Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 154


__ADS_3

Sehari sebelum hari pernikahan, Natasya masih belum bisa membicara kan hal yang pernah Ayu kata kan padanya.


Segala persiapan telah di siap kan sesempurna mungkin, semua sanak saudara Ayu datang untuk membantu acara pernikahan Ayu yang ke 2 kalinya. Para tetangga sudah datang untuk menghadiri acara syukuran di keluarga Ayu, sejak siang Ayu tidak bertemu dengan Natasya karna terlalu sibuk dengan persiapan pernikahannya besok.


Sejak 2 hari sebelum acara pernikahan, Ayu sudah mengambil cuti dari kantor sampai seminggu ke depan.


"Semoga semuanya lancar, tanpa ada gangguan sedikit pun," batin Ayu sengaja memanggil pelayan salon untuk perawatan di rumahnya agar terlihat lebih fresh saat acara pernikahannya.


Meski ini pernikahannya yang ke dua tapi Ayu tetap ingin yang terbaik di hari pernikahannya dengan Syam. Sedang kan Natasya terus memikir kan bagaimana dengan nasibnya nanti setelah punya papa baru karna bagi Natasya satu kebahagiaan bisa punya papa seperti Syam dan bahkan bisa punya kakak yang pandai seperti Salma. Karna Salma dan Syam menyayangi Natasya dengan ketulusan hatinya, membuat Natasya merasakan kasih sayang yang di beri kan oleh Salma dan Syam. Sedang kan Ayu hanya bisa menyayangi Syam tanpa mau memperdulikan Salma.


"Semoga mama bisa sayang sama kak Salma seperti mama sayang sama aku," batin Natasya.


Sementara di tempat lain, Syam mempersiapkan barang untuk hantaran di rumah Doni biar lebih dekat lebih cepat sampai ke rumah Ayu.


"Cuma ini aja hantarannya Syam?" tanya Doni.


"Iya kak, memangnya ada yang kurang ya kak," jawab Syam.


"Ga pakai kue sama buah-buahan Syam?" tanya Mila membungkus semua barang-barang hantaran.


"Memangnya harus pakai kak, kalau harus biar aku beli dulu," ucap Syam.


"Ga juga sih, ya... biar agak banyak aja hantarannya," ucap Mila.


"Oh iya, Sandra di undang ga?" tanya ibu tiba-tiba ingat pada Sandra.


"Udah di kasih tau sih bu, tapi ga tau datang apa ga soalnya Sandra lagi sibuk," ucap Mila.


"Bukannya ada kado dari Sandra ya," ucap Doni mengingat kan

__ADS_1


"Oh iya hampir aja aku lupa, Sandra sudah menitip kan kado pernikahan buat kamu. Sandra takut ga bisa datang soalnya jadwal praktek yang cukup padat," ucap Mila bercerita singkat lalu berjalan untuk mengambil kado dari Sandra untuk Syam.


"San, andai ini pernikahan kita. Aku pasti bahagia banget bisa nikah sama kamu dan hidup sama kamu, kita bisa membesar kan anak-anak kita bersama," batin Syam berangan-angan.


Di lubuk hati Syam yang paling dalam masih ada sandra yang bertahta dan bertahan meski pun telah lama berpisah dan Sandra sudah memiliki keluarga tapi Syam masih berharap bisa kembali pada Sandra.


Semua persiapan sudah selesai tapi Syam tetap merasa ragu pada Ayu, apa lagi setelah Syam melihat jelas penolakan yang di laku kan oleh Ayu terhadap Salma.


Mila membawa kado-kado dari Sandra dan Ryan lalu menyimpannya di antara hantaran yang akan di bawa besok.


"Waahhh banyak sekali kado dari mama Sandra dan papa Ryan, jadi penasaran isinya apa," ucap Salma.


"Jangan dong, biar di bukanya nanti sama pengantin setelah acara selesai," ucap ibu.


"Salma senang mau punya mama baru? Kan mama Sandra dan papa Ryan hanya sebutan aja bukan jadi mama sungguhan untuk Salma," tanya Mila.


