Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 160.


__ADS_3

"Kamu sudah makan nak?" tanya Syam.


"Sudah pa tadi sebelum bibi pulang aku di suruh makan dulu sama bibi, bibi khawatir kalau aku menyala kan kompor atau ke dapur tanpa pengawasan orang dewasa," jawab Natasya.


"Asisten rumah tangga aja khawatir sama Natasya tapi Ayu yang ibu kandungnya hanya memikir kan dirinya sendiri, terlalu sibuk bekerja sampai lupa punya anak," batin Syam.


"Sayang papa lapar, kita cari makan yu di sekitar komplek," ajak Syam.


"Papa kan tadi udah..." ucap Salma di potong oleh Syam dengan mengedip kan mata Syam dan Salma pun mengerti.


Salma pun ikut ke mana Syam dan Natasya pergi, Salma masuk ke dalam mobil dengan Syam duduk di antara Salma dan Natasya karna Syam mencoba untuk bersikap adil terhadap 2 anak perempuannya.


"Pak kita cari makanan di depan komplek ya," ucap Syam memberi arahan pada pak Suryo.


Pak Suryo hanya mengangguk kan kepalanya lalu menjalan kan mobilnya di jalanan komplek perumahan. Pak suryo memberhentikan mobilnya di parkiran minimarket dan di sekitarnya banyak orang yang berjualan.


"Kamu mau makan apa nak? Kakak sama adek mau beli apa?" tanya Syam.


"Aku masih kenyang pa, aku mau jus alpukat aja," ucap Salma.


"Aku mau sosis bakar sama kentang goreng pa, boleh?" ucap Natasya.


"Boleh dong sayang, kita turun dulu ya," ucap Syam lalu turun dari mobil untuk membeli apa yang anak-anaknya mau.


Salma memesan jus yang ia mau dan satu jus kesukaan pak Suryo yang selalu Salma ingat jika Salma membeli jus dan makanan. Sedang kan Syam menemani Natasya menunggu pesanannya di buat kan.


"Pak ini jus untuk bapak," ucap Salma memberi kan jus mangga lewat jendela kaca mobil yang sengaja pak Suryo buka.


"Terima kasih non," ucap pak Suryo.


Salma pun berjalan menghampiri Syam dan Natasya yang sedang menunggu pesanan Natasya.

__ADS_1


"Papa aku beli cemilan dulu di mini market ya," ucap Salma meminta izin pada Syam.


"Boleh, ini uangnya sayang," ucap Syam mengeluar kan dompet dari saku belakang celananya.


"Kamu mau ikut ga dek, kakak mau beli jajanan di dalam," ucap Salma mengajak Natasya dan menerima uang dari Syam.


"Aku di sini aja kak, sambil nunggu sosis di mateng," ucap Natasya.


"Ya udah," ucap Salma melangkah pergi ke arah pintu masuk minimarket.


Di dalam minimarket Salma berkeliling memasuk kan chiki dan kue untuk di makan saat di rumah Natasya nanti, tak lupa minuman kemasan pasti di beli Salma.


"Kayanya semuanya udah cukup, beli roti untuk pak Suryo dan kopi untuk papa. Tinggal bayar deh," gerutu Salma membawa keranjang belanjaannya ke kasir.


Setelah membayar, Salma memasuk kan belanjaannya ke dalam mobil dan memberi kan roti untuk pak Suryo. Salma membawa kan kopi kemasan untuk Syam minum.


"Ini kopi untuk papa," ucap Salma memberi kan kopi dalam kemasan botol pada Syam.


"Sosis udah kenyang udah dan kakak udah jajan juga, sekarang kita pulang dan makan sosisnya bisa di dalam mobil," sambung Syam berdiri dari tempat duduknya di ikuti oleh Natasya lalu mereka bertiga kembali masuk ke dalam mobil.


"Mau kemana lagi kita pak?" tanya pak Suryo.


"Kita kembali ke rumah bu Ayu ya pak," ucap Syam.


