
Ayu tetap melanjut kan resepsi tanpa adanya Syam. Setiap tamu yang datang terus bertanya dimana mempelai pria membuat Ayu merasa malu karna tak banyak yang bilang Ayu menikah gaib, halu dan lain-lain, berbagai omongan tersebar di kalangan para tetangga karna setelah akad Syam pergi dari rumah Ayu.
"Ini semua gara-gara Syam, kenapa juga dia harus sakit di saat hari penting seperti ini. Aku jadi bahan omongan para tetangga dan semua tamu undangan, liat aja nanti setelah acara selesai akan ku susul kamu ke rumah sakit. Cuma demam aja lebay banget pake di bawa ke rumah sakit segala, minum obat aja kan bisa," batin Ayu tak terima atas perlakuan Syam yang meninggal kan acara pernikahan.
Sebagian orang pulang ke rumah Doni, menunggu kabar dari Doni tentang kondisi Syam. Salma terus ikut kemana pun Syam di bawa pergi, karna Salma merasa khawatir dengan keadaan Syam saat ini.
Syam langsung di bawa ke IGD rumah sakit terdekat dan langsung mendapat kan penanganan dari dokter dan suster. Salma dan Doni menunggu tak jauh dari tempat Syam berbaring.
"Gimana keadaan adik saya dok?" tanya Doni.
"Kita cek darah dulu ya pak, agar tau pasien sakit apa. Perkiraan saya antara tipus sama DBD, tapi nanti kita lihat dulu hasil laboratoriumnya ya biar lebih jelas juga," ucap dokter.
"Biasanya berapa lama keluar hasilnya dok?" tanya Doni.
"Antara 30 menit atau satu jam pak, biar kan pasien istirahat dulu tadi saya sudah kasih obat lewat cairan infus," jawab dokter.
"Saya permisi pak, mau periksa pasien lain," sambung dokter pergi meninggal kan Doni dan Salma.
"Papa pasti kuat kan om, aku takut papa kenapa-napa om," ucap Salma mulai menetes kan air mata.
"Papa mu ga apa-apa sayang, dia cuma butuh istirahat. Setelah istirahat pasti papa mu sehat lagi, kita doa kan sama-sama ya agar papa mu cepat sehat kembali dan cepat pulang," ucap Doni mengusap rambut panjang Salma.
Satu jam berlalu, dokter datang kembali di dampingi oleh suster yang membawa hasil dari laboratorium.
"Gimana dok?" tanya Doni.
"Begini pak, dari hasil laboratorium pasien ternyata mengalami tipus. Sebaiknya pasien di rawat agar kita bisa pantau terus keadaannya," ucap dokter.
Syam masih mengenakan kemeja yang ia pakai saat akad nikah, Salma terus berada di samping Syam yang masih tidur. Sedang kan Doni mengurus semua administrasi agar Syam bisa mendapat kan ruangan rawat inap.
30 menit berlalu akhirnya Syam di pindah kan ke ruang rawat inap yang sudah di pilih oleh Doni.
"Maaf sudah merepot kan kakak," ucap Syam.
"Tidak repot dek, semoga kamu cepat sehat ya," ucap Doni.
"Papa cepat sehat ya biar kita bisa pulang," ucap Salma.
__ADS_1
"Iya sayang," ucap Syam mengusap rambut panjang Salma.
"Tadi kakak udah kasih kabar ke orang rumah kalau kamu di rawat di sini, nanti ayah dan ibu ke sini di antar pak Suryo sekalian bawa baju ganti buat kamu," ucap Doni.
"Iya kak terima kasih, oh iya acara pernikahannya gimana ya? Aku sadar ga sadar pas akad tadi," ucap Syam.
"Ga tau juga, kakak jadi kurang respek sama keluarga Ayu. Melihat cara mereka yang terlalu memaksa kan kehendak, egois. Udah tau orang sakit masih aja di paksa nerusin acara," ucap Doni ungkap kan rasa kesalnya.
