
Keesokannya semua teman teman bahkan guru guru telah mengetahui akan kabar kematian Jessica, perwakilan dari mereka datang ke rumah Jessica untuk melayat.
Mereka tak berani bertanya tanya tentang kabar yang beredar jika Jessica meninggal akibat bunuh diri.
Tepat di saat waktu pulang sekolah sekitar pukul 15.00 Dion dan Raja menuju ke pemakaman tempat Jessica dan Yara dikubur, kuburan mereka berdua tepat bersebelahan.
"Jess, kenapa elo ikut pergi juga" Raja yang sangat bersedih setelah kematian kedua perempuan yang amat dekat dengannya.
Kesedihannya bertambah saat kematian Jessica, yaitu perempuan yang dia anggap sebagai sahabatnya, karena setiap apapun ia punya masalah, ia slalu bercerita pada Jessica dan slalu meminta sarannya.
"Elo sahabat gue Jess, elo yang slalu jadi tempat gue cerita, kalo ga ada elo mau ke siapa gue curhat Jess" ucapnya dengan tiba tiba menitikkan air mata.
"Kan ada gue ja, elo bisa curhat ke gue bebas" saut Dion dengan polosnya.
Raja pun menoleh ke arah Dion dengan raut wajah malas, ia pun memukul pelan lengan Dion. Dion hanya menunjukkan cengir kuda nya.
"Jess maafin gue yang slalu buat elo marah ya, kenapa elo ikut pergi juga sih Jess, sahabat elo ga cuma Yara, kan masih ada kita berdua, masih ada Lala juga, kalo Lala tau elo sama Yara ninggalin dia, dia bakal sedih banget" ucap Dion dengan mengelus batu nisan Jessica.
"iya Jess, tapi semua ini sudah terjadi, semoga elo tenang disana, nyaman dirumah tuhan bareng Yara ya" ucap Raja dan Dion bersamaan.
Keduanya pun beralih ke makam Yara yang tepat berada disebelah makam Jessica.
"Ra moga kalian berdua ketemu disana ya, dan bahagia slalu" Raja mengelus batu nisan Yara dengan mata yang sudah di penuhi dengan cairan bening yang sedikit lagi akan terjatuh.
"Tapi kalian sepertinya ga akan ketemu deh, soalnya Jessica meninggal dengan cara yang berbeda, kalo Yara karena udah ditentukan oleh tuhan sedangkan Jessica dengan kehendaknya sendiri" jelas Dion yang berbicara asal.
Raja kembali menatap Dion dengan raut wajah malas, dan menggeretnya untuk pulang.
"Kita pulang Jess, Ra" ucap Raja dengan menarik tangan Dion.
Mereka pun berjalan beriringan menuju tempat mobil milik Raja terparkir, hingga sesampainya didalam mobil.
Selama diperjalanan pulang tak ada percakapan diantara mereka, dalam mobil suasana sangat hening.
Raja yang fokus menyetir dan Dion yang asik menatap ke luar jendela, melihat orang yang berlalu lalang dijalanan kota.
Hingga tak terasa, mereka telah sampai di rumah Jessica, sebagai sahabat mereka datang ke rumah Jessica untuk melayat dan mencoba memberi semangat hidup untuk keluarga yang ditinggalkan.
__ADS_1
"Tante, om kalian yang sabar ya, kita berdua sebagai sahabatnya ikut turut berduka cita, kita sangat sedih atas kepergian Jessica, karena Jessica adalah sahabat kita berdua" ucap Raja.
"Iya Tante, om kalian yang sabar ya, yang tabah, jangan tangisi Jessica terus, biarkan dia tenang" saut Dion diiringi dengan senyum simpulnya.
"Iya makasih" Jawab papa Jessica.
Setelah cukup lama bercakap cakap, kedua remaja laki laki tersebut pun berpamitan untuk pulang.
Saat keduanya telah berada didalam mobil, Raja segera menancapkan gas nya beranjak pulang mengantarkan Dion lebih dulu ke rumahnya.
Sesampai di rumah Dion ~
"Yuk ja mampir dulu, mama gue kangen sama elo" Dion mempersilahkan Raja masuk kedalam rumahnya.
"Emang tante lagi ada dirumah?" tanya Raja dengan memincingkan alisnya.
"Ada, tadi dia chating gue kalo dia baru aja pulang 10 menit yang lalu"
Raja pun mengangguk dan menuruti kemauan Dion, dia masuk kedalam rumah Dion dan langsung disambut hangat oleh mama Dion atau bisa di sebut tante nya.
Sang tante membalas senyuman tersebut dengan menyalami keponakannya dan mempersilahkannya duduk di sofa ruang tamu.
Setelah Raja duduk, dia pun menyuruh salah satu art nya untuk membuatkan minuman dan membawakan camilan untuk keponakannya tersebut.
Sambil menunggu minuman dan camilan tiba, mereka pun menyelipkan beberapa obrolan agar tidak terasa canggung dan hening.
Sedangkan Dion, ia sudah berada di kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa amat lengket akibat keringat.
"Apa kabar tante? lama ga ketemu" tanya Raja agar suasana tak terlalu hening.
"Baik, kamu kenapa jarang ke rumah tante, sering sering kesini main sama Dion, Dion kan juga sering ke rumah kamu"
"Iya tante"
"Oh ya, tante juga ikut turut berduka cita ya atas meninggalnya kekasih kamu" ucap mama Dion yang ikut ber bela sungkawa.
"Iya tante makasih" jawab Raja dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kakak kamu kemana? kok jarang kerumah, kasian Dino nih mumpung dia lagi liburan, soalnya lusa dia balik ke Canada"
"hehe itu kakak lagi sibuk sama tugas skripsi dan juga ngurus pertenakannya yang ada dikampung nenek" jawab Raja yang memang benar dengan kenyataan kalau kakaknya benar benar sesibuk itu.
"Oh gitu ya, yasudah bilang ya ke kakak kamu kalo ada waktu main ke rumah tante" titahnya.
"Iya tante"
Tiba pun minuman dan camilan yang dibawakan oleh art tersebut, ia menyuguhkannya pada Raja yang duduk tepat didepan majikannya.
Raja berterimakasih, lalu ia pun meminum minuman yang disuguhkan.
Dion yang baru selesai mandi dengan pakaian biasa yang masih membuatbya terlihat tampan, ia pun turun ke lantai bawah untuk menemui sepupunya yang masih mengobrol dengan mamanya.
"Ma, papa pulang jam berapa?" Tanyanya dengan membenarkan rambutnya.
"habis Maghrib mungkin nak" jawab sang mama dengan nada yang benar benar lembut.
Dion pun mengangguk paham, dan duduk disebelah Raja untuk ikut menimbrung pembicaraan mereka.
Lalu percakapan pun dimulai kembali, entah banyak yang mereka bahas mulai dari A sampai Z mereka bahas.
Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.20 Raja berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
"Tante, Raja pamit pulang ya udah sore nih" pamit Raja dengan mencium punggung tangan tantenya tersebut.
"Iya, hati hati dijalan ya"
"Dio gue pulang ya"
"Iya, hati hati dijalan, makasih udah dianter ke rumah" jawab Dion dengan menepuk pelan pundak Raja.
Sebelum undur diri, tak lupa ia melayangkan senyuman manisnya untuk tante dan sepupunya tersebut.
lalu ia pun masuk kedalam mobil, dan mobil pun mulai melaju perlahan tak lagi nampak terparkir didepan rumah Dion.
~•~
__ADS_1