Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 170.


__ADS_3

"Bi tolong buat kan saya teh manis ya, nanti di antar ke ruang kerja saya ya bi. Oh iya satu lagi, besok buat kan Salma bubur karna Salma belum bisa makan nasi. Nanti minta di ingat kan minum obat ya bi,"


"Iya tuan,"


Syam pun pergi dari dapur dan berjalan menuju ruang kerjanya, Syam kembali membuka laptopnya dan mengerja kan pekerjaan yang belum selesai di kerja kan di resto tadi.


Syam memikir kan cara untuk menjauh kan pikirannya tentang Indah, Syam dan indah terpaut usia yang sangat jauh membuat Syam merasa minder untuk mendekati Indah.


Tok tok tok .


"Masuk,"


Bi Narsih membuka pintu ruangan kerja Syam dan masuk ke dalam membawa nampan dengan secangkir teh manis yang di minta oleh Syam.


"Permisi tuan, ini teh manis dengan sedikit gula," ucap bi Narsih meletak kan cangkir teh di meja kerja Syam.


"Iya bi, terima kasih. Kalau kerjaan bibi udah beres semua, bibi istirahat aja. Masih ada hari esok," ucap Syam menyeruput pelan teh yang masih panas.


"Iya tuan," ucap bi Narsih singkat lalu keluar dari ruangan kerja Syam dan langsung ke dapur untuk menyimpan nampan di tempatnya semula.


"Tuhan, apa salah jika aku mencintai wanita yang usianya jauh di bawah ku? Baru kali ini aku bisa merasa kan jatuh cinta lagi setelah patah hati terbesar karna berpisah dengan Sandra dan penyesalan terdalam karna sudah menyia-nyia kan Indri sampai Indri meninggal dunia, ah rasanya aku tak pantas untuk bisa mendapat kan kebahagiaan itu. Aku ingat umur aja, aku sama Indah udah kaya om sama ponakan. Di ibarat kaya kak Doni sama Salma aja," batin Syam.


...***...


6 bulan kemudian.

__ADS_1


Karna Salma sibuk dengan sekolahnya dan Syam sibuk dengan pekerjaannya, Syam dan Salma jarang datang ke panti asuhan untuk sekedar bertemu anak-anak panti atau pun bertemu dengan Indah.


"Udah lama aku ga ketemu sama Salma, di panti pun ga permah kelihatan. Mungkin dia sibuk, jadi kangen sama papanya. Eh kok papa nya Salma sih, ngawur aku," batin Indah senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya.


"Apa pantas wanita tanpa nasab seperti ku menginginkan pria mapan seperti pak Syam? Ini anugrah terindah yang Tuhan beri untuk ku, dia cinta pertama ku walau pun aku tau perbedaan usia ku dengannya terpaut jauh berbeda. Tapi.... apa pantas aku berdampingan dengannya dan apa mau dia sama aku, udah ah lebih baik aku tidur aja dari pada ngawur terus," gerutu Indah.


Indah pun tertidur mengistirahatkan badannya dan bangun saat hendak sholat tahajud.


"Perasaan baru aja tidur, udah jam 02.30 aja," gerutu Indah lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil air wudhu lalu menunai kan sholat tahajud.


Indah menyelip kan nama Syam dalam doanya, berharap pada sang pemilik hati agar bisa mempersatukan cintanya dengan Syam.


Indah terus berada di atas peraduan hingga adzan subuh berkumandang, setiap hari memang Indah selalu rutin laksana kan ibadah sholat tahajud. Mengadu kan segala keluh kesahnya pada Sang pencinta.


Pagi ini Indah berangkat ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu, sambil mencari sarapan di luaran rumah. Indah membeli nasi uduk yang ada di sekitar kost an nya, seperti biasa setiap pagi Indah akan membeli sarapan lebih untuk di bagi kan pada orang-orang yang kurang mampu di sepanjang perjalanannya menuju kantor.


"Indah nanti sore ikut ya, kita raya kan ulang tahun ku di resto sekitar kantor aja,"


"Boleh, insya allah aku ikut gabung,"


"Nanti aku yang traktir deh, semuanya juga ikut,"


Indah menerus kan makan siangnya yang sempat tertunda, melahap makanan yang sempat tertunda.


Tepat jam 4 sore, semua staf termasuk Indah keluar dari kantor lalu pergi bersamaan ke resto sekitar kantor. Hanya berjalan kaki mereka sudah sampai di resto yang di tuju.

__ADS_1


Mereka pun duduk di tempat yang sudah di booking lewat telpon tadi siang, karna Indah masuk paling akhir jadi Indah mendapat kursi tambahan yang sengaja di minta pada pelayan resto.


"Mau pesan apa?" tanya pelayan yang sudah siap menulis pesanan teman-teman Indah.


"Kalian boleh pesan apa aja, jangan khawatir biar aku yang bayar,"


Satu persatu teman-teman indah memesan makanan dan minuman sesuai selera masing-masing termasuk Indah, pelayan terus mencatat pesanan yang di sebut kan oleh tiap orang yang memesan.


"Mba aku pesan jus alpukat dengan pake susu coklat di pinggir gelasnya sama makannya kentang goreng aja, tapi di goreng agak lama ya mba,"


"Baik di tunggu semua pesanannya ya," ucap pelayan lalu pergi membawa catatan pesanan dari teman-teman Indah.


Syam baru datang dan semua pelayan menyapa dengan sedikit menunduk kan kepala, tak sengaja Indah melihat Syam yang baru saja masuk ke dalam resto.


"Eh ngapain pak Syam ada di sini, itu pelayan semuanya sopan banget pas dia masuk. Mau sapa tapi malu, ada teman-teman juga lagi. Hmm, udah diem aja deh pura-pura ga liat aja," batin Indah hanya ikut mendengar kan obrolan teman-temannya dan sesekali ikut nimbrung.


Syam memperhati kan pengunjung yang datang cukup ramai dan hampir penuh, Syam berdiri di depan kasir untuk memesan minuman favoritnya untuk di antar ke ruangan kerjanya. Sebelum masuk ke ruangan kerja, Syam belok ke dapur untuk memasti kan semuanya baik-baik aja tapi ternyata stok buah-buahan mulai menipis terutama alpukat hanya tersisa untuk 4 gelas untuk pesanan dan sisa 1 untuk pesanan terakhir.


"Gimana apa ada kendala hari ini?" tanya Syam pada kepala koki di resto.


"Untuk stok bahan makanan aman pak untuk semua menu makanan tapi untuk stok buah alpukat sepertinya habis karna sejak tadi pagi pelanggan banyak yang memesan jus alpukat, ini tinggal sisa 1 untuk pelanggan yang baru datang. Tadi bagian depan bilang bapak mau jus alpukat juga," ucap kepala koki menjelas kan kendala yang terjadi.


"Ya sudah buat kan saya jus lain saja, lebih penting pelanggan dari pada keinginan saya. Suruh yang lain untuk belanja buah-buahan yang kurang," ucap Syam memberi kan arahan pada kepala koki lalu Syam keluar dari dapur.


Tak sengaja mata Syam yang sedang mengedar kan pandangannya ke arah para pelanggan yang datang, Syam melihat Indah yang begitu dia rindu kan.

__ADS_1


"Itu kan Indah, apa aku sapa dia aja ya. Tapi kan dia lagi sama teman-temannya," gerutu Syam.


__ADS_2