
Di saat jam istirahat berlangsung, Lala hanya duduk menyendiri halaman belakang sekolah seraya menatap pepohonan, suasana sangat sunyi dan sedikit mengerikan.
"Gimana caranya buat gue bisa gagalin perjodohan ini, kalau mereka tetep maksa gimana" gumam Lala.
"Lala, Lo ngapain sendirian disini?" Tanya Dion yang muncul tiba tiba dibelakang Lala.
Sontak Lala langsung menoleh ke belakang, menatap Dion yang berdiri tegak dibelakang lala.
"Gapapa, cuma.... Gue lagi males aja sama keramaian, lebih enak sendiri" jawab Lala dengan senyum tipis.
"Ohh, gue duduk sini boleh?" Tanya Dion.
"Boleh" jawab Lala seraya mengangguk. "Terus, elo ngapain ada disini?" Tanya Lala balik.
"Mau merenung, akhir akhir ini gue ga fokus sama pelajaran, cita cita gue jadi orang sukses tapi kalo ga fokus sama pelajaran mana bisa sukses, pelajaran adalah sumber pengetahuan kan"
"Iya bener, dari pelajaran kita bisa tau tentang pengetahuan, kita bisa dapet ilmu dari sana, gue juga akhir akhir ini ga fokus sama Pelajaran" jawab Lala dengan wajah murung.
"Gue liat Lo kayak slalu murung terus kenapa sih? Ada masalah?" Tanya Dion.
"Ga ada"
"Ayolah cerita"
Lala pun berfikir sejenak, lalu ia pun mulai menceritakan tentang ia yang dijodohkan dengan anak sahabat mama nya.
"Oh gitu, yang sabar ya la, saran gue sih terima aja Lo kan anak satu satunya, trus orang tua Lo itu cariin yang terbaik buat Lo, masa mau Lo tolak? Lo mau liat mereka kecewa?" Terang Dion.
"Tapi itu saran gue sih ya, kalo ngga Lo coba dulu aja pendekatan sama dia, kalo menurut Lo dia baik atau dia cocok sama kriteria elo, ya terima aja, kalo ga cocok yaudah bilang baik baik sama keluarga elo dan keluarga dia" tambah Dion menjelaskan panjang lebar.
"Iya juga sih, tapi kalo mereka tetep maksa gimana?"
"Ya terpaksa Lo terima aja la, atau elo bisa cari cari kesalahan dia biar dia di cap jelek sama keluarga elo, eheh ini sih menurut gue saran yang ga baik tapi karena kita temen, gue juga maunya yang terbaik buat elo, mau liat elo bahagia"
"Makasih ya Di, Lo emang temen gue yang paling baik, eh sahabat deh, mulai sekarang kita sahabat oke?" Ucap Lala seraya memeluk Dion erat.
"Oke"
"Banyak orang bisa menemani tapi tak semua orang bisa memahami" ucap Lala.
****
"Ra gue anter Lo pulang ya?" Tanya Jessica.
"Ngga usah Jess ngerepotin" tolak Yara dengan lembut.
"Ayolah"
__ADS_1
"Yara pulang sama gue" saut Raja yang tiba tiba muncul di belakang Jessica.
"Ohh yaudah" jawab Jessica pasrah
"Maaf ya Jess" ucap Yara yang hanya diangguki oleh Jessica.
Jessica pun langsung pergi meninggalkan sepasang kekasih tersebut.
"Jessica ngambek?" Tanya Raja pada Yara.
"Entah" jawab Yara seraya mengendikkan bahu nya.
"Yaudah yuk gue anter ke rumah sakit"
Mereka berdua pun menuju ke rumah sakit, tempat dimana Yara kemoterapi.
Sesampai dirumah sakit ~
"Ja makasih udah dianter, elo pulang aja ya, ntar gue pulangnya minta jemput pak Santoso scurity rumah gue" ucap Yara.
"Ngga, gue disini aja tunggu elo sampe Lo selesai ya" ucap Raja seraya mengelus pipi Yara.
"Tapi kemoterapi itu lama ja, gue kasian sama elo kalo elo harus tunggu lama"
"Gapapa by, udah yuk gue anter masuk, ntar gue tunggu di luar ruangan ya"
Raja dan Yara pun masuk kedalam rumah sakit.
****
Saat Lala sendiri di luar sekolah menunggu jemputan sang mama yang tak kunjung datang, lagi lagi Alan datang menjemput.
"Ngapain elo kesini lagi, gue ga mau pulang sama elo" ucap Lala dengan nada jutek.
"Ini perintah mama elo, sebenernya gue juga ogah jemput elo!" Balas Alan dengan nada dingin.
"Yaudah jangan jemput gue lah, bilang aja ke mama gue kalo gue udah pulang duluan"
"Gue bukan tipe orang yang suka bohong, emang elo"
"Dih, pokoknya gue ga mau pulang sama elo, gue ga mau diajak ke rumah elo lagi titik" ucap Lala seraya berjalan menjauh dari Alan.
Alan pun segera turun dari motornya dan membuka helmnya, lalu ia berjalan mengejar Lala yang mulai menjauh darinya.
"Tunggu!" Ucap Alan seraya menarik tangan kanan Lala.
"Apa lagi sih! kan udah gue bilang kalo gue ga mau pulang sama elo!" ucap Lala yang mulai kesal.
__ADS_1
"Trus elo pulang sama siapa? Disini udah sepi! kalo elo sampe diculik.... gue yang bakal kena marah bahkan bisa diusir dari rumah!! jangan egois deh" saut Alan yang sudah mulai terbalut emosi.
Lala pun berfikir sejenak dan menuruti perintah Alan.
"Tapi jangan bawa gue ke rumah elo" pinta Lala.
"Hmm"
Mereka berdua pun kembali naik ke atas motor.
"Anter gue ke toko buku ya, bentar" pinta Lala.
"Hmm"
Keduanya pun menuju ke toko buku terdekat, hingga akhirnya mereka sampai di toko buku tersebut, Lala turun dari motor Alan dan masuk kedalam toko tersebut.
Saat sedang memilih milih buku, terdapat sebuah buku novel yang tak dapat ia gapai, buku tersebut terlihat menarik di mata Lala.
Ia mencoba untuk mengambil buku tersebut berkali kali, tetapi tetap saja buku tersebut tak bisa ia ambil, hingga tiba tiba datang seseorang dengan tubuh tinggi datang dari belakang Lala dan mengambilkan buku novel tersebut untuknya.
Sontak Lala pun menoleh ke arah seseorang tersebut.
"Alan, Lo ngapain ikut masuk"
"Gue liat Lo dari jendela ga bisa ambil buku, makanya gue masuk kesini" jawab Alan seraya memberikan buku tersebut pada Lala.
"Ohh makasih"
Setelah dirasa cukup memilih buku, Lala pun segera membayarnya di kasir, dan kembali naik ke atas motor Alan, lalu mereka berdua pun menuju ke rumah Lala.
saat diperjalanan ~
"Kakak Lo kapan pulang?" Tanya Lala.
"Minggu depan" jawabnya dengan singkat.
"Oh oke"
'gue harus punya strategi nih buat gagalin perjodohan ini' batin Lala.
Sesampai dirumah Lala ~
"Makasih, mau mampir?" Tawar Lala. Alan hanya membalasnya dengan gelengan lalu pergi begitu saja.
"Dasar kulkas" oceh Lala.
~•~
__ADS_1