
Bangun dari tidur, setelah keduanya selesai membersihkan badan, keduanya sarapan bersama, Lala tak lagi mual dengan bau badan sang suami.
"Sayang makan yang banyak, biar baby kita gemuk dan sehat" ucap Raja dengan tersenyum.
Lala hanya mengangguk, mengiyakannya.
Hingga, setelah keduanya selesai sarapan, asisten rumah tangga membereskan piring piring kotor dan mencucinya. Sedangkan Lala dan Raja telah berangkat, Raja mengantarkan Lala lebih dulu ke rumah orangtuanya, lalu ia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kantornya.
"Mamaa" Lala memeluk tubuh erat sang mama, saat ia telah memasuki rumahnya.
"Anak mama" Yuri mengelus rambut panjang sang anak.
"Aduh!" pekik Lala saat bayi didalam perut menendang perutnya.
"Cucu mama nakal, dia tendang tendang" jawab Lala dengan menggembungkan pipinya.
Yuri pun membungkuk, mengelus perut buncit Lala yang dalamnya terdapat seorang bayi perempuan.
"Cucu nenek ga sabar mau keluar ya, mau liat indahnya dunia, mau liat mama sama papa ya"
Keduanya tertawa bersama saat si bayi dalam kandungan kembali menendang.
"Yaudah yuk kita ke belakang, kita ngobrol di gazebo" ajak Yuri.
"Iya ma"
Lala dan Yuri duduk digazebo belakang rumah, keduanya mengobrol bersama sembari minum teh hangat.
"Ma, Lala pingin mangga muda" gumam Lala.
"Itu banyak sayang, mama ambilin ya" Yuri berdiri dari duduknya.
"Enggak! Lala ga mau kalo mama yang ngambilin, Lala maunya Raja yang ngambilin mangganya" pinta Lala.
"Raja kan lagi di kantor, suami kamu kerja cari uang nak"
"Pokoknya Lala mau raja yang ambil, sekarang!"
__ADS_1
Keputusannya sulit untuk digagalkan, Lala pun segera menelefon sang suami yang sedang bekerja di kantor.
Disisi lain, Raja yang sedang ada rapat, tiba tiba mendapat telfon dari sang istri, ia pun mengabaikannya karena sebentar lagi rapat selesai, ini adalah rapat besar yang berat untuk Raja tinggalkan.
"Ih!! Raja ngapain aja sih kok ga angkat telfon aku!!!! awas aja kalo pulang!" kesal Lala, ia menghentak hentakkan kaki nya ditanah.
"Sabar sayang, mungkin suami kamu sibuk, tunggu sebentar mungkin bentar lagi dia balik telfon" Yuri mencoba menenangkan putrinya yang sedang diliputi amarah.
Benar saja, 10 menit kemudian Raja kembali menelefon Lala karena rapat telah selesai.
📞 Halo sayang, ada apa?
📞 Pulang!! cepetan pulang!! pokoknya kamu harus pulang sekarang!! tapi pulangnya ke rumah mama
📞 Kenapa? ada apa? gawat?
📞 Jangan banyak tanya deh! udah cepet pulang! sekarang titik!
📞 Iya iya aku pulang
Tanpa pikir panjang, Raja pun segera menuju ke parkiran, ia pun melajukan mobilnya pulang kerumah mertuanya. pikirannya sangat kacau, ia sungguh takut, takut terjadi apa apa pada sang istri dan anaknya didalam kandungan.
****
Raja berlari masuk kedalam rumah, ia mencari ke setiap sudut keliling rumah mewah sumper besar tersebut.
"La!!! Lala!!!, Mama!!!" teriak Raja sungguh panik takut terjadi apa apa pada sang istri dan anaknya.
Hingga akhirnya Raja menuju ke belakang rumah, ia melihat istrinya dengan mama mertuanya mengobrol dan bercanda bersama digazebo, hatinya sangat lega melihat hal tersebut, kalau kenyataannya sang istri baik baik saja, ia pun segera menghampiri Lala.
"Ada apa sayang? kok aku disuruh pulang?" tanya Raja lembut.
"Kenapa kamu tadi ga angkat telfon aku?!, kamu ngapain aja tadi!" kesal Lala.
"Ya ampun, tadi itu aku ada rapat besar dan sebentar lagi rapatnya selesai jadi nanggung angkat telfon, tapi akhirnya aku udah telfon balikkan" jelas Raja.
"Huh iya deh serah kamu!" Lala memutar bola matanya. "Aku mau mangga muda" Lala menunjuk mangga muda yang ada langsung dipohonnya, didekat gazebo.
__ADS_1
"Kita bisa beli" jawab Raja.
"Ga mau! pokok aku mau mangga muda itu, dan kamu yang ambil pokoknya sekarang juga!!!!" teriak Lala, sungguh manja seperti anak kecil.
Raja pun membelalakkan matanya, ia menggaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal, selama ini ia tidak bisa memanjat pohon karena phobianya terhadap ketinggian.
"Kan bisa suruh pelayan sayang, atau pak satpam"
"Ga mau, pokoknya kamu yang ambil" rengek Lala.
"Ayolah Raja, istri kamu ngidam nih" ucap Yuri sembari menepuk pundak sang menantu.
"Tapi ma-" jawab Raja, keringat dingin mulai muncul.
Raja menghela nafas berat, ia pun mengangguk setuju untuk mengambilkan mangga muda untuk istrinya yang sedang ngidam.
Ia memanggil pelayan untuk mengambilkan tangga, karena pada kenyataannya dia sendiri tidak bisa memanjat.
Tak lama pelayan datang membawa tangga, Raja pun dengan menahan rasa takutnya ia naik keatas tangga, mengambil mangga muda yang Lala pinta.
"Yang itu!"
"Yang itu!"
"Itu itu!"
"Aaaa no no yang itu!!"
****
Setengah jam lamanya Raja mengambil buah mangga muda langsung dari pohonnya, sungguh menyulitkan ditambah lagi dengan dirinya yang sangat takut dengan ketinggian.
"Sayang!! kapan kapan lagi kalo kamu mau mangga muda, aku ga sanggup buat petik langsung dari pohonnya ya, aku takut!!" Raja bergidik ngeri, kini ia merebahkan badannya digazebo.
"Iya iya" jawab Lala yang asik melihat mamanya mengupas mangga.
Setelah mangga dikupas, mangga pun dijadikan rujak buah dan hanya dimakan oleh Lala saja, tanoa seorang pun boleh meminta mangga tersebut.
__ADS_1
~•~