
Keesokan harinya, saat Raja terbangun dari tidurnya ia melihat ponselnya yang berada diatas laci, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Yara dan om Gibran.
"Ada apa?" Gumamnya merasa khawatir dengan keadaan Yara.
Segera Raja kembali menelefon Gibran, 4 panggilan tak terjawab.
Bahkan nomer WhatsApp Yara pun tak bisa dihubungi, maka semakin panik lah Raja dengan keadaan Yara.
"Ya Tuhan lindungilah Yara, jangan ambil Yara, hilangkan penyakit Yara" gumam Raja.
Hingga akhirnya, saat Raja kembali menghubungi Gibran, panggilan tersebut terhubung, Raja pun langsung menanyakan kabar Yara.
Betapa terkejutnya Raja saat mendengar kabar dari Gibran, kalau Yara masuk rumah sakit dan keadaannya semakin parah, bahkan sekarang Gibran telah tau penyakit yang diderita Yara.
Gibran terus menangis saat mendengar kabar buruk tersebut, ia sangat sangat menyayangi Yara, ia tak ingin kehilangan Yara, saat ia tau lebih awal, mungkin dia akan membawa Yara berobat ke luar negeri.
Dengan cepat, Raja pun berangkat ke rumah sakit tempat Yara dirawat.
"Maaf om Raja telat, gimana keadaan Yara? Om yang sabar ya" ucap Raja.
"Kamu kenapa sembunyiin ini dari om?! Ini sama saja kamu membiarkan Yara mati! Kalau kamu bilang ke om lebih awal, Yara ga akan separah ini, om bakal bawa Yara ke luar negeri! jangan pernah lagi kamu datang menemui Yara!!" Bentak Gibran yang kesal dengan Raja.
"Tapi om, ini kemauan Yara, Raja ga berani bilang ke siapa siapa, karena Raja sayang sama Yara, Raja ga mau ngebantah permintaan Yara om, tolong izinin Raja ketemu sama Yara" pinta Raja dengan mengemis ngemis memohon pada Gibran.
"Baiklah sekali ini saja, kamu hanya boleh melihatnya dari balik jendela" larang Gibran.
Lalu Raja pun dengan cepat melihat keadaan Yara dari balik Jendela, terlihat Yara terbaring lemas diatas Ranjang dengan tubuh kurus pucat, Yara dalam keadaan koma.
__ADS_1
"Maafin gue Ra, seharusnya bener kata papa elo, kalo seharusnya gue kasih tau semua ini ke papa elo, maafin gue.... gue emang bodoh" ucap Raja dengan air mata yang terus mengalir deras melihat Yara terbaring lemah.
"Sudah, kamu pergi sekarang juga!" Bentak Gibran pada Raja, Raja pun menuruti perintah Gibran.
"Ra gue pulang ya, gue akan terus doain elo supaya elo kembali sehat, biar kita bisa kembali bersama lagi" ucap Raja masih dengan tangisnya.
"Semangat ya Ra, elo pasti bisa ngelewati masa koma ini, elo pasti kuat ngelawan penyakit elo" tambah Raja.
Air matanya terus mengalir deras, mengingat kebersamaannya bersama Yara, ia sangat takut ditinggalkan oleh Yara, ia merasa sangat bersalah karena telah menyembunyikan hal ini dari Gibran.
Raja pun pergi menuju kesebuah danau untuk menumpahkan kesedihannya.
"Harusnya gue kasih tau om Gibran!!! Kenapa gue sebodoh ini!! Akhhhhhh hiks... Hiks.."
"Jangan tinggalin gue ya Ra, gue mohon.... Gue masih mau terus disisi elo sepanjang hidup gue, gue sayang sama elo Raaaaaa"
Raja tak pulang pulang dari danau tersebut, seharian ia berada di danau untuk menumpahkan kesedihannya, matanya sembab wajahnya pucat dan pandangannya kosong, ia terlihat sangat stres merasa sangat bersalah.
****
"Jess Yara kemana?" Tanya Lala pada Jessica yang berjalan menuju ke parkiran.
"Ga tau, papanya bilang dia lagi ke luar negeri" jawab Jessica.
"Oh gitu, gue kangen sama dia, akhir akhir ini gue ga ketemu sama dia maksudnya jarang banget main sama dia" ucap Lala.
"Sama, dia juga slalu menghindar dari gue"
__ADS_1
"Ehmm, Jess gue mau pamitan kalo besok gue balik ke Surabaya, gue pindah sekolah" ucap Lala pada Jessica.
"Kenapa elo sebentar banget ada disini? Elo masih 6 bulan ada disini la"
"Iya Jess, papa mama gue udah baikan jadi gue harus balik ke Surabaya, kalo Yara masuk tolong bilang ke Yara ya kalo gue balik ke Surabaya, gue bakal kangen banget sama kalian" ucap Lala seraya memeluk erat tubuh Jessica.
"Seharusnya gue sama Yara nginep dirumah elo soalnya kan besok elo balik, tapi sayangnya Yara lagi ke luar negeri"
"Gapapa jangan sedih, tapi anehnya Yara kok ga on sama sekali ya"
"Iya juga, ga biasanya loh"
"Yaudah, gue pulang ya soalnya mau packing barang"
"Byee, jangan pernah lupain kita ya la"
Lala pun masuk kedalam mobil sang mama dan pergi pulang kerumahnya.
"Ma, jadi besok Leo juga ikut pindah?" Tanya Lala dengan wajah sumringahnya.
"Iya sayang, bukan besok tapi lusa" jawab mama Yuri.
"Oh oke, yeayy"
"Anak mama keliatannya seneng banget deh"
'usahaku gagal, kenapa aku ga bisa nemuin anak kandungku, dan kenapa bisa seceroboh itu aku ngehilangin rambut Yara' batin Yuri.
__ADS_1
~•~