondo, tak nampak Dion Disana, Lala dan Yara melanjutkan pencariannya menuju ke lapangan basket.


"Itu dia!!!" Ucap keduanya secara kompak sambil menunjuk ke arah Dion yang memasukkan bola kedalam ring.


"Wahh keren banget" puji Lala dan Yara secara bersamaan.


"Masa kita harus nunggu ekskul nya selesai? Buat minta maaf doang" ucap Yara.


"Kelamaan dong" saut Lala. "Eh eh... Liat tuh ada Raja juga" ucap Lala tiba tiba saat melihat Raja yang berada di lapangan basket tersebut.


"Kenapa ya, setiap ada Dion pasti ada Raja juga" ucap Yara.


'karena mereka sepupuan' batin Lala.


"Ga tau" jawab Lala berbohong.


"Hah! Dahlah kita pulang aja, kelamaan nunggu ekskulnya selesai, besok aja gue minta maafnya, atau ngga ga usah sekalian eheh" ucap Yara yang langsung pergi keluar dari lapangan basket.


"Ra tunggu!!! Ga boleh gitu, elo harus minta maaf" ucap Lala sambil mengejar Yara.


"Iya besok" jawab Yara.


Keduanya berjalan menuju ke parkiran sekolah, lalu pulang menuju ke rumah masing masing.


Yara menaiki mobilnya, sedangkan Lala menaiki taxi online yang ia pesan, karena Willy sedang ada ekskul Taekwondo, jadi dia tak bisa pulang bersama Willy, ga mungkin juga untuk Lala menunggu Willy selesai ekskul karena waktunya sangat lama.


Visual


🌼 Dion Vebrian Alexander




Anak bungsu kaya raya blasteran Korea indonesia, anak pemilik Transmart. humoris, peduli, baik, sedikit manja.

__ADS_1


~•~


__ADS_2