Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 137


__ADS_3

Selesai mandi dan berpakaian rapih, Syam keluar kamar dengan membawa tas yang berisi pakaian lalu pergi mencari Salma.


"Salma sayang,.." panggil Syam.


"Kemana anak ini, tadi katanya tunggu di depan, tapi kok ga ada," gerutu Syam mencari keberadaan Salma.


"Salma.." panggil Syam.


Syam mengambil ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi Salma.


📱"Halo, sayang. Kamu dimana, papa mencari mu kemana-mana," ucap Syam


📱"Aku di dapur pa, aku ke depan sekarang," ucap Salma.


📱"Sekalian ajak pak Suryo, kita pergi sekarang untuk jemput nenek sama kakek," ucap Syam.


Syam menutup telponnya dan menunggu Salma di teras depan rumah, tak lama Salma pun datang dari pintu depan dan pak Suryo keluar dari pintu samping.


Pak suryo langsung menyala kan mesin mobilnya, Syam dan Salma masuk dan duduk di kursi belakang.


"Kita jemput ibu dulu ya pak, lalu kita ke Bandung langsung," ucap Syam memberi arahan.


Mobil pun melaju di jalanan yang cukup padat merayap karna memang di jam pulang kantor.


Sesampainya di rumah ibu, ayah dan ibu sudah menunggu di teras rumah. Ayah langsung masuk di kursi depan sementara ibu duduk di samping Syam dan Salma pindah ke kursi paling belakang.


Perjalanan pun di mulai, mobil terus melaju di jalanan meninggal kan ibu kota.


...***...


Sesampainya di kota Bandung, Syam dan rombongan langsung ke rumah Doni. Mereka sampai pukul 19:45, Syam dan yang lainnya turun dari mobil dan berjalan masuk ke teras rumah Doni.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum," ucap ibu.


Karna tidak ada jawaban, syam mencoba membantu ibu mengetuk pintu rumah Doni.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum kak Doni, kak Mila," ucap Syam.


"Kok ga ada yang keluar ya nak," ucap ibu.

__ADS_1


"Kayanya ga ada orang deh bu, coba aku telpon kak Doni deh," ucap Syam langsung mengeluar kan ponselnya dari saku celananya.


📱"Halo kak, kakak lagi dimana?" tanya Syam.


📱"Iya kenapa dek, kakak lagi di rumah ibu mertua," ucap Doni.


📱"Kami ada di depan rumah kakak, ya sudah kami ke sana. Sekalian silaturahmi sama ibu dan bapak," ucap Syam.


📱"Iya dek, kakak tunggu di sini ya," ucap Doni menutup telponnya.


"Kata kak Doni, dia lagi di rumah ibu mertuanya, kita ke sana aja kali bu. Sekalian kita silaturahmi, udah lama banget kan kita ga ketemu sama ibu dan bapaknya kak Mila," ucap Syam.


"Kak Mila apa Sandra?" ucap ibu sedikit menggoda Syam.


"Masa lalu bu," jawab Syam melangkah keluar teras rumah Doni.


"Ayo ah, ga enak kalau terlalu malam," sambung Syam.


Mereka memilih untuk berjalan menuju rumah orang tua Mila karna jaraknya yang memang dekat hanya terhalang 2 rumah dari rumah Mila.


"Pak Suryo istirahat aja, kami mau ke rumah orang tua kak Mila dulu. Mau jalan kaki aja karna dekat dari sini," ucap Syam.


"Iya pak," ucap pak Suryo.


"Pa, kita mau kemana?" tanya Salma.


"Kita mau ke rumah orang tua tante Mila sayang, orang tua mama Sandra juga," ucap Syam menjelas kan.


"Oh, jadi mama Sandra aslinya dari Bandung juga pa," ucap Salam.


"Iya sayang, tante Mila sama mama Sandra itu adik kakak. Papa minta nanti kamu jangan panggil mama Sandra dengan sebutan mama ya, nanti mereka bisa salah paham," ucap Syam.


"Iya pa, jadi mereka kakek nenek aku juga dong pa. Tapi kalau aku panggil nenek sama kakek boleh kan pa," ucap Salma.


"Nanti kita tanya dulu, orangnya mau ga kalau di panggil dan di anggap kakek dan nenek kamu," ucap Syam.


"Iya pa," jawab Salma singkat.


Tak lama mereka pun sampai di depan rumah orang tua Mila, hati Syam merasa ragu untuk mengetuk pintu rumah karna mengingat apa yang pernah terjadi antara Syam dan Sandra dulu.


"Di rumah ini terlalu banyak kenangan antara aku dan Sandra dan di saat ibu menolak ku untuk meminta Sandra bisa kembali pada ku dan menerus kan cerita bersama ku, ibu yang tidak pernah mau mendengar penjelas dari ku tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ku," batin Syam.


"Ayo Syam, ketuk pintunya jangan cuma melamun aja," ucap ayah menyadar kan Syam dalam lamunannya.

__ADS_1


"Eh iya, maaf," ucap Syam lalu mengetuk pintu rumah orang tua Mila yang tata letak halaman rumah dan terasnya masih sama seperti dulu saat Syam masih sering ke rumah itu.


Tok tok tok.


"Assalamu'alaikum," ucap Syam.


"Itu pasti Syam, aku bukain pintu dulu ya mas," ucap Mila saat mendengar suara ketukan pintu sementara Doni masih duduk di ruang keluarga bersama ibu.


"Walaikumsalam," ucap Mila membuka kan pintu rumah lebar-lebar, lalu mencium punggung tangan ayah dan ibu mertuanya.


Salma dan Syam mengikuti Mila, mencium punggung tangan Mila.


"Mari silah kan masuk, mas Doni dan ibu sudah menunggu di dalam," ucap Mila.


Syam dan yang lainnya ikut masuk ke dalam rumah mengikuti Mila.


Segera Syam mencium punggung tangan ibu Mila yang sempat menjadi calon mertuannya.


"Apa kabar bu" sapa Syam.


"Alhamdulillah ibu sehat nak, oh iya ini siapa anak cantik dan manis?" tanya ibu Neni.


"Aku Salma nek, anaknya papa Syam," jawab Salma.


"Syam anak mu udah besar ya, eh dulu nikah duluan kamu apa Sandra ya? ibu lupa," tanya bu Neni dengan nada sindiran.


"Hanya selang satu minggu bu, duluan Sandra tapi aku terlebih dahulu memiliki anak," ucap Syam mencoba menepis kenyataan kalau Salma bukan anak kandungnya.


Terdengar suara anak kecil yang tertawa riang di halaman belakang membuat Salma penasaran.


"Suara siapa itu pa?" tanya Salma.


"itu suara anak-anak om yang lagi main di halaman belakang, ada anak tante Sandra juga di sana," jawab Doni karna Syam memang tidak tau itu suara siapa.


"Boleh aku ikut main sama mereka om? Dari pada aku ikut ngobrol sama para orang tua, nanti aku ga tau apa yang di bicara kan," ucap Salma memang biasanya seperti itu jika Syam sedang ada obrolan dengan orang tuanya, Salma selalu memisah kan diri.


"Boleh, ayo tante antar ke halaman belakang ketemu anak-anak," ucap Mila.


"Pa aku main dulu ya," ucap Salma meminta izin.


"Iya nak," jawab Syam singkat.


Salma dan Mila pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju halaman belakang rumah ibunya yang memang ada 2 anak laki-lakinya yang kini sudah beranjak ramaja dan anak Sandra yang baru menginjak bangku sekolah dasar.

__ADS_1


__ADS_2