Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
jangan jangan


__ADS_3

Di pagi harinya, Lala keluar dari mobil tanpa semangat, ia masih teringat ucapan mamanya semalam.


"Nanti mama jemput" ucap Yuri yang hanya dibalas anggukan oleh Lala.


Lala pun berjalan memasuk area sekolah dengan berjalan malas.


'gue sama raja udah mulai deket lagi, masa gue harus ngejauh dari dia lagi sih' Lala dengan berjalan menundukkan kepala.


Willy yang berjalan dibelakang Lala, ia melihat Lala seperti ada yang aneh, karena Lala berjalan dengan sangat pelan dan pandangan kosong.


Ia pun mempercepat langkahnya supaya berada di sebelah Lala.


"La" panggil Willy.


Merasa namanya dipanggil, sang pemilik nama pun mendongak melihat ke sumber suara yang memanggilnya.


"Eh bang Willy" jawab Lala dengan tersenyum tipis.


"Lo kenapa?" Tanya Willy.


"Apanya yang kenapa?"


"Lo keliatan kalo lagi ada masalah, cerita aja ke gue, gue abang lo" ucap Willy.


"Ga ada masalah kok, cuma.... Gue lagi ga siap aja ujian hari ini, tadi malem gue ga belajar soalnya gue ketiduran" jawab Lala jelas berbohong.


"Ohh gitu, belajar aja sekarang mumpung belum bel, oh ya kalo Lo ada masalah cerita aja ke gue jangan sungkan sungkan, kita saudara siapa tau gue bisa bantuin elo" ucap Willy.


"Iya bang makasih"


Lala dan Willy pun berjalan berdampingan menuju ke kelas masing masing.


Sesampai di kelasnya, Lala memasang earphone nya ke telinga untuk mendengarkan lagu kesukaannya agar ia bisa menenangkan diri.


'gimana caranya biar gue ga jadi dijodohin?, tapi.... ga mungkin juga gue nolak perjodohan ini, gue anak satu satunya mama papa, gue ga mau nyakitin perasaan and buat malu mereka' batin Lala dengan terus menghela nafas berat.


Tiba tiba seorang siswa menghampirinya dan menyapanya.


"Pagi la" sapa siswa tersebut.


Karena telinganya disumbat dengan earphone dan diisi lagu dengan volume keras, Lala tak mendengar sapaan siswa tersebut.


'yah kacang' batin siswa tersebut yang langsung pergi meninggalkan Lala sendiri didalam kelas.


'dahlah gapapa gue terima perjodohan itu, Mungkin dia yang terbaik buat gue meskipun umurnya lebih tua 4 tahun dari gue' batin Lala dengan tersenyum pahit.


"Lala!!!!" Teriak Dion yang masuk kedalam kelas.


Karena suara Dion yang amat keras sampai menembus suara musik ditelinganya, ia pun membuka earphonnya dan menatap Dion.


"Lo udah belajar? Ntar MTK loh, kalo gue ga bisa, gue nyontek ke elo ya" pinta Dion.


"Hmmm" jawab Lala secara singkat padat dan jelas.


"Lagi sariawan neng? Singkat amat jawabnya"

__ADS_1


Lala hanya melirik tajam.


Dion pun diam tak lagi berbicara, ia duduk dibangkunya seraya menulis sesuatu ditangannya.


"Lo ngapain di?" Tanya Lala yang penasaran dengan gerak gerik Dion.


"Stttt!,, Jangan bilang ke siapa siapa kalo gue nulis rumus rumus ke tangan gue"


"Gue bilangin!"


"Yah la Lo kok gitu sih, kita kan temen jadi harus saling membantu yak, Lo bantuin gue buat jaga rahasia ini oke" pinta Dion dengan wajah memelas. Lala hanya mengetipkan matanya lalu tak lagi melihat Dion yang sibuk menyalin rumus rumus ke telapak tangannya.


"Lo kenapa diem banget hari ini, ga enak badan?" Tanya Dion.


"...." Tak ada balasan dari Lala.


"Badmood? Atau.... Lagi cemburu sama-" ucap Dion yang tak ingin melanjutkan ucapannya karena telah diberi tatapan tajam yang mengerikan oleh Lala.


"Ngomong lagi, gue jepret mulut Lo pake Staples" ancam Lala dengan juteknya.


"Ya ya gue diem"


****


Bel masuk pun berbunyi dan ujian mata pelajaran pertama pun dimulai.


