Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 128


__ADS_3

Syam melihat rincian pembayaran biaya rumah sakit yang harus di bayar tapi Syam tidak melihat biaya dokter yang tertulis.


"Biar ibu yang bayar," ucap ibu.


"Sebentar bu aku tanya adminnya dulu," ucap Syam bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar menuju ruangan admin dan suster.


"Permisi mba, mau tanya. Ini di sini kenapa tidak tertera biaya penanganan dokter ya?" tanya Syam.


"Oh itu pak, untuk biaya penanganan dokter sudah di prodeo pak jadi biaya dokternya ga bayar jadi bapak hanya membayar biaya kamar, alat-alat medis yang di pakai dan obat-obatan. Begitu pak, ada yang kurang jelas pak?" jawab mba admin dan kembali bertanya pada Syam.


"Oh gitu, jadi selama merawat saya dokter Sandra tidak d bayar," ucap Syam.


"Iya pak, itu memang permintaan dari dokter Sandra," ucap mba admin.


"Ya sudah biar saya telpon Sandra nanti, terima kasih ya mba untuk penjelasannya," ucap Syam.


"Iya pak sama-sama," ucap mba admin lalu kembali duduk dan melanjut kan pekerjaannya dan Syam pun melangkah menuju kamarnya lagi.


"Ada yang salah nak dengan pembayarannya atau ada masalah lain?" tanya ibu.


"Ga ada yang salah sih, cuman aku penasaran aja. Biasanya kan suka ada rincian biaya dokter tapi ini ga ada, tadi kata adminnya untuk biaya dokter udah di prodeo dan itu permintaan dari Sandra," ucap Syam terus menatap kertas rincian pembayaran rumah sakit.


"Jadi Sandra merawat mu secara cuma-cuma dong, dengan suka rela dia merawat mu," ucap ibu mengambil alih kertas di tangan Syam.


"Dari pada di lihat terus kapan selesainya, biar ibu bayar dulu ke bagian rekening. Biar kita cepat pulang," sambung ibu.


"Salma mau ikut nenek atau tunggu di sini aja?" tanya ibu saat hendak membuka pintu kamar.


"Aku ikut nenek aja deh, sekalian aku mau beli camilan di kantin rumah sakit," jawab Salma bangkit dari duduknya dan berlari menyusul neneknya.


Tinggal lah Syam seorang diri di dalam kamar yang sedang melamun memikir kan Sandra.

__ADS_1


"Dulu kamu pernah janji sama aku San, kalau aku sakit kamu pasti rawat aku sampai sembuh. Dari aku masuk rumah sakit sampai aku sehat lagi kamu memang merawat ku tapi itu hanya kewajiban mu sebagai seorang dokter bukan karna memang kewajiban mu merawat ku, tapi kenapa kamu ga mau di bayar sementara pasien lain membayar setelah kamu rawat," batin Syam.


"Apa aku telpon aja ya untuk bilang terima kasih, ah nanti suaminya salah paham lagi. Ga usah lah biar nanti aja aku kirim hadiah buat dia," gerutu Syam.


Ponsel Syam yang di simpan di atas kursi di samping ia duduk, tiba-tiba berdering lalu Syam mengambilnya dan di lihat ternyata panggilan masuk dari Ayu.


"Ku kira Sandra yang telpon," gerutu Syam lalu menggeser tombol hijau untuk memulai obrolan.


📱"Halo Syam, kamu kemana aja sih. Aku kangen tau," ucap Ayu memulai obrolan dengan sikap manjanya.


📱"Aku ga kemana-mana, ada di rumah sakit. Ini baru mau pulang," ucap Syam dengan santainya.


📱"Loh kamu sakit apa sayang, kok aku ga tau apa-apa sih. Ga ada yang kasih tau aku kalau kamu sakit," ucap Ayu.


📱"Aku kira kamu tau," ucap Syam.


📱"Ga ada satu pun yang memberi tau ku kalau kamu sakit, Salma pun bilang kamu lagi sibuk kerja bahkan saat aku tanya Mila tentang kabar kamu dia bilang kamu baik-baik aja," ucap Ayu merasa di bohongi oleh orang-orang terdekat Syam.


📱"Memangnya kamu kenapa Syam, kok tega sih aku ga di kasih tau," ucap Ayu mulai cemberut.


📱"2 minggu lalu aku mengalami kecelakaan itu aja, sekarang aku udah sehat lagi dan hari ini udah mau pulang. Tinggal tunggu ibu sama Salma lagi bayar ke bagian pembayaran di bawah," ucap Syam dengan santainya dan tanpa merasa bersalah.


📱"Kenapa aku ga di kasih tau Syam? Kalau aku tau, aku pasti bakal rawat kamu sampai kamu sembuh," ucap Ayu.


📱"Ga apa-apa, aku udah sehat lagi kok. Nanti malah ngerepotin kamu lagi," ucap Syam.


Obrolan pun terus berlangsung sampai ibu dan Salma masuk ke dalam kamar.


"Siapa yang telpon nak?" tanya ibu.


"Ayu, di cuma nanya aku kemana aja ga pernah kasih kabar. Memangnya ga ada yang kasih tau Ayu kalau aku di rawat di rumah sakit ya?" jawab Syam kembali bertanya.

__ADS_1


"Ibu sengaja ga kasih tau Ayu dan melarang semuanya agar tidak memberi tau Ayu tentang kamu yang seperti ini karna kalau Ayu tau terus Ayu datang ke sini lihat kamu di rawat sama Sandra bisa-bisa timbul masalah baru lagi," jawab ibu.


"Loh memangnya kenapa kalau papa di rawat sama mama Sandra?" tanya Salma penasaran.


"Mama Sandra itu mantan pacar papa mu dulu, tapi mungkin memang ga jodoh sudah hampir menikah tapi gagal," jawab ibu blak-blakan.


"Oh gitu," ucap Salma tersenyum penuh arti.


"Ish ibu ini malah jujur sama Salma lagi," ucap Syam.


"Dia udah besar ini, perlu tau juga," ucap ibu.


"Ya sudah kita pulang, semuanya sudah beres dan pak supir sudah menunggu di parkiran dekat lobi," sambung ibu.


Syam pun keluar dari kamar dan di ikuti oleh ibu dan Salma, sementara barang-barang sudah di bawa oleh pak supir dan di masuk kan ke dalam bagasi mobil.


Tak lupa Syam mengucap kan banyak terima kasih kepada para suster yang sudah merawatnya dan pamit untuk pulang.


...****...


Sementara Sandra dan Ryan telah selesai makan siang di cafe yang tak jauh dari rumah sakit, karna El-rumi sudah sekolah dasar dan pulangnya pun agak Sore jadi Sandra dan Ryan sering menghabis kan waktu berdua setelah selesai bekerja.


"Ayo kita pulang," ajak Ryan.


"Ayo, tapi aku pengen ke mal dulu ya. Aku mau beli makanan untuk El," ucap Sandra.


"Kan bisa pesan lewat aplikasi, memangnya kamu ga cape apa udah kerja dari pagi," ucap Ryan.


"Aku sih biasa aja, ga ada capeknya. Apa lagi kalau pulang kerja bisa jalan-jalan ke pantai, " ucap Sandra tersenyum penuh arti.


"Ya sudah nanti sore kita jalan-jalan ke pantai, sekarang kita pulang ya. Pesan makannya lewat aplikasi aja ya," ucap Ryan.

__ADS_1


__ADS_2