Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 67


__ADS_3

Sesampai di sekolah, ia berjalan dari loro sekolah, menaiki tangga menuju ke ruang kelasnya yang berada di tengah tengah.


Ia masih fokus dengan perjalanannya tak menghiraukan aktivitas yang dilakukan oleh siswa atau siswi yang telah ia lalui.


Saat hendak masuk kedalam kelas, tiba tiba langkahnya terhenti saat sekilas ia melihat seseorang yang terlihat persis sekali dengan Leo.


Mulai dari postur tubuhnya bahkan juga bentuk wajahnya, kulit dan rambutnya pun sama, ia berfikir apakah ia masih terbayang bayang sosok Leo, ataukah memang ada siswa yang benar benar mirip dengan Leo.


Ia berusaha mengejar siswa tersebut namun segerombol siswi siswi menghalangi jalannya membuat ia kehilangan jejak siswa tadi.


"Masa Leo sih?" gumamnya dengan terus menajamkan penglihatannya melihat sekitar.


"Entahlah, kalo dia bener bener murid sini, pasti lain kali gue bakal ketemu sama dia lagi" ucapnya lalu kembali masuk kedalam kelas yang sudah berisi beberapa murid.


Ia memasuki kelas dengan senyum yang slalu terpampang di bibirnya membuat siswa dan siswi lainnya ikut tersenyum membalas senyumannya.


Lalu, ia pun duduk ditempat duduknya dan membuka handphone yang berada disaku rok nya.


'papa?' batinnya saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari sang papa.


Handphone Lala memang sengaja ia silence agar tak menimbulkan suara bising didalam kelas yang bisa membuatnya bahkan membuat teman temannya risih.


Ia pun kembali menelefon sang papa dengan keluar dari kelas dan menjauh dari teman temannya.


Tak butuh waktu lama, panggilan telefon telah terhubung.


📞 Ada apa pa?


📞 Nanti pulang sekolah, kamu dateng ke perusahaan papa


📞 Ngapain?


📞 Papa akan ngenalin kamu ke karyawan kantor dan juga mengajari kamu pekerjaan kantor


📞 Ngga sekarang juga pa, Lala masih sekolah, Lala masih mau fokus sama belajar, Lala ga mau terbebani dengan pekerjaan kantor

__ADS_1


📞 Kamu itu pewaris satu satunya perusahaan mama sama papa Lala, jadi kamu harus bisa memegang pekerjaan kantor dengan mudah dengan cara diajarkan sejak sekarang


📞 Ahh papa ngeselin, pokoknya Lala ga mau


📞 Yaudah kalo ga mau, 6 bulan papa akan sita rekening kamu, dan papa ga akan kasih kamu uang jajan


📞 Papa nganceman ih


📞 Yasudah terserah, kamu mau pilih yang mana?


📞 Iya iya, ntar Lala dateng ke kantor papa


📞 Ba-


Sang papa belum sempat menyelesaikan ucapannya, namun sambungan telefon telah ditutup oleh Lala.


Perasaannya sangat kesal, padahal ia masih ingin menikmati masa mudanya, ia masih ingin bersenang senang tanpa memikirkan pekerjaan yang berat seperti mengurus perusahaan.


Nasib menjadi anak tunggal pemilik perusahaan.


Tiba tiba pikirannya tertuju pada omongan sang mama yang mengatakan kalau ia sebenarnya memiliki kakak perempuan


'Oh iya, gue kan emang punya kakak, cuma aja dia belum ketemu' batinnya.


'kak semoga elo cepet ketemu ya, gue pingin banget ketemu sama elo, gue pingin punya kakak yang bisa jagain gue dan manjain gue' batinnya yang sedang memikirkan kakaknya yang entah berada dimana.


Sedih nasibnya, kakaknya tak akan bisa kembali bertemu dengannya, karena kini ia telah berada didunia yang berbeda dengan Lala.


Yaps, Yara dia adalah kakak kandung Lala, Yara telah pergi meninggalkan Lala sebelum Lala mengetahui kalau Yara benar kakak kandungnya.


Mungkin jika ia mengetahuinya, hatinya benar benar sakit, pikirannya kacau dan perasaan yang sangat sedih.


Mungkin tak akan menyangka kalau sahabatnya selama ini adalah kakak kandungnya.


Hingga tiba tiba suara bel masuk berbunyi cukup keras membuat Lala tersentak dari lamunannya.

__ADS_1


Dan pelsjaran pertama pun dimulai ~


****


Disisi lain mama dan papa Lala yang berada didalam ruangan pribadi, mereka membicarakan tentang Lala yang akan mulai mengurus perusahaan sejak sekarang.


"Pa, apakah ini ga terlalu cepat? Lala masih terlalu kecil untuk dibimbing seperti ini, dia akan terbebani dengan urusan kantor dan juga pelajaran sekolah" ucap Yuri yang tak setuju dengan keputusan sang suami.


"ngga, Lala ga terlalu kecil kok, ingat ma Lala adalah anak satu satunya kita otomatis dia akan menjadi pewaris satu satunya perusahaan kita berdua, kalo ga sejak sekarang kita bimbing, dia ga bakalan sehebat papanya" jawab Iris.


"Tapi pa"


"Sudahlah ma, lagian papa juga ga akan ngasih tugas terlalu berat untuk Lala, papa juga mikir takutnya Lala akan setres"


"Iya pa"


"Aku dulu waktu seumuran Lala udah diajarin ngurus perusahaan sama mama" iris mulai mengingat kembali masa lalunya.


"Terus?"


"Ya, papa yang jadi pewaris perusahaan mama, karena bang Iman dulu dia sangat payah dalam urusan bisnis, dia ga bisa apa apa, bakatnya hanya dalam memasak, dia kan sebenarnya seorang koki Jepang yang sekarang sudah memiliki restoran sendiri" jelas iris.


"Masa sih dia payah dalam bisnis?, tapi sekarang restorannya sangat maju dan terkenal, aku sih tau kalo dulu dia seorang koki di Jepang"


"Ya begitulah, namanya juga perjalanan, dulu restorannya berkali kali bangkrut namun kini dia udah nemuin celah titik dimana kok bisa restoran dia berkali kali bangkrut, hingga dari perjalanan tersebut dia bisa belajar tentang bisnis"


"Oh gitu ya, wahh perjuangan, kalo Ayah ( kakek Lala ) dulu apa dia ga bisa bisnis?" tanya Yuri.


"Iya, bang Iman menurun dari ayah yang ga bisa bisnis, dulu kan ayah adalah seorang kapten tentara angkatan darat, namun dia meninggal akibat tembakan seorang mafia kejam yang mengakibatkan diamputasinya lengan kanan milik ayah, namun lukanya semakin parah hingga membuat ayah kehilangan nyawanya" jelas Iris.


"Ya ampun, tapi mafia tersebut kini telah tiada kan?"


"Sepertinya begitu"


~•~

__ADS_1


__ADS_2