
Setelah pesta besar tersebut, Raja dan Lala terbangun di pukul 9 pagi, badan mereka sangat sangat lelah, bahkan mereka sampai lupa kalau mempunyai bayi.
Terdengar suara tangisan Olivia yang sangat kencang, membuat Lala segera berlari menuju ke kamar Olivia dan terlihat kakak iparnya sedang menggendong Olivia, menenangkannya agar tak menangis.
"Eh kakak, maaf kak ngerepotin" ucap Lala.
"Iya gapapa kok, Olivia daritadi nangis terus, mungkin dia butuh asi" Jessie memberikan Olivia ke sang mama yaitu Lala.
Akhirnya, Lala pun menyusui Olivia agar tak lagi menangis, Jessie tersenyum melihatnya ada rasa iri dihatinya karena sudah sekian lama menikah tetapi dirinya masih belum mempunyai anak, tapi Jessie sangat menyayangi Olivia.
"Ehmm, kamu baru bangun kan.... kakak buatin minuman ya buat kamu" tawar Jessie.
"Ehh, ga usah kak terimakasih" tolak Lala.
"Ayolah kita minum coklat hangat berdua dipagi hari pasti seru"
Mau tak mau Lala pun mengiyakannya, "yaudah iya kak gapapa"
Jessie pun tersenyum senang dan langsung menuju ke dapur dan membuatkan segelas coklat hangat untuk dirinya dan Lala.
Lala yang sibuk menyusui, sedangkan Raja mandi bersiap siap untuk menuju ke kantor. Raja yang selesai mandi, dirinya langsung menghampiri Lala ke kamar Olivia dan melihat istrinya yang sedang menyusui.
"Sayang, aku berangkat kerja ya, baik baik dirumah" Raja mengelus rambut panjang Lala sembari mencium keningnya, tak lupa dia juga mencium pipi dan kening putrinya.
"Iya, hati hati dijalan" jawab Lala tersenyum.
Raja mengangguk lalu keluar dari kamar, lalu ia pun masuk kedalam mobil yang telah disiapkan satpamnya seperti biasa sebelum pergi keluar rumah.
Olivia yang sudah terlihat kenyang dan tak lagi menangis, akhirnya Lala menghentikan aktivitasnya menyusui Olivia, lalu membawanya ke ruang santai outdor belakang rumah sembari menunggu kakak iparnya disana.
"Kak, aku tunggu di belakang ya!" seru Lala saat melewati dapur.
"Iyaaa!!" jawab Jessie dengan berteriak agar Lala mendengarnya.
Baru saja duduk di kursi, tak lama selang 3 menit Jessie datang membawa 2 gelas coklat hangat dan langsung diberikannya pada Lala.
"Makasih" ucap Lala dengan tersenyum simpul.
"Iya sama sama"
"Oh ya btw, kak Raka mana?" tanya Lala.
"Ke Jakarta"
__ADS_1
"Kok mendadak banget, kapan berangkatnya?"
"Ga tau, tadi dia berangkat jam 5 pagi ke bandara"
"Ohh gitu, kakak kok ga ikut?" tanyanya lagi.
"Aku capek, mau istirahat disini aja ngobrol sama kamu terus main main sama Oliv"
Lala membalasnya dengan tertawa kecil, "ada acara apa kak Raka kesana?"
"Dia ada janji sama Dino, kamu tau kan Dino? kakaknya Dion"
"Oh iya iya, tau.... emang sih mereka deket banget kata Raja, persaudaraan mereka bikin iri hahahah" balas Lala dengan tertawa begitu juga kagum.
"Iya iri banget, aku anak tunggal ga punya saudara, dirumah selalu sendiri kesepian, mami papi selalu sibuk sama pekerjaan, cuma anjing aja jadi temen aku dirumah"
"Sama Kak, aku juga anak tunggal loh, bahkan mama sama papa ku dulu sempat mau cerai sampai aku kabur ke Jakarta karena udah males dengerin papa mama berantem terus, aku sekolah disana tinggal sama keluarga kak Willy, kakak sepupuku, dan dari situ ketemu sama Raja deh" ucap Lala.
"Tapi dulu aku dan dia ga bersatu karena beda hati, beda rasa, dulu aku suka sama dia tapi dia dulu adalah kekasih kakak kandung aku bahkan dia udah dijodohin sama kakakku dulu, tapi tuhan berkehendak lain, kakakku meninggal karena sakit leukimia, lalu dia berpesan kalau Raja harus menjagaku"
"Beberapa tahun aku sama Raja ga ketemu, dan saat ketemu keadaan kita sama, sama sama terluka. Raja ditinggal untuk selama lamanya sama kakak kandungku, dan aku ditinggal selama lamanya sama seseorang yang aku temui waktu kecil, sahabat sekaligus calon suami, dan kita mencoba bersatu untuk saling mengobati rasa sakit kita, dan akhirnya kita pun saling cinta"
Jelas Lala panjang lebar.
Keduanya berhenti bercerita, keduanya pun meminum coklat hangat tersebut sembari melihat Olivia yang tertawa dan tersenyum saat melihat Jessie.
"Cantik banget kamu nak" Jessie mencium gemas pipi Olivia.
"Katanya kan kamu anak tunggal, terus dia yang katanya kakak kandung kamu itu, gimana sih?"