"Papa sama kak Salma mau tinggal di rumah ku kan? Kemarin kata mama, setelah papa dan mama menikah papa akan tinggal sama aku di sini tapi kenapa papa sama kak Salma baru datang sekarang," ucap Natasya.


"Maaf ya nak, kemarin kan papa di rawat di rumah sakit. Papa sakit jadi ga bisa pulang ke rumah Natasya dan kakak Salma yang merawat papa selama papa di rumah sakit," jawab Syam beralasan.


"Sekarang papa sama kakak mau tidur di rumah aku kan, aku kesepian pa. Tiap hari nunggu mama pulang sampai aku ketiduran di kursi ruang tamu," ucap Natasya.


"Kita lihat nanti ya," ucap Syam.

__ADS_1


"Iya pa, kan sekarang kita udah jadi keluarga papa dan mama Ayu udah resmi menikah tapi kenapa papa ga pulang ke rumah mama Ayu aja malah pulang ke rumah om Doni," ucap Salma heran dengan orang tua barunya.


"Biar ini jadi urusan mama dan papa ya sayang, kalian berdua sekolah yang rajin ya biar jadi anak yang pandai," ucap Syam.


Sesampainya di rumah Ayu, sudah ada mobil Ayu yang terparkir di garasi mobil dan Ayu mencari Syam kemana-mana tanpa ingat pada Natasya.


"Loh kok Tasya sama kamu? Memangnya Tasya dari mana?" tanya Ayu tanpa merasa khawatir pada anaknya sendiri.


"Kalian masuk dulu ya, ngemil di kamar Tasya aja ya sambil nonton atau main apa. Papa mau ngomong dulu sama mama," ucap Syam.


"Ayo dek kita ke kamar mu, makan cemilan yang kakak beli tadi," ucap Salma.


"Ayo kak," ucap Natasya singkat dan menggenggam tangan Salma untuk segera pergi ke kamarnya.


Tinggal lah Ayu dan Syam di ruang tamu, Syam duduk dan Ayu sengaja duduk di sebelah Syam.


"Syam kita udah nikah loh, masa kaya gini sih. Kita hidup masing-masing, bahkan kamu sakit pun aku ga boleh merawat mu sampai sembuh," ucap Ayu memulai obrolan dengan Syam.


"Aku ingin di manja kan mu Syam, di awal pernikahan malah berjauhan dan mendapat rasa malu dari tetangga," sambung Ayu.


"Begini ya Ayu, maksud ke datangan ku kemari bukan untuk memenuhi kemauan mu. Tapi untuk memastikan nasib pernikahan kita, kita memang sudah sah menikah tapi itu menurut mu," ucap Syam.


"Kamu sadar tidak, kamu terlalu egois dengan semuanya. Kalau kamu memang sayang dan cinta sama aku, kamu pasti mengerti kondisi ku kemarin saat kita ijab kabul aku memang udah sakit dari kemarinnya bukan sengaja sakit untuk membuat keluarga mu malu. Siapa yang mau sakit, semua orang pasti maunya sehat," sambung Syam mengungkap kan semua rasa kesalnya terhadap Ayu.


"Tapi Syam yang malu bukan hanya aku, tapi keluarga ku juga. Tetangga pun ada bilang kalau aku nikah gaib," ucap Ayu membela diri.


"Kamu memang egois Yu, aku menyesal sudah menikahi mu," ucap Syam menahan emosi.


"Syam jangan begitu, aku sayang sama kamu," ucap Ayu memeluk tangan Syam.


"Bahkan kamu ga sadar kalau kamu punya anak sekecil Natasya, meninggal kan dia sendiri di rumah. Sejak awal aku tidak menemu kan hal baik dalam diri kamu Yu, gimana aku bisa jatuh cinta sama kamu kalau kamu terus seperti ini. Mana sisi baik mu yang bisa membuat aku jatuh cinta sama kamu," ucap Syam melepas kan tangannya dari pelukan Ayu.

__ADS_1


__ADS_2