
3 bulan kemudian tepat saat usia kandungan Lala menginjak 9 bulan, tinggal menunggu hari saja lahirnya bayi dikandungan Lala.
Di pukul 9 pagi ini, seperti biasa Lala berada dirumah sang mama, keduanya asik menonton drama bersama di ruang keluarga.
Lala merasakan hal yang aneh, ia pun menoleh ke arah sang mama. "Ma, kok punggung bawahku panas ya?" tanyanya seraya mengelus punggu bawah.
"Emang gitu sih sayang kalo mau lahiran pasti punggung bawahnya terasa panas" jawab sang mama.
"Tapi ini makin lama makin panas ma, terus perut aku sakit ma" tambah Lala dengan meringis kesakitan.
"Waduh! jangan jangan kamu mau lahiran sekarang" Yuri terlihat panik.
"Ma sakit!!" teriak Lala.
"Yaudah kita langsung ke rumah sakit sekarang" Yuri segera mematikan tv nya dan menuntun Lala menuruni tangga dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga lainnya.
Keduanya sekarang telah berada didalam mobil menuju ke rumah sakit.
"Cepetan pak!!" ucap Yuri menepuk pundak supir pribadinya.
Selama diperjalanan, mama Yuri mencoba menenangkan anaknya agar tak terlalu panik, ia juga menelefon Raja dan paa iris untuk segera menuju kerumah sakit.
****
Didepan ruang IGD ~
Hingga akhirnya Raja dan papa iris datang secara bersamaan, keduanya langsung bertanya bagaimana keadaan Lala.
"Lala gimana ma? hah... hah" tanya Raja dengan nafas terengah engah.
"Istri kamu masih ada didalam ruangan, masih diperiksa dokter, kamu tenang ya.." jawab mama Yuri.
Beberapa menit kemudian, suster keluar dari ruangan dan menanyakan tentang suami dari Lala.
"Suami ibu Lala?" tanya suster.
"Saya sus.." jawab Raja.
"Mari ikut saya masuk kedalam" ajaknya, Raja hanya mengangguk dan mengikuti suster masuk kedalam ruangan.
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Raja pada dokter.
"Tuan Raja, istri anda baru pembukaan 6 jadi masih lama lagi, dan air ketubannya juga belum pecah jadi masih aman, coba bawa istri anda jalan jalan dulu, 25 menit kemudian bawa kesini lagi, kita periksa sudah pembukaan berapa" tutur dokter.
"Baik dok, terimakasih" balas Raja mengangguk.
Raja pun menuntun Lala keluar dari ruangan dengan sangat hati hati, ia mengajaknya jalan jalan keliling rumah sakit.
Hingga akhirnya 25 menit kemudian.
"Sayang, aku capek nih... istirahat dulu ya" pinta Lala sembari memegangi perut buncitnya.
Raja hanya mengangguk menuruti permintaan sang istri, ia pun membantu Lala duduk.
__ADS_1
"Ihh apa ini kok basah?" Lala sungguh terkejut saat melihat rok yang ia kenakan basah.
"Kamu ngompol ya?" tanya Raja.
"Eng-enggak!" Lala menggeleng gelengkan kepalanya.
Untuk memastikan cairan basah tersebut, Raja pun mencium rok Lala yang basah, namun tak ada bau dirasakannya, bau Pesing pun tidak.
"Sayang, apa jangan jangan air ketuban kamu udah pecah?" Raja membelalakkan matanya.
"Jangan jangan iya, udah berapa menit?"
"25!"
"Arghhhh aku mules banget!!" pekik Lala.
"Yaudah ayo kita balik ke ruangan" Raja segera menggendong sang istri membawanya keruang bersalin, tak lagi keruang IGD.
"Dok cepet dok!! istri saya mau lahiran!" Raja terlihat sangat panik.
"Baik" dokter mengangguk dan langsung menangani Lala.
"Wah sudah pembukaan 9 sus, mari kita persiapkan semuanya " ucap dokter pada suster
"Tuan tetap disini untuk menemani istri anda" ucap salah seorang suster.
"Baik" Raja mengangguk.
"Maaf bu Lala jangan mengejan dulu karena pembukaan masih belum sempurna, ikuti arahan kami ya.... rileks tarik nafas lalu keluarkan perlahan.." ujar suster memimpin jalannya proses melahirkan Lala.
