
"Bener juga tuh pa, setelah selesai makan aku mau coba telpon tante Indah,"
"Ya udah kamu habis kan dulu makanannya ya,"
"Iya pa,"
Sesuai rencana, setelah selesai makan malam Salma masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Indah.
Salma mencari nomor ponsel Indah dan segera menghubungi Indah.
📱"Halo, tante apa kabar?" sapa Salma basa basi.
📱"Eh Salma, kabar tante baik-baik aja. Kamu sendiri apa kabar, udah lama ga ketemu ya,"
📱"Aku sehat tante, kemarin aku sibuk di sekolah baru ku tante jadi aku ga bisa kemana-mana,"
📱"Oh gitu, pantes aja kamu ga pernah kelihatan di panti,"
📱"Oh iya tante Indah lagi sibuk ga? aku mau undang tante ke rumah ku sekarang,"
📱"Tante sih lagi ga sibuk, memangnya ada acara apa di rumah Salma?"
📱"Ga ada sih, ya cuma mau aja tante main ke rumah papa ku. Kita nonton drakor bareng, tadi papa udah beli cemilan banyak. Besok kan hari minggu, tante libur kerja kan?"
📱"Gimana ya sayang, tante malu kalau tante ke rumah Salma. Kalau Salma yang ke rumah tante gimana, Salma mau ga?"
📱"Kenapa harus malu sih tante, aku udah izin sama papa tadi dan papa juga senang kalau tante datang ke sini. kalau tante mau biar nanti pak Suryo jemput tante ke kost an tante,"
📱"Iya.. iya tante ngalah deh, tante mau main ke rumah Salma. Ya udah tante siap-siap ya, tante tunggu pak Suryo jemput ke sini ya. Nanti tante kirim share lok kost an tante ke whatsapp kamu ya,"
Telpon pun berakhir dan Salma menerima pesan dari Indah yang berisi share lok dari Indah, segera Salma mengirim kembali lokasi yang barusan Indah kirim padanya.
__ADS_1
Salma segera keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan pak Suryo untuk meminta tolong menjemput Indah ke kost an nya yang ternyata ga jauh dari resto milik papanya di area perkantoran.
Satu jam kemudian, pak Suryo membawa Indah ke rumah Syam. Salma menyambut ke datangan Indah dengan bersemangat, sedang kan Syam hanya tersenyum penuh arti saat melihat Indah turun dari mobil.
"Akhirnya tante Indah sampai juga, ayo masuk tan. Kita langsung nonton drakor nya," ucap Salma menarik tangan Indah untuk segera masuk ke dalam rumahnya.
Dengan sungkan, Indah pun ikut masuk ke dalam mobil dan Syam pun mengikutinya dari belakang.
Bi Narti membawa kan 3 gelas minuman untuk tuan dan tamunya, Salma mempersiapkan film yang akan di putar. Drama korea yang bergenre action romantis, Syam dan Indah sudah duduk manis untuk menonton.
Film pun di mulai, kini mereka duduk bertiga di sofa ruang keluarga dengan Salma berada di tengah-tengah Syam dan Indah sesekali Syam mencuri pandangan dari Indah. Semakin sering bertemu rasa yang ada dalam hati Syam semakin dalam dan rasa ingin memiliki begitu kuat tapi Syam sadar akan sesuatu bahwa umur mereka terpaut 14 taun.
"Apa aku coba dekati Indah ya, siap tau dia juga mau dengan om-om kaya aku. Tapi gimana caranya untuk memulai," batin Syam bimbang dengan perasaannya.
Tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat, jam di dinding sudah menunjuk kan pukul 10:30 malam dan film pun sudah selesai di tonton.
"Waduh, udah jam segini aja. Tante pulang dulu ya Salma, kapan-kapan tante main lagi ke sini,"
"Tante nginep aja di sini, ini kan udah malam. Kata nenek perempuan itu ga baik keluar malam-malam kecuali keluar dengan yang sudah menjadi mahramnya, gitu kata nenek,"
"Apa saya tidak merepot kan kalian?"
"Tidak, justru saya senang kamu bisa bermalam di sini. Eh maksud saya Salma ada teman kalau kamu ada di sini," ucap Syam keceplosan.
"Ya sudah, kamu antar tante Indah ke kamar tamu ya nak. Kamu juga langsung tidur ya, sudah malam," sambung Syam membelai rambut panjang Salma.
"Ayo tante aku antar tante ke kamar atau mau tidur bareng aku?" ucap Salma berdiri dari tempat duduknya lalu mengajak Indah untuk masuk ke kamar.
"Pak, saya permisi dulu," ucap Indah pamit pada Syam untuk masuk ke kamar, Indah berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti kemana Salma membawanya.
"Tante tidur di kamar tamu aja sayang, takut kalau tidur mu kesempitan," ucap Indah mencolek hidung mancung Salma.
__ADS_1
...***...
Pagi pun menjelang, Indah sudah bangun sejak dini hari tadi. Sudah terbiasa bagi Indah bangun di sepertiga malam sekitar pukul 2 atau 3 dini hari untuk laksana kan sholat sunnah tahajud.
Indah pergi ke dapur berniat membantu bi Narti untuk membuat kan sarapan pagi untuk Salma dan Syam.
"Bi aku bantu ya, aku udah biasa kok memasak saat aku di panti dulu,"
"Ish neng ga usah, nanti bibi yang di marahi sama tuan dan non Salma. Neng duduk aja di depan, biar bibi yang memasak untuk sarapan,"
"Udah ga apa-apa biar aku aja ya," ucap Indah mengambil alih spatula dari tangan bi Narti.
Syam dan Salma pun turun dan duduk di meja makan, melihat Indah yang menyaji kan sarapan untuk Salma dan Syam.
"Maaf tuan, bibi udah melarang neng Indah untuk diam aja tapi neng Indah mau ikut memasak,"
"Ga apa-apa ini kan mau aku bukan bibi yang menyuruh," ucap Indah sibuk menyaji kan makanan di atas meja makan.
Salma dan Syam hanya diam tanpa respon apa pun karna memang tidak pernah ada perempuan yang memasak untuk mereka berdua kecuali bi Narti.
"Memang ga salah lagi, Indah cocok untuk jadi ibu untuk Salma. Selain cantik dia juga rajin dan baik hati, aku akan mencoba mengungkap kan niat ku untuk langsung meminangnya," batin Syam.
Selesai sarapan Syam mengajak Salma dan Indah ngobrol di ruang tamu untuk membicara kan niatnya pada Indah agar di saksi kan oleh anak semata wayangnya.
"Bismillah,,, Indah mau kah kamu menikah dengan ku?"
Pertanyaan Syam membuat Salma dan Indah membulat kan mata dengan mulut terbuka lebar.
"Apa ga salah pak?"
"Aku sudah jatuh hati pada mu sejak pertama kali kita bertemu di panti asuhan, gimana Salma kamu setuju ga kalau tante Indah jadi mama Salma?"
__ADS_1
"Aku mau pa, dengan senang hati aku mau tante Indah menjadi mama baru untuk aku,"
"Tapi pak, asal usul ku ga jelas. Bahkan aku tidak memiliki nasab yang jelas, bagaimana saat ijab qabul nanti,"