
"Papa mau ke mana pagi-pagi udah rapih dan wangi gini?" tanya Salma.
"Ga kemana-mana sayang, kan mau ada tante Ayu jadi papa siap-siap menyambut tante Ayu," ucap Syam.
"Papa udah pikir kan semuanya baik-baik, kalau tante Ayu memang bisa jadi yang terbaik untuk jadi mama mu. Papa akan melamar tante Ayu untuk jadi mama mu, gimana? kamu setuju," sambung Syam.
"Papa yakin dengan keputusan yang papa ambil ini?" tanya Salma.
"Ya, kalau kamu yakin dengan tante Ayu. Papa juga yakin, semua papa lakukan hanya untuk membahagia kan kamu nak," jawab Syam.
Syam hanya ingin anak semata wayangnya bahagia, meski pun Syam meragu kan Ayu dan mencoba menjauhi Ayu tapi dengan cara apa pun Ayu tetap saja mendekat.
"Terima kasih ya pa, sudah kasih aku yang terbaik. Aku sayang apa," ucap Salma memeluk tubuh Syam dan Syam membalas dengan belaian lembut di kepala dan mengecup ubun-ubun Salma.
"Iya sayang, papa juga sayang sama kamu melebihi apa pun yang papa miliki. Oh iya nanti temani papa beli cincin ya nak," ucap Syam.
"Iya pa," jawab Salma singkat.
Selesai sarapan, Salma bersiap-siap untuk ikut memilih cincin untuk Ayu.
Syam mengeluar kan ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi Ayu.
📱"Halo Syam," sapa Ayu.
📱"Kamu jadi ke Jakarta?" tanya Syam.
📱"Jadi, ini baru berangkat," jawab Ayu.
📱"Ya sudah, kamu hati-hati di jalannya ya. Kalau udah mau sampai kabarin aku ya," ucap Syam dengan lembut.
📱"Iya, nanti aku kabari kamu," ucap Ayu lalu menutup telpon nya.
"Ih tumben banget Syam telpon cuma mau bilang gitu aja, biasanya dia cuek luar biasa. Jadi makin semangat untuk cepat sampai Jakarta," batin Ayu dengan senyuman di bibir tipisnya.
Natasya yang melihat mama nya senyum-senyum setelah terima telpon dari Syam ikut tersenyum karna melihat mama nya bahagia.
...***...
Syam dan Salma pun pergi ke toko perhiasan di antar pak sopir karna Syam masih takut membawa mobil sendiri.
Sesampainya di toko perhiasan, Salma membantu memilih kan cincin untuk melamar Ayu.
"Papa, ini bagus ga? Kayanya cocok untuk tante Ayu," ucap Salma menunjuk satu cincin.
"Mba tolong ambil kan yang anak saya tunjuk ya," ucap Syam.
__ADS_1
"Ini pak," ucap pelayan toko memberi kan cincin yang di tunjuk oleh Salma.
"Saya mau beli yang ini ya mba, tolong pake kotak cincin ya," ucap Syam.
Setelah membayar Syam dan Salma keluar dari toko perhiasan dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Kamu mau beli apa sayang, biar sekalian keluar," ucap Syam.
"Kita beli kue pa, buat nanti eh beli cemilan aja deh," ucap Salma menarik Syam ke minimarket sebrang toko perhiasan.
Di dalam minimarket Salma mengambil banyak chiki dan kue kering untuk di makan nanti bersama Natasya.
Semua sudah di beli, Syam dan Salma masuk kembali ke dalam mobil untuk pulang ke rumah.
"Papa beneran yakin mau melamar tante Ayu?" tanya Salma.
"Iya sayang, asal kan tante Ayu bisa sayang sama kamu papa akan mencoba mencintai tante Ayu," ucap Syam.
Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di rumah Syam, Salma turun dengan membawa sekantong cemilan dan di ikuti oleh Syam dari belakang.
"Anak ini selalu bersemangat kalau sedang senang," gerutu Syam.
Syam pun berjalan masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga, Syam meyakin kan hatinya untuk bisa menerima Ayu.
