
Setelah lama mengobrol, hari sudah mulai sore, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 Willy berpamitan untuk pulang.
"La gue pulang ya" pamit Willy, tetapi Lala tak membalasnya, ia menatap Willy dengan pandangan kosong.
"La, Lo kenapa?" Ucap Willy dengan melambai lambaikan tangannya didepan wajah Lala.
"Gue sendirian dirumah bang, gue takut... Mama tadi nge whatsapp gue, dia bilang pulang malem, bisa ga elo nginep disini aja gue takut ihh" pinta Lala dengan wajah memelas.
Willy menghela nafas, Lalu ia kembali duduk dan berfikir sejenak.
"Bentar" ucap Willy.
Beberapa detik kemudian, Willy sudah memutuskannya kalau ia akan menginap dirumah Lala.
"Gue bilang ke bunda dulu kalo gue nginep disini" ucap Willy.
"Oke"
Lalu Willy pun menelefon sang bunda yang masih berada di butik, ia bilang kalau dia akan menginap dirumah Lala dan dia juga meminta untuk dibawakan se setel baju untuknya.
📞 Iya nanti bunda bawain baju kamu
📞 Makasih ya bund
📞 Iya sama sama
Percakapan berakhir, Lala menyuruh Willy untuk beristirahat dikamar tamu.
"Bang istirahat sana gih, gue mau ke alfamaret dulu bentar" Titah Lala.
"Iya, dimana alfamaretnya? Jauh ga? Kalo jauh gue anterin aja" ucap Willy.
"Ya ampun bang, deket ini loh didepan perumahan, gue kesana naik sepeda lipat, ga bakal lama" jawab Lala.
"Yaudah, hati hati.... Kalo ada orang ga dikenal yang ngawasin Lo terus, telfon gue" ucap Willy.
"Iya babang ganteng" jawab Lala dengan tersenyum dan mengetipkan matanya berkali kali.
'ni anak gemesin banget sih, pen cubit pipinya' batin Willy merasa sangat gemas dengan tingkah Lala.
Lala pun menuju ke Alfamaret menaiki sepeda lipatnya, sedangkan Willy ia beristirahat dikamar tamu sambil menunggu sang bunda membawakan baju ganti nya.
Sesampai di Alfamaret, Lala segera mencari beberapa bumbu instan untuk ia masak nanti, karena ia belum terlalu mahir memasak jadi ia membeli bumbu instan.
Setelah selesai mencari, ia pun segera membayarnya dikasir, dan segera pulang ke rumah.
Saat ia sedang mengayuh sepedanya, terlihat dari sudut matanya seseorang yang ia kenal.
Karena penasaran, ia memberhentikan sepedanya lalu mendekat ke seseorang tersebut dengan berjalan sangat pelan tanpa ada suara.
Ia mengintip seseorang tersebut, ada seorang lelaki dan wanita yang umurnya sekitar 40 tahunan.
__ADS_1
"Kenapa postur tubuhnya mirip papa, masa dia papa?" Gumam Lala dengan terus mengintip dari balik pohon.
"Itu kan yang perempuan, Tante Shela mamanya si Ardan temen SMP gue" tambahnya dengan menyipitkan matanya.
Rasa penasarannya mulai bertambah, ia berjalan terus mendekat, sampai akhirnya sesosok tangan yang berada di pundaknya mengagetkannya.
Saat akan berteriak, tangan tersebut dengan cepat menutup mulutnya, dan membawa Lala menjauh dari 2 orang tadi.
'siapa sih ihh!' batin Lala merasa kesal, lalu mendongak melihat ke arah seseorang tersebut.
"Elo!!" Ucap Lala dengan nada tinggi.
"Elo ngapain ngintip ngintip orang tadi hah?" Tanya seseorang tersebut.
"Gu-gue penasaran aja, soalnya yang cowok tadi postur tubuhnya mirip sama papa gue, sedangkan yang cewek itu orang yang gue kenal" jawab Lala dengan jujur.
"Udahlah mungkin dia bukan papa Lo, katanya papa Lo ada disurabaya" ucap seseorang tersebut.
"Iya ya, positif thinking aja lah" jawab Lala.
"Elo kok bisa ada disini?" Tanya seseorang tersebut. "Bukannya elo tinggal dirumah Willy kan?" Tanya nya lagi.
"Kok elo bisa tau Zen? Gue sekarang udah pindah ke perumahan ini, ga lagi tinggal sama keluarganya bang Willy" jawab Lala.
"Ohh, rumah gue juga diperumahan ini" jawab Zendy, yap seseorang tersebut adalah Zendy sahabat Willy yang pernah ke mall bersama Willy dan Lala.