Ujian terus berlangsung, sampai akhirnya tak terasa bel istirahat berbunyi, mendengar bel istirahat berbunyi, Lala memilih untuk mengisi perutnya yang dirasa sangat lapar akibat terlalu keras berfikir.


"Bisa bisa nya gue kelaperan kalo habis mikir keras ahaha" gumam Lala dengan diiringi tawa pelan. Ia pun segera memesan semangkuk bakso dan segelas es jeruk untuk dirinya sendiri. Lalu ia pun duduk dibangku untuk menunggu pesanannya tiba.


Lala mengangguk "bang Willy kemana?" Tanya Lala.


"Masih didalem kelas, katanya ntar dia bakal nyusul ke kantin" jawab Zendy yang hendak memasukkan mie nya kedalam mulut.


"Oh ya lupa, makan la" tawar Zendy.


"Iya makasih, gue juga lagi nunggu makanan gue"


Tak lama makanan yang ia pesan tiba, bersamaan dengan Willy yang duduk disebelah Lala.


"Lo udah pesen bang?" Tanya Lala.


"Udah" jawab Willy.


"Temen temen yang lain mana Will?" Tanya Zendy pada Willy.


"Gue suruh cari tempat duduk lain, karena gue ga mau mereka duduk disini, gue ga mau Lala dikelilingi sama cowok" jawab Willy.


"Ahhh abang gue so sweet banget" puji Lala dengan mencubit pipi tembem willy.


Seketika wajah Willy merah bagai udang rebus, ia segera memalingkan wajahnya dari Lala dan Zendy sebelum kedua bocah tersebut melihatnya.


'jangan sampe mereka ngeliat wajah gue yang salting gini' batin Willy dengan menutupi sebelah wajahnya.


Tak lama makanan pesanan Willy pun tiba, ia segera melahapnya karena perutnya sudah tak tahan lagi.

__ADS_1


Ketiganya telah selesai makan.


"Zen gue nitip mangkok gue oh ya sama mangkok Lala sekalian" ucap Willy yang melihat Zendy akan mengembalikan mangkoknya.


"Hmm"


"Makasih Zen" ucap Lala dengan tersenyum manis pada Zendy.


"Iya cantik, Will adek lo buat gue ya" ucap Zendy yang hanya bercanda.


"Buruan pergi!!" Ucap Willy yang hendak melemparkan pulpen yang ia pegang ke arah Zendy.


"Enak banget buat gue, emang gue barang yang bisa di ambil sesuka hati" gumam Lala.


Tak lama Zendy kembali ke tempat duduknya tadi bersama Willy dan Lala.


"Zen abang Lo kuliah dimana?" Tanya Willy.


"Swiss kenapa?" Jawab Zendy.


"Swiss??" Ucap Lala dengan membelalakkan matanya.


"Kenapa?" Tanya Willy dan Zendy bersamaan.


"A-anu.... Ngga papa" jawab Lala dengan terbata bata.


"Oh"


"Emang kenapa Lo tanya tanya, emang elo mau jadi dokter juga kayak kakak gue?" Tanya Zendy.


"Kayaknya sih iya, tapi liat dulu, kalo bunda sama ayah gue ngebolehin, ya gue kuliah di Swiss" jawab Willy.


"E-emang kakak Lo kuliah kedokteran di Swiss?" Tanya Lala yang mulai penasaran.


"Iya kenapa, dia sekarang udah S2, masih kuliah 3 tahun udah bisa S2 cerdas banget dia ga kayak gue" ucap Zendy.


"Beda banget Kakak sama adeknya ahaha" ledek Willy diiringi dengan tawa.


'apa jangan jangan kakaknya Zendy itu orang yang dijodohin sama gue?' batin Lala mulai bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Lala pun segera menggelengkan kepalanya seraya menutup matanya.


"Kenapa la?" Tanya Willy dan Zendy bersamaan.


"Ngga papa, gue permisi dulu ya mau ke kelas byee" ucap Lala yang langsung berlari menuju kelasnya.


Willy dan Zendy saling tatap, merasa aneh dengan sikap Lala.


"adek Lo kenapa bro?" tanya Zendy.


"entah" jawab Willy dengan mengendikkan bahunya.


Tak lama bel masuk berbunyi, ujian selanjutnya pun segera dimulai.


~•~

__ADS_1


__ADS_2