
Istirahat kedua ~
Dion yang sibuk mencari keberadaan siswi yang bertabrakan dengannya tadi, tak terlihat sama sekali.
"Dia dimana ya?" Gumam Dion.
Sampai akhirnya, dia mencari keberadaan siswi tersebut sampai dihalaman belakang sekolah.
Halaman belakang sekolah terlihat sangat sepi, hanya tersisa 1 murid perempuan yang duduk sendiri dibangku sambil sibuk membaca buku yang menutupi wajahnya.
"Apa dia?" Gumam Dion dengan berjalan sangat pelan mendekati siswi tersebut.
Ia menyentuh pelan pundak siswi tersebut, sang pemilik pundak terkejut dan langsung menoleh kearah belakang.
"Akhhh!!!" Teriak keduanya.
"Elo!! Ngagetin aja" ucap siswi perempuan seraya memukul Dion dengan buku yang ia pegang.
"Kenapa Lo sendirian disini hah!!, Lo ga takut apa disini sendirian, sepi" ucap Dion merasa aneh dengan siswi tersebut.
Yaps benar, siswi tersebut adalah Lala, Lala memang suka tempat yang sepi, ia lebih suka menyendiri.
"Masalah buat Lo?" Jawab Lala.
"Serah Lo deh, ngerusak suasana hati gue aja" balas Dion lalu pergi meninggalkan Lala sendiri.
'dia lagi, dia lagi' batin Dion sambil menendang batu didepannya dengan kesal.
Batu tersebut melayang, dan mengenai dagu seseorang.
"Aww!! Siapa sih yang ngelempar batu sembarangan!!" Pekik seseorang tersebut yang tepat berada didepan Dion.
Sontak Dion langsung menatap ke depan, dan betapa terkejutnya Dion saat melihat seseorang tersebut adalah siswi yang ia cari cari.
__ADS_1
"Ma-maaf" ucap Dion dengan berlari mendekat kearah siswi tersebut.
"Lo lagi" ucap siswi tersebut.
"Maaf, gue tadi kesel jadi nendang batu, ehh malah kena elo" ucap Dion.
"Heem" jawab siswi tersebut hendak berjalan melewati Dion, tetapi Dion segera memegang tangannya sampai akhirnya keduanya saling tatap dengan jarak begitu dekat.
"Ihh apaan sih!" Ucap siswi tersebut dengan menepis tangan Dion dan berjalan mundur.
"Nama Lo siapa?, Lo kelas berapa?" Tanya Dion.
"Lo anak baru?" Tanya siswi tersebut.
"Iya, gue anak baru" jawab Dion.
"Oh" saut siswi tersebut dan berjalan menghindari Dion.
Tetapi Dion tetap mengekori siswi tersebut.
"Siapa nama Lo?" Tanya Dion sekali lagi.
'nih anak kalo ga gua kasih tau nama gue, pasti ngikutin gue terus' batin siswi tersebut.
"Yara!" Jawab singkat siswi tersebut.
Ya, siswi yang Dion cari cari adalah Yara, entah kenapa secepat itu Dion jatuh cinta pada Yara, dia masih belum tau kalau Yara adalah kekasih sepupunya.
"Ohh, Salken ya, gue Dion anak kelas XI C MIPA" ucap Dion dengan tersenyum.
Yara membalasnya dengan senyuman pahit, lalu melanjutkan tujuannya menuju ke kelasnya.
Selang beberapa menit, bel masuk berbunyi.
__ADS_1
*****
Jam pulang telah tiba, Lala berjalan santai menuju ke parkiran, karena Willy telah berjalan mendahuluinya.
Saat Lala berjalan sendiri, tiba tiba Yara menghampiri Lala dan berjalan disebelahnya
"La" panggil Yara. Lala pun menoleh kearah Yara.
"Ya?" Jawab Lala dengan menaikkan satu alisnya.
"Gue bolehkan main sama Lo lagi?" Tanya Yara.
"Boleh, siapa yang ga ngebolehin" jawab Lala tanpa ekspresi.
"Ehehe gue ngehindar dari Lo sih" balas Yara dengan tertawa garing.
"Jessica kemana emang?" Tanya Lala penasaran, karena seharian ini, Lala hanya melihat Yara sendiri tanpa Jessica.
"Jessica ke luar kota" jawab Yara.
Lala membalasnya dengan ber 'oh' ria.
Disebrang sana, seorang remaja laki laki terus mengamati gerak gerik Yara dan Lala dari kejauhan, dengan sesekali tersenyum miring.
Sampai akhirnya, keduanya telah sampai diparkiran, Lala naik keatas motor Willy, lalu melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Yara sendiri.
Tak lama, Yara naik keatas motor remaja laki laki yang terlihat begitu dekat dengannya, siapa lagi kalau bukan Raja, karena sekarang Raja dan Yara sudah berbaikan.
Seseorang yang mengamati Yara sedari tadi, ia merasa kesal melihat Yara berboncengan dengan laki laki yang tak ia kenali, ya karena wajahnya yang tertutup helm.
"Siapa sih dia!!, Pokonya Yara harus jadi milik gue" gumam seseorang tersebut dengan tatapan penuh ambisi.
Tanpa pikir panjang, ia pun langsung bergegas pulang menaiki motornya.
__ADS_1
~•~