
Aktivitas seperti biasa berjalan lancar, Lala masih terus sibuk dengan pekerjaan kantornya, beberapa minggu lagi Perusahaan akan menjadi miliknya, dan tinggal 1 tahun lagi Lala akan lulus kuliah.
Liburan tinggal 4 hari saja, Lala dan Dion sudah merencanakan berlibur dibali nanti malam, malam nanti tepat pukul 9 mereka akan berangkat ke Bali, menyewa vila dan akan menikmati suasana liburan bersama disana.
Tak hanya Dion dan Lala, mereka berdua mengajak, Raja, Willy dan juga Sinta agar suasana menjadi ramai.
Disore ini, Lala dan Sinta berada dikamar, mereka sedang bersiap siap, membantu Lala memasukkan barang barang yang akan dibawa nanti.
Mereka akan menuju ke Bali menaiki pesawat, menuju bandara menaiki mobil milik papa iris.
***
Jam telah menunjukkan pukul 8 malam, mereka berlima telah berkumpul dirumah Lala, dan akan segera berangkat menuju bandara yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit saja
"Ma pa, Lala berangkat ya" Lala mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
Sang mama dan papa membalasnya, mereka memeluk dan mencium anak semata wayangnya tersebut.
"Hati hati ya sayang, jangan berbuat yang macem macem" Yuri menasihati.
"Iya ma"
Tak hanya Lala, mereka berempat juga mencium punggung tangan Iris dan Yuri, lalu mereka pun berangkat menuju bandara menaiki mobil Avanza milik papa iris, dengan diantar oleh mas Andrian yaitu anak dari pak Slamet yang baru beberapa hari bekerja disana menggantikan pak Slamet yang sudah tua.
Mas Andiran berumur 25 tahun sekarang ini, beda 4 tahun saja dengan mereka berempat, dan beda 3 tahun saja dengan Willy.
"Mas Andrian ga ikut kita aja berlibur sekalian ke Bali" ajak Dion.
"Ngga den, saya masih harus bekerja"
__ADS_1
"Gapapa mas sekali sekali liburan"
"Ga enak sama tuan den, soalnya kan baru beberapa hari bekerja dirumah nona Lala"
"Iya juga sih"
Dion duduk didepan, tepat disebelah tempat duduk mas Andrian yang sedang menyetir, sedangkan Raja dan Willy duduk dibelakang, Lala dan Sinta duduk ditengah.
Tak ada percakapan diantara mereka selama diperjalanan, hingga akhirnya 30 menit telah berlalu, mereka telah sampai di bandara bahkan mas Andrian juga sudah kembali pulang.
10 menit menunggu jadwal keberangkatan pesawat, akhirnya pengumuman pemberitahuan keberangkatan pesawat yang akan mereka naiki telah diumumkan.
Mereka berlima, berjalan cepat menuju ke pesawat dan mencari tempat duduk mereka masing masing sesuai yang berada di tiket.
"Semoga perjalanan ini berjalan lancar, kita sampai dengan selamat" gumam Lala seraya berdoa pada tuhan.
Pesawat dengan tujuan bandara Ngurah Rai Bali pun lolos meluncur dengan lancar.
****
tak terasa 1 jam lamanya mereka berada dalam perjalanan, kini mereka telah sampai ditujuan dengan selamat, di bandara Ngurah Rai.
mereka berlima menghubungi saudara Dion yang berada di Bali tepatnya tinggal didaerah Denpasar, mereka menunggu kedatangan dia.
beberapa menit kemudian, saudara Dion telah sampai di bandara, cowok bule berpawakan tinggi, besar, tampan, berkulit putih dan berhidung mancung.
cowok blasteran Indonesia Rusia yang merupakan sepupu Dion dari mamanya, umurnya 4 tahun lebih tua dari Dion tepatnya seumuran dengan mas Andrian.
"udah lama nunggu?" tanya nya dengan nafas terengah engah karena berlarian dari tempat parkir menuju tempat mereka berlima berada.
__ADS_1
"enggak kok" jawab Dion.
"yaudah yuk masuk ke mobil, tinggal dirumah ku aja kalian" ucapnya sungguh ramah.
"ga usah makasih, kita nginep di vila aja, kalo elo mau kumpul bareng kita juga gapapa kita nginep di vila bareng bareng" jelas Dion.
"liat dulu deh, yaudah aku anterin ke vila"
mereka berlima pun menuju ke vila yang dimaksud oleh Dion.
"bentar, emang elo tau vila nya dimana?" tanya Willy.
"tau, vila itu kan milik keluarga Dion" jawab David, ya sepupu Dion itu bernama David.
sontak seisi mobil kecuali Dion dan David saling tatap dengan mulut menganga.
"kok elo ga bilang kalo itu vila milik lo Dio? gue kan sepupu lo juga" saut Raja.
"bukan punya gue tapi lebih tepatnya milik keluarga gue ja, gue aja masih harus izin kali mau nginep disana bawa temen temen karena kan bukan milik gue sendiri" terang Dion.
perjalanan terus berlalu, hingga akhirnya mereka telah sampai di vila tujuan, mereka turun dari mobil dan membawa barang masing masing masuk kedalam vila.
"Dio, aku langsung pulang ya, kalo besok ga sibuk aku main ke vila ini"
"yaudah, makasih banyak ya, hati hati dijalan"
David hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam mobil, mobil pun segera melesat dengan cepat.
~•~
__ADS_1