Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
kecewa


__ADS_3

Selama diperjalanan menuju mall ~


"Jawab jujur, darimana Lo tau alamat rumah gue?" Tanya Lala pada Yara.


Yara menghela nafas, sebenarnya Willy mencegah Yara untuk mengatakan kalau Willy lah yang mengasih alamat rumah Lala.


"Sebegitu kepo nya, emang gue ga boleh kalo tau alamat rumah elo?" Tanya balik Yara.


"Yaaaaa... Boleh sih, tapi elo kok bisa tau alamat rumah gue dari siapa?, apa bener bang Willy?, trus elo dateng kerumah karena disuruh bang willy kan? Karena bang Willy tau kalo gue lagi sedih" Banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Lala.


'kenapa dia tau semuanya, jangan jangan dia punya kekuatan bisa membaca pikiran orang lagi' batin Yara merasa amat kebingungan.


"Kenapa mikir? Lu bingung? Kenapa gue bisa tau semuanya?" Tanya Lala.


'what!! dia kok tau kalo gue lagi bingung' batin Yara.


"Gue tau karena.... bang Willy ga akan ngebiarin gue sedih, kalo dia ga bisa ngehibur gue... Otomatis dia akan cari seseorang yang deket sama gue selain dia buat ngehibur gue" ucap Lala.


'sebegitu dekatnya Lala sama Willy, Sampek Lala tau sifat dan karakter willy' batin Yara.


"Iya bener" jawab Yara.


Lalu, tak ada percakapan lagi diantara keduanya, mereka hanya mendengarkan musik yang berjudul 'BOY - TREASURE' dan 'MMM - TREASURE' .


Keduanya bernyanyi bersama dengan sesekali mengikuti tariannya.


Sampai akhirnya, tak terasa mereka telah sampai disebuah mall yang mereka tuju.


Setelah memarkirkan mobilnya, Lala dan Yara masuk kedalam mall, seperti kebiasaan cewek pada umumnya, keduanya langsung mencari baju baju remaja kekinian.


Sambil mencari baju, keduanya juga saling mengobrol.


"Jessica belum pulang?" Tanya Lala.


"Kata pembantu nya sih, dia besok pulang" jawab Yara dengan serius mencari baju yang sesuai dengan keinginannya.


"Ouhh, kok lama ya si Jessica, ke kota mana sih dia? Ngapain aja?" Tanya Lala lagi.


"Tumben kepo haha" saut Yara dengan tertawa garing. "Ya mana gue tau Jessica ke kota mana dan ngapain aja, gue chat nomornya aja ga dilihat padahal online, yaudah gue diem" jawab Yara.


"Selama itu Jessica ga bales chat elo?" Tanya Lala dengan membelalakkan matanya.


"Iya, gue bingung sama dia, kenapa tiba tiba dia cuek gitu" jawab Yara menghentikan aktivitasnya mencari baju.


"Masa sih dia ngambek gara gara waktu itu elo malah bantu gue" balas Lala.


"Ga tau, dahlah biarin, ntar kalo dia udah masuk sekolah, gue bakal minta maaf ke dia, gue ga mau persahabatan kita ancur" ucap Yara.


"Bagus" saut Lala sembari mengelus pundak Yara.


Lalu keduanya kembali melanjutkan mencari baju.


setelah cukup lama mencari baju, akhirnya mereka sudah menemukan baju yang cocok dengan kriterianya, keduanya membayar banyak pakaian yang mereka pilih menggunakan black card milik mereka sendiri.


Selesai membayar, mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu di cafe mall tersebut.


Keduanya memesan makanan dan minuman, lalu duduk di bangku kosong untuk menunggunya.


Dikejauhan, seorang remaja laki laki mengamati mereka berdua dengan menyipitkan matanya dan langkah kaki yang mulai maju perlahan.


"Itu mereka kan?" Gumamnya dengan terus memperhatikan Yara dan Lala.


Saat seseorang tersebut sudah mulai dekat, ia pun menepuk pundak keduanya, hingga kedua gadis tersebut terkejut dan langsung menoleh ke belakang secara bersamaan.


"Akhhhh!!!" Teriak keduanya sangat terkejut.


