Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 169.


__ADS_3

"Katanya papa mau nyusul tapi ternyata sampai aku pulang pun papa masih belum pulang," gerutu Salma kesal saat pulang tidak melihat Syam ada di rumah.


Salma menunggu di teras depan sampai Syam pulang, di tempat lain Syam masih sibuk dengan segala laporan yang ada di resto. Sampai lewat magrib Salma menunggu Syam di teras depan tapi Syam masih belum pulang juga.


"Baru kali ini papa buat aku kecewa, aku menunggu papa dari siang di panti sampai malam gini tapi papa masih belum pulang juga. Mungkin papa sibuk sampai lupa janjinya sama aku," gerutu Salma terus menunggu Syam di teras depan sampai akhirnya bi Narti pun datang menghampiri Salma.


"Non, mau makan malam sekarang atau nanti?"


"Nanti aja bi, aku tunggu papa pulang,"


"Tunggu di dalam aja, di luar anginnya kencang ga bagus untuk kesehatan,"


"Ga apa-apa bi, aku di sini aja tunggu papa pulang,"


"Ya sudah bibi masuk dulu ya, kalau butuh apa-apa bibi ada di dapur,"


"Iya bi,"


Sepeninggalan bi Narti, Salma merasa badannya lemas karna Salma yang belum makan dari siang dan di luar angin memang sedang kencang.


"Badan ku kok lemas gini ya agak panas juga


, perut ku juga sakit. Mungkin karna aku belum makan dari siang jadi lemas gini, papa mana sih kok ga pulang-pulang," batin Salma.


"Kepala ku kok pusing ya, mata ku juga kunang-kunang," ucap Salma berdiri dari tempat duduknya dan mulai kehilangan keseimbangan.


Salma pingsan dan terbaring di lantai teras depan rumah, orang rumah tidak ada yang mengetahui Salma pingsan karna tidak ada lagi orang yang keluar rumah.


Saat mobil yang di tumpangi oleh Syam mulai masuk ke garasi mobil, Syam melihat Salma tergeletak di lantai. Dengan cepat Syam turun dari mobil dan berlari menghampiri Salma.


"Salma, bangun nak. Kamu kenapa nak,"

__ADS_1


"Salma,, Salma,, bangun nak,"


Syam panik, langsung menggendong Salma dan membawanya ke rumah sakit karna badan Salma demam tinggi.


"Pak, kita ke rumah sakit sekarang,"


"Iya pak,"


Syam membawa masuk Salma ke dalam mobil dan pak Suryo segera menjalan kan mobilnya ke luar garasi dan langsung menuju rumah sakit.


"Lebih cepat lagi ya pak," ucap Syam semakin panik dengan kondisi Salma yang tak kunjung sadar kan diri.


Setibanya di rumah sakit, pak Suryo berhenti di depan pintu masuk IGD agar Syam bisa langsung turun dan membawa Salma ke dalam. Sedang kan pak Suryo langsung memarkir kan mobil di parkiran mobil.


"Sus tolong, anak saya pingsan. Badannya demam tinggi," ucap Syam dengan panik meminta suster untuk segera memastikan kondisi Salma.


Salma di baring kan di ranjang, dengan rasa khawatir Syam terus mencoba membangun kan Salma yang masih belum sadar kan diri.


Dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Salma, suhu tubuh Salma memang tinggi mencapai 39,6°C. Dokter meminta suster untuk memasang infus di tangan Salma.


"Bagaimana ke adaan anak saya dok?" tanya Syam khawatir dengan keadaan Salma.


"Pasien hanya demam biasa, nanti saya periksa lagi setelah pasien sadar. Suster sudah pasang infus agar pasien tidak kehilangan banyak cairan di tubuhnya," jawab dokter menjelas kan.


"Saya tinggal dulu, mau periksa pasien lain. Kalau pasien sudah sadar segera panggil suster," sambung dokter lalu pergi meninggal kan Syam.


Syam kembali duduk di dekat Salma dan memegang erat tangan Salma, Syam terus menunggu sampai Salma sadar dari pingsannya. Ada satu hal yang membuat Syam teringat pada Indri, di tempat yang sama Syam pernah menunggu Indri sadar dari pingsannya.


Tak lama Salma pun sadar kan diri, dengan cepat Syam memanggil dokter untuk kembali memeriksa Salma. Salma pun di periksa dengan apa yang di keluh kannya saat ini.


"Gimana dok keadaan anak saya sekarang?" tanya Syam.

__ADS_1


"Pasien hanya sakit lambung karna telat makan dan demam biasa saja, nanti setelah cairan infus habis pasien boleh pulang," jawab dokter.


Dokter pun kembali pergi meninggal kan Syam seorang diri, Syam merasa lega dengan jawaban dari dokter. Tak lama suster datang memberi kan obat lambung untuk Salma.


"Kalau perutnya udah enakan dan demamnya udah turun, pasien boleh pulang setelah cairan infusnya habis," ucap suster setelah memberi kan obat lambung pada Salma.


Syam kembali duduk di dekat Salma yang masih berbaring setelah suster pergi, Syam mencoba bicara pada Salma dengan apa yang sudah menimpanya hari ini.


"Salma sayang kenapa kamu bisa sampai pingsan di teras rumah?"


"Aku tuh nunggu papa dari siang, katanya papa mau nyusul ke panti tapi papa ga datang. Jadi aku tunggu papa pulang di teras rumah, sampai aku lupa belum makan dari siang. Kepala ku sakit pa, perut juga sakit. Karna papa belum pulang juga tadinya aku mau masuk ke dalam tapi mata ku kunang-kunang terus kepala juga pusing banget, aku ga ingat apa-apa lagi deh. Tau-tau udah ada di sini aja," ucap Salma menjelas kan.


"Maaf kan papa ya sayang, dari pagi papa sibuk banget nak. Tadi di resto ada sedikit masalah, jadi papa harus menyelesai kan semua masalahnya. Maaf kan papa ya nak, lain kali papa akan menepati janji papa," ucap Syam merasa bersalah pada Salma.


2 jam berlalu, akhirnya Salma bisa pulang setelah Syam menyelesai kan segala administrasi dan mengambil obat untuk di rumah.


Sesampainya di rumah sudah ada bi Narti yang menunggu Salma di luar karna bi Narti pikir Salma pergi dari rumah.


"Assalamu'alaikum bi, lagi apa bibi di sini?"


"Walaikumsalam tuan, loh kok non Salma datang bareng tuan Syam? Bibi kira non Salma pergi dari rumah, tadinya bibi mau ajak non Salma untuk makan tapi pas bibi keluar non Salma nya ga ada,"


"Iya bi tadi saya pulang ternyata Salma pingsan jadi saya bawa ke rumah sakit langsung karna takut Salma kenapa-napa,"


"Ya sudah, bibi masuk. Salma juga mau istirahat dulu,"


Syam membawa Salma ke dalam kamarnya dan memintanya untuk istirahat, Syam pergi ke dapur untuk di buat kan teh manis sama bi Narti.


"Bi tolong buat kan saya teh manis ya, nanti di antar ke ruang kerja saya ya bi. Oh iya satu lagi, besok buat kan Salma bubur karna Salma belum bisa makan nasi. Nanti minta di ingat kan minum obat ya bi,"


"Iya tuan,"

__ADS_1


Syam pun pergi dari dapur dan berjalan menuju ruang kerjanya, Syam kembali membuka laptopnya dan mengerja kan pekerjaan yang belum selesai di kerja kan di resto tadi.


__ADS_2