Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
LEONARD ALANA LAREZ


__ADS_3

1 Minggu kemudian waktu terus berjalan, hingga akhirnya tak terasa tiba saatnya pertemuan dua keluarga antara keluarga Lala dan keluarga Leo.


Mereka akan bertemu disuatu cafe bernama cafe Alana, yaps cafe tersebut adalah cafe milik Alan sendiri.


Saat Lala telah berdandan cantik, ia menemui sang papa yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu menunggu Lala selesai berdandan, kini kedua orang tua Lala telah berbaikan membuat Lala merasa senang.


"Pa" panggil Lala, sang papa pun menoleh ke arah Lala.


Lala menghampiri sang papa dan ia ikut duduk disebelahnya.


"Pa, bisakah kita gagalkan perjodohan ini? Lala ga mau dijodohin gini" ucap Lala seraya terus menggeleng gelengkan kepalanya dengan mata yang berkaca kaca.


"Kenapa kamu ga mau dijodohin? Liat orangnya dulu sayang, liat karakteristik dia dulu, kalo kamu bener bener ngerasa ga cocok, baru papa akan bantu kamu buat gagalin perjodohan ini, kamu aja belum tau semua tentang dia kan, dia itu anak yang baik pokoknya papa sama Mama ga salah pilih deh" jelas sang papa panjang lebar.


Lala menghela nafas dan mengangguk pasrah.


Setelah Lala dan mamanya telah selesai berdandan, keluarga tersebut pun mulai berangkat menuju ke cafe Alana.


Menuju ke cafe tersebut hanya menempuh waktu selama 25 menit saja, mereka kini telah sampai di cafe.


Lala berjalan sangat pelan dan malas, hati nya bercampur aduk, ingin menggagalkan perjodohan ini karena ia sangat sangat mencintai Raja.


'pliss Ja elo dateng buat gagalin perjodohan ini' batin Lala dengan langkah yang begitu berat.


Sesampai di tempat keluarga Leo berada tepatnya di ruangan V.I.P, Lala mencari ke segala penjuru arah, melihat kemana seseorang yang ia lihat dalam foto, karena disana hanya terdapat Alan dan kedua orang tuanya, lantas kemana Leo?


Dengan berat hati pun ia duduk dibangku yang sudah disiapkan.


Lala menatap wajah sang papa yang berada disebelahnya, dalam tatapan matanya terdapat sebuah arti bahwa ia meminta pertolongan pada sang papa untuk menggagalkan perjodohan ini.


Papa nya paham dengan apa yang dimaksud Lala, tetapi ia hanya membalasnya dengan gelengan.


Lalu Lala pun menunduk dengan perasaan sedih, mendengarkan segala obrolan mereka.


'ini yang namanya Leo mana sih?' batin Lala.


Kedua keluarga tersebut membicarakan tentang perjodohan ini.


"Gimana? Apakah keluarga setuju dengan perjodohan ini? Apakah Lala setuju?" Tanya Papa Alan.


"Tentu saja kami setuju" jawab papa dan mama Lala dengan tersenyum senang.


"Maaf Tante om, ehh ma pa..... Kalo boleh tau dimana Leo?" Tanya Lala yang penasaran akibat tak melihat wajah Leo sedari tadi.


"Aku Leo" jawab Alan.


"Maksudnya?" Tanya Lala mulai bingung.

__ADS_1


"Iya sayang, sebenarnya Alan adalah Leo, kamu kami jodohkan dengan Alan, selama ini kami sengaja mendekatkan kalian dengan cara menyuruh Alan atau Leo menjemput kamu setiap hari saat pulang sekolah" terang Mama Clara.


"Nama gue Leonard Alana Larez" jawab Alan dengan wajah datarnya.


Lala hanya bisa terdiam dengan mulut menganga.


'jadi selama ini gue udah deket sama orang yang dijodohin sama gue, jadi Alan itu Leo' batin Lala.


"Bohong! terus yang difoto itu siapa? Yang mama pernah tunjukin ke aku"


"Itu sepupu gue, dia namanya bang Zeo dulu dia tinggal dirumah gue, sekarang engga lagi, dia kuliah di swiss" saut Leo atau Alan.


"Ja-jadi elo Leo?, Kenapa Lo ga bilang yang sebenarnya"


"Ini perintah mama and papa gue juga perintah mama and papa Lo" jawab Leo.