"Elo lagi, kenapa elo ada dimana mana sih!!" Bentak Lala pada seseorang tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah Dion.


"Elo sengaja ya buntutin kita berdua, bisa ga sih jangan berlebihan gitu, jangan ikutin kita terus" ucap Yara mulai kesal pada Dion.

__ADS_1


Sedangkan Dion kebingungan pada ucapan kedua kadis tersebut, karena mereka berdua salah paham.


"Eng- enggak" jawab Dion dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Trus kenapa elo ada disini kalo ga buntutin kita berdua, ga mungkin kan belanja sendirian, lagi pula kalo elo belanja mana barang belanjaan Lo?" Tanya Yara meminta bukti.


"Denger dulu! Gue kesini bukan mau belanja, tapi gue kesini nganterin sepupu gue beli parfum buat pacarnya" jawab Dion yang langsung duduk disebelah Yara.


"Ish minggir!!" Ucap Yara dengan mendorong Dion, tetapi Dion tetap saja tak bergerak duduk disamping Yara.


"Mana buktinya?, Mana sepupu elo itu?" Tanya Lala.


"Bentar gue telfon" jawab Dion, ia pun langsung menelefon sepupunya yang sedang mencari parfum untuk segera datang ke cafe mall.


Setelah menelefon, tak lama sepupunya datang, yaaaa siapa lagi sepupu Dion kalo bukan Raja.


"Nih dia sepupu gue" ucap Dion dengan menunjuk Raja.


Lala dan Yara mendongak, betapa terkejutnya Yara saat tau kalau Raja adalah sepupunya Dion.


"By! Elo beneran sepupunya anak gesrek ini?" Tanya Yara dengan menunjuk Dion yang disampingnya menggunakan dagu nya.


"Iya kenapa?" Jawab Raja.


"What!!" Balas Yara dengan mulut menganga.


Sedangkan Lala hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka bertiga.


"Wait!!! Kenapa si Bebeb princess gue panggil elo By?" Tanya Dion kebingungan


"Dia pacar gue bege!" Jawab Yara memberi tatapan tajam pada Dion.


"Apa!! Beneran? Jawab ja!!" Bentak Dion, ia merasa kecewa.


"I-iya, jadi..... Yara, cewek yang elo ceritain ke gue?" Tanya Raja.


Dion menghela nafas lalu menunduk.


sebenarnya ia ingin marah, tapi marah marah ga jelas membuat hubungannya dengan sepupunya menjadi buruk.


"Gue juga minta maaf ke elo Di, elo ga marah ke gue kan?, Elo satu satunya sepupu gue, elo adek gue" ucap Raja seraya mendekati Dion dan mengelus punggungnya.


"I-iya ja, gue ga marah... Silahkan duduk disebelah Yara, gue pindah di sebelah Lala" ucap Dion dengan senyum tipis.


"Elo kecewa ya?" Tanya Lala dengan suara sangat pelan bagai berbisik.


Dion membalasnya dengan tersenyum lalu menggeleng.


"Sabar ya, gue juga pernah ngerasain itu" ucap Lala menenangkan Dion dengan menyuguhkan senyum tulusnya, ia merasa kasihan pada Dion, karena nasibnya sama dengan yang Dion alami sekarang.


Lala menatap raja yang berada didepannya pas, hatinya mulai sakit jika terlalu lama melihat Raja dan Yara yang bermesraan.


'nyesek' batin Lala melihat Raja dan Yara bermesraan didepannya pas.


Ini adalah definisi sakit tak berdarah, mencintai dalam diam, tak bisa memilikinya, dan melihatnya bermesraan dengan kekasihnya didepan mata.


Tak lama, makanan dan minuman yang Lala dan Yara pesan telah tiba, dengan bersamaan, Raja dan Dion memesan makanan dan minuman juga.


'dekat namun hanya diam dan saling tatap' batin Raja dengan memperhatikan Lala yang diam sambil memakan makanannya.


****


Mereka berempat sudah cukup lama di cafe tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah masing masing.


"Elo bawa motor gue, gue mau anterin Yara" ucap Raja pada Dion.


"Oke, elo pulangnya gimana?" Tanya balik Dion.