"Aku juga menyesal udah nikah sama Ayu, sejak awal aku ragu sama Ayu kak tapi aku buang jauh-jauh rasa ragu itu demi kebahagiaan Salma. Tapi ternyata aku memang sudah salah pilih," ucap Syam.
"Maaf kan aku ya pa, gara-gara aku papa jadi begini," ucap Salma merasa bersalah pada Syam.
"Ga apa-apa nak, ini bukan salah mu," ucap Syam.
Ayah dan ibu pun datang membawa baju ganti untuk Syam dan Salma serta membawa makan untuk Doni dan Salma.
"Gimana keadaan mu nak?" tanya ibu meletak kan tangan di kening Syam.
"Jauh lebih baik bu tadi udah minum obat dari dokter, cuman masih agak pusing aja," jawab Syam.
"Mama Ayu telpon aku pa," ucap Salma.
"Jangan di angkat, biar kan aja," ucap Syam.
Berkali-kali Ayu menghubungi Salma namun Syam melarangnya untuk menjawab panggilan dari Ayu.
Di tempat lain Ayu sudah berganti pakaian karna tamu sudah tidak ada yang datang lagi, Ayu kesal karna telponnya tidak ada yang di respon satu pun.
"Bapak sama anak sama-sama ngeselin, di telpon dari tadi ga ada yang mau jawab satu pun. Apa aku tanya sama Mila aja ya?" gerutu Ayu lalu segera menghubungi Mila.
📱"Halo, Mil kamu lagi dimana?"
📱"Aku di rumah, kenapa?"
📱"Kamu tanya kenapa? Syam dimana?"
📱"Syam di rumah sakit, dia di rawat. Kata suami ku Syam sakit tipus,"
__ADS_1
📱"Syam di rawat dimana Mil, aku harus menemani Syam. Aku kan istrinya jadi aku harus merawatnya,"
📱"Kalau kamu memang merasa jadi istrinya, harusnya kamu perduli sama kondisi Syam tadi. Kamu dan keluarga mu terlalu mementingkan rasa malu terhadap omongan tetangga dari pada perduli sama keadaan Syam,"
📱"Ga usah ceramah dulu Mila, sekarang Syam di rawat dimana,"
📱"Syam di rawat di rumah sakit Borromeus tapi aku ga tau dia di rawat di ruangan mana,"
📱 "Terima kasih infonya, aku akan mencarinya ke sana,"
Ayu menutup telponnya dan segera pergi ke rumah sakit setelah membersih kan riasan di wajahnya.
"Kamu mau kemana Yu?" tanya Alam.
"Aku mau cari Syam, kata Mila Syam di rawat di rumah sakit. Syam kena tipus kak jadi aku mau ke rumah sakit cari Syam," ucap Ayu buru-buru keluar rumah dan segera naik ke dalam mobilnya.
"Laki-laki sudah bikin malu keluarga, masih aja di cari. Kapan kamu berubahnya sih Yu," gerutu Alam terus melihat kepergian Ayu.
15 menit perjalanan, Ayu pun sampai di parkiran rumah sakit dan segera masuk ke lobi lalu mencari bagian informasi.
"Mba saya mau cari pasien atas nama Syamudra Lesmana yang baru masuk tadi siang," tanya Ayu.
"Sebentar ya bu, saya cari kan dulu," petugas informasi mencari data di komputernya.
"Bapak Syamudra Lesmana ada di kamar Vvip gedung carolus lantai 5," sambung petugas informasi.
"Terima kasih ya mba," ucap Ayu langsung mencari ruangan yang di maksud oleh petugas informasi.
Ayu menggunakan lift menuju kantai 5 gedung carolus dan bertanya kembali pada satpam di depan ruangan.
"Maaf bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Satpam.
"Saya mau cari pasien di ruangan ini atas nama Syamudra Lesmana," ucap Ayu.
"Bapak Syamudra Lesmana ada di kamar 3505 bu, sebelah kanan. Silah kan," ucap pak satpam setelah melihat kertas daftar pasien di tangannya dan membukakan pintu untuk Ayu.
"Terima kasih pak," ucap Ayu langsung masuk ke dalam ruangan dan mencari kamar rawat Syam.
__ADS_1