"Aku senang dong, akhirnya aku punya mama yang bisa aku bangga kan dan bisa mengantar ku kemana pun aku pergi. Aku punya tempat untuk bercerita kaya teman-teman ku di sekolah, mereka selalu bercerita pada mamanya tentang apa yang terjadi di sekolah dan mengantar setiap ada acara apa pun di sekolah. Aku pun ingin seperti mereka, bukan hanya papa yang ku punya tapi papa tetap jadi papa terbaik buat aku," ucap Salma lalu memeluk Syam.


"Bisa aja ni anak," ucap Syam membalas pelukan Salma.


Keesokan harinya semua orang sudah bersiap berbaju rapih untuk mengantar Syam ke rumah Ayu tapi Syam masih tidur nyenyak, berbeda dengan pernikahannya dengan Indri. Syam yang mempersiap kan segala sesuatu saat pernikahannya dengan Indri tapi saat ini Syam malah tak bersemangat saat hendak akan menikah.


Melihat semua orang sibuk dengan tugas masing-masing, Salma yang memang sudah siap dan sudah memakai baju yang sudah di siap kan untuknya. Salma tidak melihat Syam dimana pun, akhirnya Salma memilih untuk melihat Syam di kamar.


Tok tok tok.


"Papa, sudah bangun," ucap Salma dari balik pintu kamar.


Karna tidak ada jawaban dari Syam, Salma pun masuk ke dalam kamar dan melihat Syam yang masih tidur pulas.

__ADS_1


"Papa bangun, ini kan hari pernikahan papa sama mama Ayu. Kenapa papa masih tidur," ucap Salma menggoyang kan badan Syam yang terbungkus selimut tebal.


"Iya sayang, papa ga enak badan," ucap Syam dengan suara bindeng, Salma memegang kening Syam dengan telapak tangannya ingin memastikan kondisi papanya.


"Ya ampun badan papa panas banget, aku panggil kan nenek dulu ya," ucap Salma segera berlari menemui neneknya.


"Neeeeekkk, nenek," teriak Salma.


"Ada apa nak kenapa teriak-teriak," ucap ibu.


"Badan papa panas banget nek, papa masih tidur di kamar," ucap Salma panik, ibu dan Salma segera pergi ke kamar untuk mengecek kondisi Syam.


"Kamu ini Syam, mau nikah kok malah demam," ucap ibu setelah meraba kening Syam.


"Sejak kemarin sore aku udah mulai ga enak badan bu, dari semalam badan ku demam. Kak Mila punya obat penurun panas ga ya, biar panasnya turun jadi acara pernikahan tetap bisa berlangsung," ucap Syam.


"Salma tolong tanya kan pada tante Mila, ada obat penurun panas apa tidak," ucap ibu lalu Salma langsung mencari Mila dan bertanya apa yang di perintah kan oleh neneknya.


Salma membawa segelas air putih dan obat penurun panas, Syam langsung meminum obat yang di bawa oleh Salma. 5 menit setelah meminum obat, Syam bersiap untuk berangkat ke rumah Ayu dengan badan yang masih panas.


...***...


3 hari sebelum acara pernikahan Syam dan Ayu, Sandra hanya bisa mengirim kado pernikahan pada Syam. Sandra sengaja membeli kado dengan Ryan dan El. Mereka berkeliling di mall mencari kado yang cocok untuk kado pernikahan Syam dan Ayu sejak jauh-jauh hari.


"Kita beli apa ya untuk kado pernikahan Syam dan calon istri barunya," ucap Sandra terus melihat-lihat di setiap toko yang di lewatinya di mall.


"Dulu kan dia kasih kita kado rumah, sekarang kita kasih kado apartemen aja. Gimana?" tanya Ryan.


"Tapi kan rumahnya kita jadi kan taman bacaan, kalau kita kasih kado apartemen apa Syam mau terima. Pasti dia ga akan mau sayang, kita kasih kado yang biasa aja deh biar bisa di terima oleh Syam dan calon istrinya. Jadi bisa bermanfaat juga," jawab Sandra.

__ADS_1


Akhirnya Sandra memilih satu toko yang menjual peralatan rumah tangga, Sandra memilih beberapa barang dan sekalian minta di bungkus. Sandra langsung mengirim semua kado ke rumah Mila karna Mila memberi tau kalau iringan pengantin pria akan berangkat dari rumah Mila.


__ADS_2