"Papa sama Mama kenapa bohong?"


"Supaya mama sama papa bisa mendekatkan kamu dengan Leo"


"Iya sayang, kalian berdua sudah bersahabat dari kecil"


"Maksudnya?"


"Iya, kamu ingatkan kalung beruang yang dulu kamu sering pakai?" Tanya mama Yuri.


Lala pun mengangguk dengan cepat.


Lalu Lala pun mengingat kembali kejadian 12 tahun yang lalu.


FLASHBACK ON


Di Surabaya ~


Dulu waktu Lala masih berumur 5 tahun, ia bermain sendiri di taman dekat rumahnya, ia begitu kesepian sama sekali tak punya teman, karena semua temannya merasa iri padanya karena dia adalah anak orang kaya.


Lala berayun sendiri diayunan taman tersebut, hingga tiba lah seorang anak laki laki yang seumuran dengannya.


"Hai" sapa anak laki laki tersebut seraya melambaikan tangan.


"Hai juga" jawab Lala dengan melambaikan tangan dan tersenyum.


"Kok sendirian? Aku boleh duduk disini?" Tanya anak laki laki tersebut seraya menunjuk ayunan sebelah Lala.


Lala hanya mengangguk, lalu anak laki laki tersebut duduk disebelah Lala.


Lalu mereka pun mulai bercerita, berayun dan bercanda bersama, hingga akhirnya mereka berteman.

__ADS_1


Setiap hari mereka bermain bersama, anak laki laki tersebut yang adalah Leo slalu bermain ke rumah Lala.


Orang tua Lala dan orang tua Leo ternyata adalah bersahabat dari kecil sama seperti Leo dan Lala yang bersahabat dari kecil.


Hingga pada akhirnya tepatnya sebulan setelah mereka bersahabat, Leo dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Jakarta untuk mengurus bisnis mereka yang berada di Jakarta.


"Maafin Leo ya, Leo pergi.... Kapan kapan kita ketemu lagi ya, jaga kalung ini ya" ucap Leo dengan memberikan kalung beruang pada Lala.


"Iya, aku jaga" jawab Lala dengan tersenyum.


Leo pun memasangkan kalung tersebut pada leher Lala.


"Oh ya tunggu bentar" ucap Lala seraya mencari sesuatu untuk diberikan pada Leo.


Saat ia mencari suatu benda, terlihat jam tangan milik papa nya tergeletak diatas meja makan, lalu dengan cepat Lala mengambil jam tangan tersebut dan diberikan pada Leo.


"Ini buat kamu, jaga baik baik ya" ucap Lala seraya memasangkan jam tangan milik papanya pada Leo, jam tangan tersebut terlihat sangat kebesaran ditangan mungil Leo.


"Tapi ini terlalu besar, ini punya papa kamu?" Tanya Leo yang mulai curiga.


"Bu-bukan"


"Ohh baiklah, aku pergi ya sampai jumpa" ucap Leo seraya melambaikan tangannya.


"Tunggu, boleh berpelukan?" Pinta Lala.


Leo pun mengangguk dan mereka berdua berpelukan cukup lama.


"Jangan lupain aku ya, kita sahabat" ucap Leo.


"Iya ga akan" jawab Lala.


Lalu Leo pun pulang ke rumahnya, Leo dan keluarganya pun pindah ke Jakarta.


FLASHBACK OFF


"Ini Jam tangan yang kamu kasih ke aku" ucap Leo seraya menunjukkan jam tangan tersebut pada Lala yang sekarang sedang ia pakai.


Sontak papa Lala yang melihat jam tangan tersebut terkejut.


"Lala, itu bukannya jam tangan papa ya?" Bisik Papa iris pada Lala.


"Hehe iya pa, maaf ya pa Lala baru inget kalo itu jam tangan Papa" jawab Lala dengan senyum tertekan.


"Iya gapapa, dasar anak nakal" jawab papa iris seraya mencubit hidung mancung Lala.


"Aku juga masih simpen kalung dari kamu, bahkan aku berharap kamu bakal balik lagi ke Surabaya, eh ternyata" ucap Lala merasa sangat bahagia saat tau kalau yang dijodohkan dengannya adalah sahabat masa kecilnya yang slalu ia tunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Lala setuju dengan perjodohan ini" ucap Lala dengan tersenyum manis.


~•~


__ADS_2