Lala mengangguk mengikuti arahan yang disuruh oleh suster tersebut.
Hingga akhirnya ~
"Siap sus, pembukaan sudah sempurna" ucap dokter.
"Baik dok"
"Ibu rileks ya, sekarang ikuti aba aba saya, jika kontraksi mulai terasa, ibu boleh mengejan" titah dokter.
Kontraksi terasa kembali, seperti arahan dokter, ia pun mengjan sekuat kuatnya sambil menahan rasa sakit yang dirasakan, ia mencengkeram bahu Raja sampai sampai kukunya tembus dikulit Raja dan terdapat banyak luka disana.
Tetapi Raja tak memperdulikannya meskipun itu terasa perih nanti, yang ia pedulikan sekarang hanya keselamatan istri dan anaknya. Ia merasa sangat hancur saat melihat sang istri yang merasa sangat sangat kesakitan, ia meneteskan air matanya melihat Lala yang menangis berjuang mengeluarkan bayi dari rahimnya.
"Ayo Bu sebentar lagi bayinya akan keluar" ujar suster.
****
Hingga akhirnya, beberapa menit kemudian bayi perempuan dari pasangan Lala dan Raja telah lahir didunia ini dengan selamat dan kondisi fisik yang sempurna.
Oek! Oek! Oek!
"Selamat, bayinya perempuan ya bu, tuan" ucap dokter memberikan selamat diikuti oleh suster lainnya.
__ADS_1
"Syukur, terimakasih banyak dok telah membantu proses lahiran anak saya" jawab Lala dengan perasaan lega bercampur bahagia.
Ia melihat putrinya yang sangat cantik, bayi yang selama ini ditunggu tunggu kehadirannya, sekarang telah terlahir membawa kebahagiaan bagi keluarga Lala dan Raja.
Setelah bayi dibersihkan dari lumuran darah, Raja pun langsung menggendong dan mencium bayinya dengan air mata bahagia, ia mengucap syukur dan berdoa pada tuhannya.
"Putri kecil papa, semoga tumbuh jadi anak yang berbakti dan baik hati ya nak.." bisik Raja pada putrinya.
****
Setelah proses melahirkan selesai, barulah Raja menelefon kedua orangtuanya yang berada jauh disana, di Jakarta. Ia memberitahukan tentang kabar bahagia ini kepada kedua orangtuanya.
📞 Ma pa, besok kalian kesini ya... cucu kalian sudah lahir, dia cewek
📞 Benarkah?
📞 Iya
📞 Oke oke, mama sama papa akan siap siap dan segera berangkat ke surabaya
****
3 hari kemudian, semuanya telah berkumpul dirumah Yuri dan iris. Disana ada Lala, Raja dan bayinya. Ada iris dan juga Yuri pastinya sebagai tuan rumah, ada besan mereka juga yaitu orangtua Raja.
Suasana rumah sungguh ramai, disana juga ada om Iman dan tante Azizah juga ada Willy, Sinta dan si kecil baby Mario yang sekarang telah berumur setengah tahun.
"Cantiknya cucu kakek" papa iris menggendong sang cucu dengan perasaan bahagia.
Mereka bergantian menimang nimang baby kecil tersebut, bayi perempuan yang masih belum diberikan nama oleh kedua orangtuanya.
"Mau dikasih nama siapa nih?" tanya Willy.
"Olivia Karolyn Raisha Bachtera gimana?" saran Lala.
"No, Karolyn diganti Kaylee" saut Raja.
"Jadi, Olivia Kaylee Raisha Bachtera?" tanya Sinta.
"Yaps benar"
"Bagus namanya, setuju setuju aja sih" balas para kakek dan nenek.
"Nanti dipanggilnya siapa?" tanya Willy lagi.
"Kaylee" "Raisha" jawab Raja dan Lala secara bersamaan, keduanya pun saling tatap.
Dan mukai berdebat dengan nama panggilan untuk bayi mereka.
"Udah udah, dipanggil Olivia aja bagus" saut Willy untuk menengahi adik adiknya yang bertengkar.
Raja dan Lala berfikir sejenak lalu mengiyakannya, daripada mereka terus berdebat dengan nama panggilan untuk bayi mereka.
~•~
__ADS_1