"Oh ya, gue pergi dulu bye" ucap Lala lalu melesat pergi menjauh dari Zendy.
Ia mulai mengayuh sepedanya, melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
"dan juga.... kenapa dia tau papa gue disurabaya? wahh bang Willy nih pasti"
Tak butuh waktu lama, Lala telah sampai dirumahnya, dan melihat ada sebuah mobil terparkir didepan rumahnya.
"Mobil siapa?" Tanya Lala pada dirinya sendiri.
Ia buru buru masuk kedalam rumah, dan terlihat Tante Azizah dan Willy yang berada diruang tamu.
"Ehh Tante kirain ada tamu" ucap Lala yang langsung mencium punggung tangan Tante Azizah.
Tante Azizah hanya membalasnya dengan senyuman.
"Tante mau jemput bang Willy?, bang Willy nya ga boleh nginep?" Tanya Lala yang mulai sedih.
"Kata siapa?, Tante bolehin Bang Willy nginep dirumah kamu kok, katanya mama kamu pulang malem, ya gapapa bang Willy nginep disini buat jagain kamu, ga baik anak gadis ditinggal sendiri dirumah" jelas Tante Azizah membuat Lala kembali senang.
"Hehe iya Tante, makasih ya udah ngebolehin bang Willy nginep" ucap Lala dengan tersenyum senang.
"Iya, Tante kesini buat bawain baju ganti buat Abang kamu, sekalian Tante bawain makanan nih" ucap Tante Azizah. Ia membawakan 2 bungkus nasi Padang kesukaan Willy dan martabak telur kesukaan Lala.
"Makasih Tante" "Makasih Bund"
__ADS_1
Ucap Lala dan Willy bersamaan.
"Yaudah Tante pulang ya" ucap Tante Azizah yang langsung diangguki oleh Lala dan Willy.
Tante Azizah keluar dari rumah Lala dan masuk kedalam mobilnya, mobil pun mulai melaju perlahan tak lagi nampak didepan rumah Lala.
Kedua remaja tersebut segera melahap nasi padang dan martabak telur tersebut sebelum dingin.
Selesai menghabiskan makanannya, keduanya kembali ke kamar masing masing untuk membersihkan badan yang dirasa lengket akibat keringat.
Selesai mandi, Lala melihat acara Variety Show boyband Korea yaitu Treasure Map, ia menontonnya dilaptop sambil merebahkan badannya berposisi tengkurap di kasur king size nya.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya, siapa lagi kalau bukan Willy yang mengetuknya, Lala pun menjawabnya dengan berteriak kalau Willy boleh masuk kedalam kamarnya.
"La ga ada camilan apa dirumah Lo ini?, mulut gue pait nih pingin nyemil" ucap Willy yang langsung duduk di sebelah Lala.
"Ga ada apa apa bang, gue tadi cuma beli susu, kopi good day, sama tteokbokki instan, sama bumbu instan"
"Kopi good day nya Lo beli berapa?" Tanya Willy.
"Satu doang, kalo mau minum aja" ucap Lala.
"Oke gue minum ya, jangan nangis loh"
"Gak!"
Lalu Willy pun turun kembali dari lantai 2 menuju ke dapur untuk mengambil kopi good day botolan yang berada dikulkas.
Setelah mengambil kopi nya, ia kembali lagi ke kamar Lala, karena ia merasa bosan sendiri dikamar.
"La beneran gue minum ya?" Tanya Willy lagi.
"Tanya lagi gue bacok Lo bang" jawab Lala mulai kesal.
"Maaf, nanti nangis" ejek Willy yang langsung meminum kopi nya sampai habis.
Melihat tingkah lucu para member, Lala tertawa terbahak bahak, membuat Willy kebingungan.
"Liat apaan sih la Sampek ngakak gitu?" Tanya Willy, ia pun mengintip laptop Lala. Lala tak menggubris pertanyaan Willy.
"Pantes, orang lagi liat pacarnya" gumam Willy merasa dikacangin.
Malas untuk kembali ke kamarnya, Willy memutuskan untuk tetap dikamar Lala ikut menonton Variety Show tersebut sambil menunggu mama Yuri pulang kerumah.
"Lo ga belajar?" tanya Willy. Lala hanya membalasnya dengan gelengan pelan.
"besok UTS loh la!!, cepet belajar sekarang!" titah Willy.
'oh iya gue lupa, besok kan uts' batin Lala.
ia pun mematikan laptopnya, dan mulai belajar materi materi yang diperkirakan akan keluar disoal ujian besok, sama dengan Lala, Willy juga belajar dengan buku buku yang bunda nya bawa tadi, mereka belajar bersama didalam kamar Lala.
__ADS_1
Fighting
~•~