"Aku akan mencoba dan belajar mencintai mu Yu, semoga kamu bisa menjadi ibu pengganti untuk Salma dan bisa membahagia kan Salma," batin Syam.
📱"Halo Yu, kamu sudah sampai mana?" tanya Syam.
📱"Aku udah di Jakarta, kamu share lok alamat rumah mu ya. Biar aku lebih mudah mencari di maps," jawab Ayu.
📱"Iya nanti aku share lok, kamu hati-hati di jalannya ya," ucap Syam.
📱"Iya," ucap Ayu singkat lalu menutup telponnya.
Tak lama Ayu menerima pesan dari Syam dan langsung membukanya, Ayu mengikuti petunjuk arah yang ada di maps.
"Rumahnya yang mana ya?" gerutu Ayu saat Ayu memasuki komplek perumahan tempat tinggal Syam.
"Di maps sih di sini titik rumahnya," ucap Ayu memberhentikan mobilnya di depan rumah Syam.
"Kita turun yu sayang, kita tanya sama bapak yang lagi nyapu halaman aja," ucap Ayu lalu turun dari mobil di ikuti oleh Natasya.
"Permisi pak, apa benar ini rumahnya bapak Syam?" tanya Ayu.
"Iya benar mba, mba dengan siapa ya? Biar saya panggil kan tuan," ucap pak Suryo.
__ADS_1
"Saya Ayu pak, sudah ada janji juga mau berkunjung," ucap Ayu.
"Mari masuk mba," ucap pak Suryo mengajak Ayu dan Natasya masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
Pak Suryo pun masuk mencari keberadaan Syam dan memberi tau Syam bahwa ada tamu.
"Maaf tuan, di ruang tamu sudah ada tamu yang menunggu namanya Ayu dan seorang anak perempuan," ucap pak Suryo.
"Iya pak, terima kasih. Saya ke depan sekarang," ucap Syam langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ruang tamu.
"Hai, Natasya. Apa kabar nak?" ucap Syam saat melihat Ayu dan Natasya.
"Kabar ku baik om," ucap Natasya ingin memeluk Syam tapi merasa ragu dan canggung.
"Om apa aku boleh memeluk om sebentar?" tanya Natasya.
"Boleh dong sayang, sini biar om peluk kamu," ucap Syam merentangkan tangannya siap untuk memeluk Natasya.
Salma pun keluar dari kamarnya dan mendengar ada yang ngobrol di ruang tamu.
"Apa itu Natasya ya?" gerutu Salma lalu bergegas berjalan menuju ruang tamu.
"Natasya, tante Ayu," ucap Salma.
Salma mendekat ke arah Ayu dan mencium punggung tangan Ayu, dan Natasya memeluk erat tubuh Salma.
"Kak aku kangen banget sama kakak," ucap Natasya.
"Iya sama kakak juga kangen sama kamu," ucap Salma.
Salma memberi kode pada Syam agar segera melamar Ayu untuk jadi mama sambungnya, Syam mengerti dan segera memegang tangan Ayu.
"Ayu, dengan di saksi kan ke dua anak kita. Aku ingin melamar mu untuk jadi istri dan ibu untuk Salma. Apa kamu bersedia menikah dengan ku dan menjalani biduk rumah tangga dengan ku, untuk mengurus dan membesar kan anak-anak kita?" tanya Syam.
"Iya aku mau," jawab Ayu tanpa berpikir Ayu langsung menjawabnya.
Syam pun memasang kan cincin di jari manis Ayu dan tanpa hentinya Ayu tersenyum ke arah Natasya dan Salma.
"Boleh aku panggil mama dari sekarang?" tanya Salma.
"Boleh dong sayang," ucap Ayu.
"Mama," ucap Salma memeluk tubuh Ayu begitu pun dengan Natasya.
"Akhirnya kita jadi adik kakak ya, aku akan menjaga mu sampai kita besar nanti," ucap Salma.
__ADS_1
"Terima kasih ya kak, udah mau berbagi papa dengan ku," ucap Natasya.