"Jadi.... aku anak tunggal dari papa Irish, kalo kakakku itu beda ayah sama aku, aku aja baru tau kalau aku punya kakak kandung, mama sembunyiin ini bertahun tahun, dulu kakakku sebelum tau aku adik kandungnya, dia jahat banget sama aku ga suka kalo aku deket deket sama Raja, Raja adalah temen kedua aku sesudah Leo sahabat masa kecilku yang udah meninggal"
"Leo pindah ke Jakarta dan ga pernah ketemu sama aku lagi, dan aku ga pernah punya teman lagi sejak saat itu, hingga akhirnya Raja jadi temen aku tapi kakakku cemburu dia kira kita pacaran"
"Oh gitu ya, aku jadi penasaran sama kakak kamu, andai dia masih hidup mungkin kamu ga akan jadi istri Raja ya"
"Iya kak, mungkin aku jadi istri Leo, tetapi ternyata tanggal meninggal kakakku sama Leo sama, dihari yang sama dan tahun yang sama tapi bedanya Leo sore tapi kakakku pagi, yang lebih kasihannya lagi papanya kakakku sampai gila dan bunuh diri gara gara ditinggal kakak, dan juga keluarga Leo benci sama keluargaku karena mereka mikir kalau keluargaku yang menjadi penyebab meninggalnya Leo" jelas Lala.
"Ehh maaf kak jadi curhat" ucap Lala dengan menyengir, lalu meminum coklat hangatnya lagi.
"Iya gapapa, lanjut aja aku suka ngobrol bareng sama kamu, aku bahagia punya adik karena aku selalu kesepian dirumah, mama papa sibuk suami juga sibuk aku juga sibuk sih kadang, tapi seru main sama anak anak, pekerjaan yang menyenangkan" antusias Jessie.
"Kayaknya seru banget sih"
__ADS_1
"Aku boleh cerita juga ga?" tanya Jessie yang hanya diangguki oleh Lala.
"Dulu aku sempat tinggal sama kakek dan nenek di Belanda, disana aku 8 tahun dirawat, mama sama papa bahkan ga ngajak aku pulang, mereka sibuk banget sama pekerjaan, aku kurang kasih sayang, mereka cuma ngasih aku harta tapi tidak untuk kasih sayang, aku pingin merasakan seperti teman temanku" ucapnya.
"Liburan bareng keluarga, disuapin, dirawat, diantar dan dijemput, dan disayang sayang sama mereka, tapi entahlah semua itu ga bisa aku rasain, bahkan pas aku sakut dan aku berjanji pada diriku sendiri sesibuk apapun aku, aku ga mau anak aku nangi kurang kasih sayang sepertiku" jelasnya dengan air mata yang mengalir namun segera diusapnya.
Air mata mulai menggenang di sudut mata Lala, sedih rasanya mendengarkan nasib Jessie.
"Kakak yang sabar ya" Lala mengelus tangan Jessie. "Oh ya kakak mau gendong Oliv?" tawar Lala.
"Boleh?"
Lala mengangguk dan memberikan bayinya pada Jessie.
"Ceritain dong kak gimana kisah cinta kakak sama kak Raka" ucap Lala.
"Ga se unik kamu ceritanya, biasa aja. Dulu kan ada pertukaran mahasiswa di universitas x di Belanda, aku dulu sama dia berantem terus soalnya aku benci banget sama dia, dia cuma mahasiswa pertukaran bisa bisanya merebut perhatian dosen, karena biasanya aku sama dosen itu deket banget, tiba tiba dateng dia ehh malah dosen lebih deket sama dia, aku benci banget" jelasnya.
"Tapi pas lama lama entah perasaan cinta mulai muncul dihati aku, tapi aku malu buat ngungkapin ke dia, terus akhirnya Raka kembali ke Indonesia, aku sedih banget aku kangen, pingin DM dia malu. aku selalu liat liat postingan dia di Instagram, dan akhirnya aku ga tahan dan aku pun ungkapin perasaan aku, tapi dia malah ngejek aku ehh ternyata dia juga suka aku" tambahnya dengan tertawa juga diikuti dengan Lala.
Keduanya terlihat bersenang senang, tertawa bersama dan berbagi kisah.
****
Di malam hari tepatnya pukul 8 malam, Lala dan Raja berada di balkon sembari menggendong baby Olivia.
"Aku ga sabar liat baby Olivia tumbuh besar, kita merawat dia bersama sama dengan penuh kasih sayang" ujar Raja membayangkannya sembari melihat indahnya malam dengan bulan sabit.
"Iya aku juga ga sabar banget, secantik apa putri kita"
"Aku bayangin disaat Oliv umur 5 tahun kita piknik bareng di taman yang bagus, bercanda tawa, liburan bareng pasti seru banget" ucap Raja, haluannya sungguh dalam.
"Iya, aku bahagia banget dengan keluarga kecil kita ini, kerasa lengkap banget ada Oliv"
"Nambah lagi yuk" smirk Raja.
Lala pun terdiam, membuang muka jengah menatap Raja.
"Ayolah, udah lama loh ga buat baby"
"Ntar malem aja, nunggu Oliv tidur"
"Oke sayang" Raja mengecup sekilas bibir Lala.
__ADS_1
~•~