Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 143


__ADS_3

Sepulang dari pusat perbelanjaan, El langsung mengeluar kan mainannya di depan neneknya.


"Nek.. nenek lihat aku beli mainan baru," teriak Putra dari arah pintu dan terus masuk ke dalam rumah.


"Waaahh banyak sekali nak beli mainannya, memangnya ga sayang uangnya di pakai beli mainan sebanyak ini. Lebih baik di tabung nak dan di pakai untuk keperluan yang lebih penting lagi," ucap ibu menasehati cucunya.


"Dengar tuh apa kata nenek," ucap Sandra.


"Kenapa kamu setuju dengan anak yang mau mainan yang begitu banyaknya," ucap ibu.


"Bu, biasanya sekali beli mainan lebih dari ini. Segini tuh sedikit bu, aku dan Ryan bekerja untuk El jadi apa yang El mau aku dan Ryan pasti memberi kan apa yang El mau," ucap Sandra beralasan.


"Tapi kan nak, itu bisa di pakai untuk yang lebih bermanfaat lagi. Coba ajar kan anak mu berbagi dengan sesama terutama pada orang yang tidak mampu jangan terus memanja kan anak mu dengan kemewahan," ucap ibu memberi nasihat pada Sandra.


"Iya bu, nanti suatu saat aku pasti mengajar kan rasa kemanusiaan yang lebih baik lagi pada El," ucap Sandra.


"Ya sudah aku ke kamar dulu ya bu, sebentar lagi aku mau pergi lagi sama Salma," sambung Sandra berdiri dari duduknya.


"Loh mau kemana sama Salma? Eh ini yang kamu maksud Salma anaknya Syam?" tanya ibu.


"Iya Salma anaknya Syam, dia ulang tahun hari ini dan minta kado jalan-jalan sama aku dan El. Ya sudah ya bu aku mau mandi dulu," ucap Sandra.


Selesai mandi dan bersiap, Sandra meminta El untuk mandi dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


"Sambil nunggu El selesai mandi, lebih baik aku telpon Salma aja dulu. Dia siap pergi jam berapa," gerutu Sandra segera mengambil ponselnya yang masih tersimpan di dalam tas dan mencoba menghubungi Salma.


📱"Halo, Salma.. lagi dimana?" tanya Sandra.


📱"Iya halo mama, aku baru sampai di rumah tante Mila," jawab Salam.


📱"Mama udah siap nih mau ajak kamu sama El jalan-jalan, El lagi mandi dulu. Tapi kamu cape ga nih kan habis ketemu calon mama baru," ucap Sandra.


📱"Ga cape kok, aku kan cuma duduk aja ga ngerjain apa-apa," ucap Salma.


📱"Ya udah nanti kalau Salma udah siap, Salma kasih tau mama biar mama jemput ke situ ya," ucap Sandra.


📱"Iya, aku mandi dulu ya," ucap Salma langsung menutup telponnya dan menyimpannya di dalam tas kecil yang di bawanya.


"Mama aku," ucap Salma berlalu pergi ke dalam rumah.


"Mama yang mana? Ayu atau siapa?" tanya Doni heran.


"Salma mau jalan-jalan sama Sandra kali ya," gerutu Syam.


Semua anggota keluarga menyusul masuk ke dalam rumah setelah Mila masuk dan di susul oleh Salma masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.


Setelah 20 menit di dalam kamar, Salma keluar dengan baju berbeda lalu duduk di ruang tamu bersama papa dan omnya. Tak lupa Salma mengirim pesan pada Sandra, untuk segera menjemputnya.

__ADS_1


💌Mama aku udah siap pergi nih.


"Salma sayang, kamu mau kemana sih. Udah cantik gini, udah wangi gaya lagi," tanya Syam.


"Papa sayang, aku tuh mau meraya kan ulang tahun ku sama mama Sandra dan El. Aku mau jalan-jalan sama mama Sandra," jawab Salma.


"Kok papa ga di ajak ya," ucap Syam.


"Papa ini tuh special buat aku, papa di rumah aja," ucap Salma.


"Memangnya hari ini Salma ulang tahun ya?" tanya Doni.


"Iya om, aku ulang tahun yang ke 9. Dan mama Salma mau kasih kado jalan-jalan keliling kota Bandung sama El," ucap Salma.


Bunyi klakson mobil pun terdengar, ternyata Sandra sudah ada di luar pagar rumah Mila untuk menjemput Salma.


"Aku udah di jemput sama mama Sandra, aku pergi dulu ya pa," ucap Salma mencium pipi Syam dan mencium punggung tangan Doni.


"Assalamu'alaikum papa, om. Bye semua nya," ucap Salma lalu pergi menuju mobil Sandra.


Salma pun masuk ke dalam mobil Sandra dan duduk di sebelah Sandra.


"Kita mau jalan-jalan ke mana?" tanya Salma.

__ADS_1


"Kita lihat nanti ya, yang penting kita jalan dulu aja," ucap Sandra.


__ADS_2