Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
mengungkap rahasia


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah Willy ~


"Ayo masuk dulu di" ajak Lala.


"Ngga usah deh, gue takut dimarahin mama papa elo" jawab Dion dengan bergidik ngeri.


"Ngga Dio, ayo"


"Ngga deh ah, gue langsung pulang aja"


"Beneran?"


"Heem"


"Yaudah makasih ya, hati hati dijalan, oh ya besok gue balik ke Surabaya" ucap Lala.


"Iya sama sama, yahh..... jangan lupa sama gue ya meskipun elo punya temen baru, trus jaga kesehatan slalu, jangan lupa bahagia ya elo berhak bahagia, apa elo mau gue bahagia in?" ucap Dion dengan polosnya.


"Hah?" seketika Lala terdiam.


"Iya, gue bahagia in.... apa pun yang bisa bikin Lo bahagia gue bakal lakuin"


"Ya tuhan, bestie gue baik banget uwu, sayang elo banyak banyak deh ahaha" ucap Lala diiringi dengan tawa bahagia sekaligus memeluk erat tubuh Dion.


"Gue juga sayang sama elo" balas Dion dengan membalas pelukan Lala.


Keduanya berpelukan dengan bibir yang terus dihiasi dengan senyuman.


"Yaudah gue pulang ya" ucap Dion dengan melepas pelukannya.


"Iya, byee"


Dion pun kembali pulang ke rumahnya.


"Makasih di, elo bisa bikin gue bahagia meskipun dengan hal kecil, karena elo gue bisa lupa sama kesedihan gue" gumam Lala dengan terus memperhatikan Dion yang sudah mulai menjauh.


Setelah Dion tak terlihat lagi, barulah ia pun masuk kedalam rumah Willy dengan terus tertawa kecil mengingat hal menyenangkan yang ia lakukan bersama Dion.


"Eh anak mama udah pulang" ucap Yuri dengan berjalan menghampiri Lala yang baru saja datang.

__ADS_1


"Iya ma" jawab Lala dengan tersenyum.


"Wah bahagia banget nih kelihatannya, main kemana aja?" tanya Yuri seraya mengantarkan sang anak menuju kamarnya.


"Ke pantai ma hehe" jawab Lala.


"Wow"


Akhirnya keduanya telah sampai di kamar Lala, mereka pun memulai pembicaraan yang penting.


"Sayang, mama mau ngomong sama kamu"


"Iya ma silahkan"


Yuri pun menghela nafas berat lalu mulai membuka suara.


"Ini adalah rahasia yang mama pendam selama ini, mama mau kasih tau kamu dulu baru papa kamu" ucap Yuri.


"Apa ma?" tanya Lala mulai penasaran.


"Sebenarnya kamu punya kakak perempuan yang hanya beda 1 tahun setengah sama kamu" ucap Yuri membongkar rahasianya yang selama ini ia tutupi.


"Kenapa papa ga tau? ini beneran?" tanya Lala.


"Iya sayang, maafkan mama yang menutupi semua ini" ucap Yuri dengan air mata yang mulai jatuh.


"Terus kakak perempuan Lala dimana?"


"Itu dia, mama ga tau keberadaan dia dimana"


"di-dia anak papa apa bukan?"


"Dia bukan anak papa, tapi dia adalah anak mama dengan suami mama yang pertama, setelah bercerai.... mama meninggalkan anak mama disaat dia masih bayi" terang Yuri yang penuh penyesalan.


"Kenapa mama tega ninggalin dia disaat dia masih bayi?, Lala mau ketemu sama dia"


"itu semua karena mama lelah dengan mantan suami mama yang miskin, tapi sekarang mama sangat menyesal hiks...hiks"


"Kenapa mama memandang harta"

__ADS_1


"Entahlah sayang, tapi sekarang mama bukan lagi mama yang dulu yang hanya memikirkan harta"


"Mama ga berusaha cari dia?"


"Mama sudah mencari keberadaan dia di Bandung bahkan di Jakarta juga, tetapi tetap tak tertemukan, mama sudah bertanya tanya pada semua orang yang bersangkutan dengan mantan suami mama tetapi semuanya ga tau"


"Waktu mama meeting di perusahaan x mama bertemu dengan mantan suami mama, tetapi dia melarang mama bertemu dengan anak mama sendiri, dan dia pun pergi entah kemana"


"mama yang sabar ya, semoga kakak bisa segera bertemu sama kita" ucap Lala dengan memeluk tubuh sang mama.


"Iya sayang, mama beruntung masih punya kamu"


"Iya ma, udah mama jangan nangis lagi ya.... kalo ada waktu luang atau liburan kita cari bareng bareng ya, Lala mau berbagi cerita sama dia" ucap Lala yang langsung diangguki oleh Yuri.


"Yaudah ma, Lala mau mandi dulu ya"


"Iya sayang" jawab Yuri dengan mencium kening Lala, lalu keluar dari kamar Lala.


Setelah sang mama keluar dari kamarnya, ia pun masuk kedalam kamar mandi dan mulai membasuh badannya.


pikirannya terus tertuju dengan ucapan sang mama, ia terus memikirkan tentang kakak perempuannya, ia tak menyangka bahwa selama ini dia mempunyai kakak perempuan.


dia pun mulai curiga dengan Yara, ia berfikiran apakah Yara kakaknya atau bukan, karena keduanya seperti ada hubungan ikatan batin.


"Jika suatu saat kita ketemu, apa kamu akan benci sama mama?" Gumam Yuri memikirkan tentang anak perempuannya yang ditinggalkannya 18 tahun yang lalu.


"Mama ingin memeluk kamu nak, ingin melakukan banyak hal sama kamu" ucap Yuri dengan mengelus foto bayi anaknya.


****


Selesai mandi, ia pun merebahkan badannya diatas kasur king size nya sambil asik memainkan ponselnya.


Ia berkali kali tersenyum dan tertawa kecil saat membalas chattingan dari Dion, ia merasa sangat bahagia memiliki sahabat laki laki yang bisa membuatnya tertawa.


"Elo lucu banget sih di, kiyowo banget" gumam Lala dengan tertawa kecil saat melihat pap dari Dion.


Percakapannya dengan Dion terus berlangsung melalui handphone nya.


Awal bertemu, keduanya slalu bertengkar seperti Tom and Jerry yang tak pernah akur, sedangkan sekarang mereka berdua berhubungan sangat dekat dalam ikatan sebuah kata yaitu Sahabat.

__ADS_1


~•~


__ADS_2