Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Bonus Chapter - Olivia Kaylee Raisha Bachtera


__ADS_3

Hari ini adalah hari diadakannya pesta penamaan bayi dari pasangan suami istri konglomerat yaitu Lala dan Raja.


Pesta putri pertama sekaligus cucu pertama dari keluarga tersebut dirayakan secara besar besaran, mengeluarkan biaya miliaran rupiah. Mengundang 1000 tamu undangan, mengadakan panggung yang diisi oleh artis artis ternama.


"Olivia Kaylee Raisha Bachtera, putri pertama kami sekaligus cucu pertama dari keluarga Bachtera dan keluarga Michelle telah lahir didunia ini, Olivia adalah nama panggilannya. semoga menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya juga akan menjadi penerus perusahaan Bachtera yang bijak.." ucap Raja didepan para tamu undangan yang didampingi oleh Lala juga bayi Olivia.


Dan pidato juga doa pun di bacakan oleh pendeta juga diisi dengan MC.


Hingga akhirnya, pesta terus berlanjut sampai jam menunjukkan pukul 10 malam. Disana ada Dion, Sinta, Willy, Lala, dan Raja yang mengobrol bersama saat acara masih berlangsung.


"Kakak lo ga dateng?" tanya Willy pada Raja.


"Diperjalanan, dia tinggal di Singapura" jawab Raja.


"Oh gitu"


"Oh ya gue lupa. Selamat atas kelahiran putri pertama kalian semoga menjadi anak yang membahagiakan orangtuanya ya, asli bayi lo cantik banget bibirnya mirip banget kayak lo ja dan matanya cantik banget kayak Lala" ucap Dion dengan tersenyum memandangi bayi Olivia yang berada di gendongan Lala.


"Makasih banyak" ucap Lala balas senyum.


"Makasih, gue tunggu bayi lo, cepet nikah" balas Raja sembari mengelus lengan Dion, Dion hanya mengangguk.


"Bayi lo ini brarti udah ada gelar akan menjadi pewaris perusahaan?" tanya Willy.


"Iya bang, perusahaan Bachtera diberikan ke Olivia sedangkan perusahaan Michelle diberikan ke anak kedua kami nanti" jelas Lala.


"Kalo lo cuma punya anak satu gimana?" tanya Dion.


"Yaudah perusahaan Michelle buat Olivia dan perusahaan Bachtera buat anak bang Raka" jawab Lala.


"Oh gitu ya"


"Bang Raka kan belum punya anak, kasian dia udah nikah 4 tahun belum punya anak" ujar Raja merasa iba pada nasib kakak kandungnya yang sampai sekarang belum mempunyai anak, dia tinggal di Singapura bersama istri bule nya.


Raka bekerja di perusahaan mertuanya sebagai CEO, sedangkan istrinya adalah seorang anggota Unicef.


"Iya kasian, daripada kakak gue juga sampai sekarang belum nikah nikah kapan punya anaknya, kasihan mami sama papi belum punya cucu, kalo gue mah masih terlalu muda untuk menikah" jawab Dion.


"Udah waktunya loh Dio, keburu tua ga ada yang mau ntar" saut Sinta yang sedari tadi hanya diam.


"Bukan terlalu muda tapi elo nya aja yang ga mau cari cewek, apa mau gue bantu cari cewek yang mantap?" tawar Willy.


"Engga deh, gue lagi nunggu seseorang"


"Nunggu doang ga buru buru diembat"


"Gue ga mau maksa"

__ADS_1


Saat dipertengahan obrolan mereka, tiba tiba seseorang datang memanggil Raja.


"Raja!" panggilnya dengan suara kalem.


Sontak semua menoleh ke arah sumber suara tersebut, siapa dia? seseorang yang sangat asing bagi Willy dan Sinta, dia adalah Raka, kakak kandung Raja yang mereka bicarakan tadi.


"Kak, apa kabar? wah kangen udah lama ga ketemu loh" Raja pun langsung berdiri dari duduknya dan memeluk erat tubuh kekar sang kakak, setahun lamanya ia tak bertemu dengan kakaknya.


"Baik, kalo ga baik kakak ga mungkin datang ke pesta penamaan anak kamu" senyum terulas di bibir manis Raka saat melihat bayi cantik yang digendong oleh adik iparnya.


"Kak, gimana perjalanannya?" tanya Lala, berjalan menghampiri Raka.


"Biasa aja, ga capek juga sih. boleh gendong?" pintanya.


Lala mengangguk dengan tersenyum lalu memberikan bayinya pada Raka yang terlihat sangat ingin menggendong bayi mungil tersebut.


"Kak Jessie mana?" tanya Raja menajamkan penglihatannya mencari kesana kemari.


"Hallo kakak sepupu yang tampannya ngalahin aku" sapa Dion dengan candaan yang biasa ia lontarkan.


"Siapa nih? kalian kenal?" goda Raka.


"Ishh, gue tonjok lu bang" senyum tipis muncul di bibir Dion.


"Hai, kenalin gue Willy ini istri gue namanya Sinta, kita kakak sepupunya Lala, salam kenal" Willy menjabat tangan Raka, lelaki yang 2 tahun lebih tua darinya tetapi wajahnya masih terlihat awet muda, sangat tampan.


"Bang mampir kerumah ntar ya, bang Dino kangen tuh katanya haha, lama ga ketemu bestie" ucap Dion.


"Siap, ntar gue main kesana tenang aja"


Mereka pun kembali duduk dan mengobrol, namun tiba tiba seorang wanita cantik dengan gaun panjang berwarna hitam dan rambut coklat, dengan postur tubuh tinggi, kurus, berkulit putih, dan memiliki wajah seperti Barbie terlihat berlari ke arah mereka.


"Ma-maaf, aku telat ga?" ucapnya sembari melihat jam yang menunjukkan pukul setengah 10 malam.


"Engga kok, kakak darimana? aku kira kakak ga ikut ke indonesia" tanya Raja sangat terkejut dengan kedatangan Jessie istri Raka.


"Tadi kakak habis cari gaun sekalian make up, lalu nyamperin mama sama papa dulu, dan baru aku nyamperin kalian disini" jelasnya dengan senyum manis.


Ia terlihat antusias saat melihat Olivia yang masih berada di gendongan suaminya.


"Anak kamu?" tanyanya pada Raja.


"Iya"


"Cantiknya, boleh gendong?"


"Ga boleh!! aku mau gendong keponakan aku sepuasnya, kamu besok aja!" saut Raka yang mencoba menggoda sang istri.

__ADS_1


"Ish kamu pelit ya, awas aja ga aku kasih anak loh"


Raka berfikir sejenak lalu tertawa kecil dan memberikan bayi Olivia ke Jessie untuk digendongnya.


Suasana sungguh asik saat kedatangan mereka berdua, ditambah lagi saat Dino yaitu kakak Dion yang datang secara tiba tiba tanpa memberi tahu lebih dulu sebagai kejutan.


~•~


Visual.


Raja



Lala



Baby Olivia



Willy



Sinta



Baby Mario



Dion



Dino



Raka



Jessie

__ADS_1



__ADS_2