"Gampang, ntar gue suruh mang Ujang buat jemput gue" ucap Raja lalu melesat masuk kedalam mobil Yara, yang hanya berisikan 2 orang, yaitu Raja dan Yara saja.

__ADS_1


Dimana Lala?, Yaps Lala sudah berada dipinggi jalan, mencari taxi lewat.


"Loh! Lala mana?" Tanya Dion pada dirinya sendiri.


"Jangan jangan dia pulangnya jalan kaki lagi" gumam Dion, lalu segera menaiki motor dan mencari keberadaan Lala.


Beruntung, Lala masih berada dipinggir jalan, karena sedari tadi tak ada satu pun taxi yang lewat.


"La" panggil Dion.


"Hem?" Jawab Lala seraya menoleh ke arah Dion.


"Yuk pulang bareng gue, maksudnya gue anterin gitu" ajak Dion.


"Ngga deh makasih, gue pulang naik taxi aja" tolak Lala dengan tersenyum tipis, entah mengapa sejak ada Raja tadi, moodnya berubah drastis.


"Udah ayo la, mau Sampek kapan Lo disini terus hah? Percaya sama gue, taxi ga bakalan ada yang lewat" ucap Dion.


Lala berfikir sejenak, lalu ia menerima ajakan Dion, ia pun naik keatas jok motor n max milik raja.


Lala pun memberi tahu alamat rumahnya pada Dion, dan keduanya menuju ke rumah Lala.


'semoga mama ga dirumah, kalo dirumah, bisa gawat gue dimarahin bawa cowok ke rumah' batin Lala merasa khawatir.


"Elo kenapa kok tegang?, Ga pernah dibonceng cowok ya?" Tanya Dion.


"Sering, dibonceng sama bang Willy dia sepupu gue" jawab Lala.


"Ouhh, trus kenapa tegang?" Tanya Dion lagi.


"Pliss gue mohon, elo anter gue di deket rumah ya jangan didepan rumah, gue takut dimarahin mama, soalnya mama benci banget kalo gue deket sama cowok kecuali bang Willy" ucap Lala.


"Oke" jawab singkat Dion.


Tak lama, mereka berdua telah sampai dirumah Lala, lebih tepatnya didekat rumah Lala.


"Makasih ya di, maaf juga ga bisa suruh elo mampir, gue takut dimarahin mama" ucap Lala.


"Iya gapapa, yaudah gue pulang" ucap Dion.


"Hati hati" saut Lala yang langsung berjalan menuju rumahnya.


'benerkan ada mama, lagi siram taneman lagi' batin Lala.


"Mamaaaa" panggil Lala dengan memeluk mamanya dari belakang.


"Ehh anak gadis mama udah pulang" jawab Yuri dengan mengelus rambut panjang Lala.


"Belanja apa aja nih kok keliatannya banyak banget?" Tanya Yuri pada anak gadisnya.


"Pakaian sama jam tangan ma, Lala juga beliin sepatu buat mama" ucap Lala dengan tersenyum lalu mengajak mamanya masuk kedalam rumah.


"Kamu pulang sama siapa?" Tanya Yuri penasaran, karena ia hanya melihat Lala berjalan kaki.


"Naik ojek tadi ma, didepan sana" jawab Lala berbohong.


"Loh Yara nya mana?" Tanya Yuri lagi.


"Tadi dia buru buru, soalnya papa nya telfon terus" jawab Lala berbohong lagi.


'maaf ma Lala bohong' batin Lala dengan menundukkan kepalanya.


"Ohh yasudah, kamu istirahat dulu gih" ucap Yuri.


Lala pun mengangguk dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


~•~


**Maaf temen temen, jarang up nih soalnya otak ga bisa di ajak kompromi, susah banget buat cari ide, ditambah lagi tugas tugas sekolah yang slalu datang, dan wiffi yang slalu gangguan bikin kesel aja🥺 ish jadi curhat, maaf ya🙏😁😁.

__ADS_1


HAPPY READING GUYS🤗 Tinggalkan jejak Like, Komen & Vote ya, makasih dah mau baca cerita author yang asal asal an ini🥺🥰**


__ADS_2