
📱"Astagfirullah, Syam. Ibu akan segera ke rumah sakit sekarang juga, terima kasih ya nak sudah memberi tau ibu," ucap ibu segera mematikan telpon secara sepihak lalu bergegas mencari keberadaan suaminya.
"Yah, Syam kecelakaan. Sekarang ada di rumah sakit, ayo cepat kita ke rumah sakit sekarang," ucap ibu.
"Astagfirullah, ibu tau dari mana?" tanya ayah.
"Tadi Doni telpon ibu, Doni bilang Sandra lagi periksa Syam di IGD rumah sakit. Ayo yah kita ke rumah sakit, Syam pasti butuh kita," ucap ibu menjelas kan.
Sontak ayah pun terkejut mendengar Syam mengalami kecelakaan lalu lintas, ayah pun segera mengambil kunci mobil lalu pergi ke rumah sakit.
Sementara Syam masih terbaring lemah di rumah IGD, Syam masih belum sadar kan diri dari pingsannya.
Sandra masih memeriksa pasien-pasien yang ada di IGD, hari ini hari paling sibuk untuk Sandra karena hari ini pasien lebih banyak yang datang.
"Setelah ini aku akan cek keadaan Syam," batin Sandra.
Bagaimana pun jauh di dalam lubuk hati Sandra yang paling dalam, Sandra masih perduli dengan Syam dan ingin selalu ada di dekat Syam tapi takdir berkata lain
Setelah selesai memeriksa semua pasien, Sandra kembali ke bangsal Syam terbaring.
"Gimana sus, apa ada kemajuan dari pasien?" tanya Sandra.
"Belum dok, tapi tadi pasien sempat menyebut nama dokter," jawab suster.
Sandra pun memeriksa kembali kondisi Syam secara menyeluruh. Tak lama orang tua Syam pun datang dengan panik dan penuh rasa khawatir.
__ADS_1
"Permisi pak satpam, saya mau tanya. Pasien kecelakaan atas nama Syam, ada dimana ya sekarang?" tanya ayah.
"Sebelah sini pak, mari saya antar," ucap pak satpam dengan ramah dan sopan mengantar orang tua Syam ke bangsal Syam.
"Pasien yang ini bu? Hanya ini pasien yang masuk karna kecelakaan," ucap pak satpam.
Ibu segera mendekati Syam yang terbaring lemah dan Sandra berhenti sejenak saat ibu datang dan langsung memeluk Syam dan menangis di dekat Syam.
"Iya pak, terima kasih," ucap ayah.
"Iya pak sama-sama, permisi," ucap pak satpam.
Ayah pun ikut masuk melihat kondisi Syam.
"Gimana kondisi Syam saat ini nak," tanya ayah.
"Maaf kan aku ayah, ibu. Aku ga bisa langsung menghubungi ayah dan ibu, karna aku takut ibu dan ayah panik seperti ini dan terjadi sesuatu sama ibu dan ayah, jadi aku menghubungi kak Doni terlebih dahulu," sambung Sandra.
Ibu segera memeluk Sandra yang masih memikir kan kondisi orang tua Syam, meski pun dulu Syam pernah menyakiti hati Sandra.
Suster yang ada di ruangan, ikut hanyut dalam suasana dan ikut merasakan sedih pihak keluarga.
"Oh jadi bener pasien kerabatnya dokter Sandra," batin suster.
"Terima kasih ya nak, kamu masih mau menolong Syam dan perduli dengan kami," ucap ibu.
__ADS_1
"Ini sudah menjadi bagian dari tugas ku bu, aku sebagai seorang dokter tidak akan memilah dan memilih pasien mana yang harus aku tolong," ucap Sandra melepas kan pelukannya.
"Oh iya, satu lagi di antara pihak keluarga apa ada yang sama golongan darahnya dengan Syam?" tanya Sandra.
"Golongan darah ayah dan Doni golongan darahnya sama B positif," ucap ayah.
"Nanti ayah di bantu suster periksa kesehatan ayah dulu ya, kalau kondisi ayah bagus. Ayah bisa donor darah untuk Syam," ucap Sandra dengan lemah lembut.
"Kenapa sih nak, dulu kamu pisah sama Syam. Kenapa bukan kamu aja yang jadi mantu ibu?" tanya ibu penuh sesal.
"Bu semua sudah berlalu, takdir aku dan Syam memang harus seperti ini. Kita jalan masing-masing mencari kebahagiaan tersendiri, aku hanya bisa mendoa kan yang terbaik untuk Syam," ucap Sandra.
"Sus, saya minta tolong di cek kesehatan bapak ya. Kalau bisa donor tolong di bantu ya sus," ucap Sandra.
"Baik dok," ucap suster singkat.
"Ibu temani ya yah, ibu titip Syam sebentar ya nak," ucap ibu.
"Mari pak, ikut saya," sambung suster melangkah pergi menuntun Ayah dan ibu Syam menuju ruang donor.
...***...
Sementara Doni dan Mila sudah dalam perjalanan menuju Jakarta dengan hati yang tak karuan karena takut terjadi yang tidak di ingin kan dengan Syam. Mila menitip kan anak-anaknya pada ibunya sebelum pergi.
"Mas hati-hati bawa mobilnya," ucap Mila mengingat kan.
__ADS_1
"Iya sayang," ucap Doni.
Saking paniknya semua orang, tidak ada satu pun yang ingat pada Ayu dan memberi tau kondisi Syam saat ini.