Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Ikhlas itu bohong!


__ADS_3

Siang hari ~


Gadis cantik tersebut, duduk dipinggir kolam, badannya sudah kembali sehat hanya saja masih lemas.


Dia duduk dipinggir kolam dengan memasukkan kakinya kedalam air, tangannya memegang sebuah buku diary, apapun masalahnya, ia slalu menuliskan kisahnya dibuku tersebut.


Ia menuliskan sebuah kalimat motivasi, kata demi kata ia tulis, hingga tiba tiba suara deep yang tak asing ia dengar memanggil namanya.


Sontak ia menutup buku tersebut dan menoleh kearah sumber suara yang jelas memanggilnya.


"Ya?"


"Udah sehat?"


Lala hanya mengangguk, ia berdiri dari duduknya dan menuju kamarnya untuk menaruh buku diary miliknya.


Setelah menaruh bukunya, ia kembali ke lantai bawah untuk menemani Raja yang berniat menjenguknya.


"La gue seneng banget liat lo udah sehat"


"Iya"


Mereka melanjutkan mengobrol, hingga tiba tiba Raja melihat benda yang dipakai oleh Lala, kalung liontin pemberian Leo masih berada di leher Lala.


Saat Raja masih fokus menatap kalung itu, Lala menyadarinya, ia pun memasukkan kalung tersebut kedalam baju nya.


"Maaf" ucapnya lirih.


Raja terdiam, entah apa yang harus ia ucapkan, sebenarnya hatinya sakit, ia cemburu melihat kalung liontin yang dipakai Lala sedangkan cincin pemberiannya tak dipakai.


Ingin marah, namun itu tak mungkin, jika Raja marah mungkin Lala akan semakin membencinya.


Raja menghela nafas dan mengangguk "iya gapapa" senyumnya sungguh getir.


"Gue tau kalo elo mungkin masih belum ikhlas akan kepergian mantan pacar elo itu" ucapnya dengan suara pelan.

__ADS_1


"Ikhlas itu bohong, gue hanya terpaksa lalu terbiasa, mungkin hanya susah aja untuk melupakannya, melupakan semua kenangan dan melepas barang pemberiannya" jelas Lala dengan melepas kalung liontinnya.


"Iya gue tau, dulu gue juga begitu, selama apapun itu, gue akan tunggu elo bisa ikhlasin dia, gue juga akan tunggu cinta dari lo"


"Iya gue akan berusaha"


Tak ada percakapan lagi diantara keduanya, Lala ingin menuju ke taman bermain didekat rumahnya, taman bermain saat dirinya pertama kali bertemu dengan Leo diwaktu kecil.


"Jangan sayang, kalo kamu kesana kenangan kamu sama Leo akan terus melekat dan kamu akan susah untuk membuka hati untuk Raja"


"Tapi ma"


"Udah gapapa tante, selama apapun Lala ikhlasin Leo, Raja akan tetap setia menunggu cinta Lala"


"Boleh kan ma Lala ke taman?"


pasrah Yuri mengangguk menyetujuinya, Lala dan Raja pun bergegas menuju taman bermain tersebut, jaraknya tak terlalu jauh, mereka kesana hanya dengan berjalan kaki.


Sesampainya disana, Lala menaiki ayunan kesukaannya, meskipun ayunannya sudah banyak berubah tak lagi seperti dulu.


Raja pun mendorong ayunan tersebut perlahan lahan, mencoba membuat Lala bahagia dengan cara yang sederhana.


Lala tersenyum saat Raja mendorong ayunannya, sesekali menoleh kebelakang untuk menatap Raja.


"Gue sayang sama elo la"


Lala hanya diam.


"Gue cemburu kalo elo masih pake barang pemberian Leo, gue juga cemburu kalo elo deket sama Dion, gue tau kalian sahabat, tapi bagaimanapun juga kita udah tunangan, elo sebentar lagi udah jadi milik gue" ucap Raja dengan nada lembut.


"Elo kan tau kalau gue akan jadi milik elo, tapi kenapa elo masih cemburu? kita udah tunangan yang artinya sebentar lagi kita akan nikah, kita akan saling memiliki, trus kenapa elo harus cemburu ke Dion seseorang yang jelas hanya sahabat gue bahkan dia juga ga bisa milikin gue"


"Ga usah cemburu ke seseorang yang ga bisa milikin gue ja, elo udah tunangan sama gue aja udah untung, walaupun gue deketnya sama Dion sedangkan Dion yang deket sama gue ga bisa milikin gue"


"I-iya"

__ADS_1


15 menit lamanya, Lala dan Raja memutuskan untuk kembali kerumah, Lala yang terlihat sangat lelah, akhirnya Raja pun menggendong Lala sampai kerumah.


Selama diperjalanan, Lala tak henti henti menatap wajah tampan Raja, pandangannya sedari tadi tak beralih sedikit pun.


'apa yang dia ucapin beneran ya? apa bener dia udah cinta sama gue tapi gue ga yakin, gue masih takut kejadian lalu terulang lagi, disaat gue udah jatuh cinta dianya malah ngejauhin gue' batinnya.


Lala terus membatin, Raja yang merasa ditatap oleh Lala sedari tadi, pipinya sangat merah dan jantungnya berdegup sangat kencang.


'gue malu diliatin Lala kayak gini, ga biasanya'


Ia memberanikan diri menatap balik wajah Lala, kini wajah mereka saling tatap hingga akhirnya Lala tersadar dan langsung membuang muka malu.


Sedangkan Raja, ia juga membuang muka dengan menahan tawa nya.


"Tatap aja gapapa la, yang lama juga gapapa, gue seneng"


Lala memutar bola matanya malas untuk menanggapi.


"Ntar kalo kita nikah, elo bisa sepuasnya liat wajah gue" goda Raja.


"Ogah! gue ga mau nikah dulu"


"Gue ga mau nikah muda, gue mau jadi wanita karir dulu"


"Elo kan bisa jadi wanita karir sambil ngurusin suami"


"Merepotkan" sinisnya.


"Ya ampun jahat banget" Raja tertawa kecil seraya mencubit hidung mancung Lala.


"Apaan sih ah, iseng" lala menepis tangan Raja dari wajahnya.


Tak terasa, mereka telah sampai dirumah, Raja menurunkan Lala disofa ruang tamu.


"Makasih" ucap Lala dengan nada jutek, Raja hanya membalasnya dengan anggukan.

__ADS_1


~•~


__ADS_2