
Happy Reading Guys🤗
Mereka telah tiba di rumah Lala, keduanya berada di ruang tamu ditemani oleh Yuri yang tengah kebingungan dengan semua ini.
"Apa maksudnya?" tanya Yuri pada pemuda yang duduk didepannya.
Raja pun kembali menjelaskan, memberikan kertas tes DNA tersebut dan menceritakan tentang Yara yang telah tiada.
Seketika detak jantungnya seperti berhenti sebentar, ia terasa sesak mendengar penjelasan dari raja, tetapi air matanya masih belum bisa keluar.
Ia masih diam tak menyangka, memang benar dugaannya kalau Yara benar anak kandungnya namun yang membuatnya terkejut ialah kabar kematian Yara.
Belum sempat ia mengecup kening dan memanjakannya juga memberi kasih sayang yang lebih, namun Yara sudah lebih dulu meninggalkannya.
"Mamaaaaa!!" teriak Lala meramaikan seisi rumah, ia jatuh dalam pelukan sang mama, memeluknya dengan sangat sanga erat.
Yuri pun membalas pelukan sang anak, kini air matanya pun mulai menggenang dan sebentar lagi akan lolos terjatuh.
"Ayo sekarang kita ke pemakaman Yara" ajak Yuri dengan menyeka sudut matanya yang sudah dipenuhi dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan terjatuh.
"Tapi jarak Surabaya ke Jakarta jauh tante, takutnya tante masih ada pekerjaan yang penting" cegah Raja.
"saya tidak peduli, pokoknya sekarang juga kita ke Jakarta, kamu ikut kita" Yuri bersikeras.
Lala mengangguk setuju, ia menghapus air matanya dan menaiki tangga menuju kamar untuk mengambil barang kebutuhannya.
Sama seperti Lala, Yuri juga mengemasi barang kebutuhannya yang akan dibawa ke Jakarta.
__ADS_1
Selang beberapa menit, setelah mereka selesai mengemasi barang barangnya, mereka pun berangkat menuju Jakarta menaiki mobil Alphard milik Lala, karena dirumah hanya tersisa mobil milik Lala saja.
"Pak Slamet, tolong antarkan kita bertiga ke Jakarta" titah Yuri yang siap dengan tas genggam nya.
"Kenapa sangat mendadak nyonya?"
"Udah ga usah banyak tanya, ayo cepat antarkan kita!"
"Baik nyonya"
"Dan kamu!" tunjuk Yuri pada salah satu art."Kalau suami saya sudah pulang, bilang ke dia saya dan Lala pergi ke Jakarta selama 2 hari karena ada hal penting yang harus diselesaikan!" titahnya.
"Baik nyonya"
Lalu mereka bertiga pun masuk kedalam mobil, dan mobil mulai melaju perlahan.
1 hari perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di tempat pemakaman umum dimana Yara dikuburkan disana.
"Ini kuburan Yara tante, la" ucap Raja.
Tanpa membalas ucapan raja, mereka berebut memeluk batu nisan Yara dengan tangis yang mulai pecah.
"Yaraaaaa"
"Maafin mama nak hiks....hiks, maafin mama yang udah ninggalin kamu bertahun tahun, mama merasa sangat bersalah sayang, kenapa kamu secepat itu pergi ninggalin mama"
"Seharusnya di hari pertemuan ini, disaat mama tau kalau kamu anak kandung mama, seharusnya disambut dengan kebahagiaan dan tawa, bukan malah disambut oleh air mata"
__ADS_1
"Ra, terimakasih selama ini elo udah ada dihidup gue walaupun itu hanya sebentar, makasih elo udah bisa buat gue bahagia, elo orang pertama yang mau temenan sama gue, elo sahabat sekaligus kakak terbaik di dunia, semoga elo tenang ya, gue sayang sama elo hiks...hiks"
Raja tak kuasa melihat tangis mereka, air matanya kini mulai turun dengan perlahan.
"L-la" panggil Raja.
Tanpa balasan, Lala hanya mendongak menatap Raja.
"Liat disebelah elo" tunjuk raja disebelah kanan Lala.
"Apa?" tanya Lala yang penasaran, ia pun menoleh ke sebelah kanannya, tepat di arah yang ditunjuk oleh Raja.
Saat ia menoleh ke arah kanan, pada saat itu lah ia tepat menatap batu nisan yang bertuliskan nama lengkap Jessica.
Ia menganga tak percaya, kesedihan yang ia alami kini semakin bertambah, ia beralih ke kuburan Jessica seraya memeluk batu nisannya erat.
"Jess" ucapnya dengan badan yang bergetar hebat.
"Ke-kenapa elo tinggalin gue juga, kalian sengaja mau buat gue sedih? kalian mau liat gue nangis?, kenapa kalian berdua tega ninggalin gue secepat ini hiks....hikss"
"Ternyata, persahabatan kita cuma sampai disini, ternyata kita ga bisa buat kenangan indah lagi?"
"huaaaaa maafin gue yang selama ini buat elo marah Jess, dan gue sangat berterima kasih, karena elo gue bisa merasakan senengnya punya sahabat, senengnya punya temen, senengnya bisa ngobrol bercanda tawa bareng, bisa marahan trus baikan lagi"
"Elo sahabat gue yang paling baik, terimakasih karena elo slalu ada buat gue Jess, Ra gue bersyukur punya kalian meskipun itu hanya sebentar, doa gue akan slalu buat kalian berdua"
~•~
__ADS_1