
Istirahat kedua sedang berjalan.
Lala mengisi waktu istirahatnya untuk membaca buku diperpustakaan.
Seorang siswa laki laki melihat Lala masuk kedalam perpustakaan, ia pun mengikutinya, dan hendak masuk kedalam perpustakaan, tapi langkahnya terhentikan saat telah memegang gagang pintu.
'jauhi dia bege' batinnya, lalu ia pergi mengurungkan niatnya masuk kedalam perpustakaan.
"Maafin gue, gue harus jauhin elo" gumam siswa tersebut dengan raut wajah sedih.
Selama diperpustakaan, Lala hanya fokus dengan buku yang ia baca.
Sampai akhirnya, tak terasa bel masuk berbunyi, Lala menaruh kembali buku dirak, lalu berjalan menuju kelasnya.
Sesampai dikelas, guru telah sampai sebelum lala, Lala meminta maaf karena telat masuk kedalam kelas, karena sebelum ke kelas, ia menuju ke toilet terlebih dahulu karena sudah tak tahan untuk buang air kecil.
Guru memahami dan memaafkan Lala, Lala pun dibolehkan kembali duduk dibangkunya, dan pelajaran pun dimulai.
*****
jam berputar sangat cepat, bel pulang telah berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas, bergegas untuk pulang kerumah masing masing.
Lala berjalan santai menuju ke parkiran sekolah, tiba tiba Yara yang dari belakang memukul pundak Lala, membuat Lala kaget.
"Yuk bareng ke parkirannya" ajak Yara, Lala membalasnya dengan mengangguk.
Saat ditengah tengah perjalanan menuju ke parkiran, seorang siswa menarik tas keduanya dari belakang.
"Heii!!" Teriak Siswa tersebut.
Sontak keduanya menoleh kebelakang dengan memberi tatapan tajam pada siswa tersebut.
"Dion!!!!" Saut keduanya merasa geram dengan Dion.
Lala dan Yara pun membalasnya dengan menjewer telinga Dion, sampai telinganya berwarna merah.
"Aw!! Sakit tau" pekik Dion seraya mengelus kedua telinganya yang merah akibat jeweran dari Lala dan Yara.
"Sukurin" ledek Yara.
"My princess Yara ga boleh gitu, ini prince nya yang ganteng ga boleh disakitin ya" ucap Dion dengan mencubit hidung Yara.
__ADS_1
"Ihh apaan sih" jawab Yara dengan menepis tangan Dion.
"Jijik banget" gumam Lala yang masih terdengar oleh Dion. Dion pun menatap tajam Lala.
"You mau ga jadi pacarnya prince Dion?, Kamu tuh yang udah curi hatinya prince Dion, jadi harus tanggung jawab" ucap Dion dengan berbicara seperti anak kecil.
Mendengar ucapan Dion, Yara menatap Lala dengan tatapan minta tolong.
"Dion ganteng" panggil Lala.
"Ha?" Suara jutek Dion mulai kembali saat Lala memujinya.
"Gue tau kalo Lo lagi jatuh cinta, tapi ya ga gini juga ihh, gue jijik tau, Lo tololnya jangan ngelewatin Dora napa, pliss deh" ucap Lala dengan raut wajah geli.
"Apa Lo bilang?" Saut Dion merasa kesal.
Melihat Dion yang sedang kesal, Yara dan Lala pun berlari sekencang kencangnya menuju ke parkiran.
Sedangkan dibelakang mereka berdua, Dion terus mengejarnya.
'mama' batin Lala, saat melihat sang mama yabg berdiri didepan gerbang menunggu kepulangan Lala.
Lala segera berlari menghampiri sang mama, begitu juga Yara yang berlari mengikuti Lala, karena ia jengah dengan Dion yang slalu mengejarnya.
"Apa sayang?" Tanya mama Yara.
"Tuh!! Ma, dia jailin aku terus" jawab Lala dengan menunjuk kearah Dion.
Seketika, Dion menghentikan langkah kakinya, dengan tersenyum canggung.
"Maaf Tante" ucap Dion dengan cengir kudanya.
"Kamu jangan gangguin kedua anak Tante" ucap Yuri membuat Lala dan Yara diam menganga.
"I-iya Tante" jawab Dion, lalu pergi meninggalkan ketiga perempuan tersebut.
"Maaf ya sayang Tante bilang kamu anak Tante, soalnya biar dia jerah ga gangguin kamu sama anak Tante lagi, kalo ada apa apa bilang ya" ucap Yuri dengan tersenyum mengelus pipi Yara.
Yara pun mengangguk.
'perasaan yang aneh, gue suka waktu mamanya Lala bilang kalo gue anaknya, apa karena gue ga pernah merasakan kasih sayang ibu' batin Yara dengan terus menatap wajah Yuri.
__ADS_1
"Oh ya Yara, ini mama gue, dia baru Sampai ke Jakarta tadi pagi" ucap Lala.
"Oh iya.... Saya temennya Lala, nama saya Yara Tante" ucap Yara seraya mencium punggung tangan mama Yuri.
"Dia kakak kelas aku sih ma, tapi gapapa lah ga panggil kak ke dia hehe" ucap Lala dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Mama Yuri menggelengkan kepalanya Lalu merangkul kedua anak gadis tersebut.
'nyaman' batin Yara.
"Kamu rumahnya dimana nak? Tante anterin sekalian" ajak Mama Yuri.
"Ga usah Tante makasih, Yara bawa mobil kok" tolak Yara.
"Ohh yasudah, pulangnya hati hati ya" ucap mama Yuri.
"Iya Tante, Yara pulang duluan" jawab Yara seraya melambaikan tangan pada Lala dan mamanya.
Tanpa pikir panjang, Lala dan Yuri pun memutuskan untuk langsung pulang kerumah Azizah.
Diperjalanan ~
"Papa ga kesini juga ma?" Tanya Lala.
"Ga tau sayang" jawab Yuri dengan terus fokus menyetir.
"Yahh mama kok ga tau sih, kalian masih tetep berantem?" Tanya Lala.
"...." Tak ada balasan dari sang mama.
"Udahlah ma, udahan berantemnya, Lala mau kalian baikan, Lala mau keluarga kita utuh lagi seperti dulu, dipenuhi dengan kebahagiaan" ucap Lala dengan menitikkan air matanya.
"Iya sayang, mama sudah berusaha, tapi papa kamu yang slalu buat masalah, yang slalu bikin Mama marah" jawab Yuri.
"Kalian berdua sama, jangan saling menyalahkan, harusnya kalian berdua intropeksi diri, cari kesalahan diri sendiri, pecahkan masalah dengan baik baik, ga usah diliputi dengan emosi ma" jelas Lala sudah merasa muak.
"Iya sayang" hanya itu lah balasan dari Yuri.
"Jangan bilang kalo mama kesini tanpa izin ke papa" ucap Lala.
"Udah bilang, tapi entah papa dengerin apa ngga, papa mu slalu sibuk dengan pekerjaannya" jawab Yuri.
__ADS_1
Lala mengelas nafas berat, lalu tak lagi berbicara, sampai akhirnya keduanya telah sampai dirumah Willy.
~•~