
Ayu merasa tidak enak hati hari ini, sementara ponsel Syam tidak bisa di hubungi. Ayu terus menghubungi Syam tapi tetap tidak bisa.
"Kamu kemana sih Syam, kenapa telpon dari ku ga ada yang kamu angkat," gerutu Ayu terus mencoba menghubungi Syam.
Sementara mobil yang Syam kendarai sedang di evakuasi oleh pihak kepolisian karena kerusakan mobil Syam cukup parah.
...***...
Syam yang masih belum sadar kan diri sudah masuk ke ruang ICU karena kondisinya yang terus menurun.
Doni dan Mila sudah sampai di lobi rumah sakit langsung mencari ke IGD tapi ternyata Syam sudah di pindah kan ke ruang ICU, Doni dan Mila pun langsung menuju ruang ICU setelah suster memberi tau letak ruangan dan nomor kamarnya.
Orang tuan menunggu di ruang tunggu dengan hati gelisah dan rasa khawatir, ibu terus menangisi kondisi Syam dan ayah terus memeluk menenang kan ibu.
"Ayah, ibu," panggil Doni.
Doni duduk bersimpuh di hadapan ibunya yang duduk di kursi ruang tunggu, Doni melihat kesedihan yang teramat sangat di wajah sepuh ibunya.
"Ibu jangan khawatir ya, aku yakin Syam pasti kuat dan bisa sembuh lagi. Kita berdoa untuk kesembuhan Syam ya bu," ucap Doni meyakin kan ibunya.
__ADS_1
"Iya bu, jangan nangis lagi ya. Nanti ibu ikut sakit lagi kalau ibu nangis terus," ucap ayah.
Doni mengajak ibu dan ayah mendoa kan keselamatan dan kesehatan Syam.
"Ya Allah ya Tuhan kami, lindungi lah Syam dan izin kan kami berkumpul kembali dengan Syam. Ya allah beri kan lah kesembuhan kesehatan untuk Syam seperti sedia kala dan beri kan Syam kesadaran, amin," ucap Doni dan di amin kan oleh ayah, ibu dan Mila.
Sementara Sandra masih menerus kan tugasnya di IGD dengan hati gelisah memikir kan kondisi Syam.
"Kok pasiennya makin banyak aja ya, kapan selesainya? Aku makin ga enak hati, ingin segera bertemu dengan Syam. Bagaimana pun Syam pernah mengisi hari-hari ku dulu, sampai saat ini aku masih perduli sama kamu Syam," batin Sandra.
Waktu terus berganti, akhirnya Sandra pun selesai praktek di IGD dan melanjut kan tugasnya merawat Syam di ICU.
Sebelum ke ICU Sandra menemui Ryan untuk memberi tau kabar tentang Syam dan kondisi Syam saat ini.
Suster pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah sumber suara berasal.
"Eh dokter Sandra, masuk aja dok. Dokter Ryan baru aja selesai prakteknya," ucap suster.
"Terima kasih ya sus," ucap Sandra langsung masuk ke ruang praktek Ryan.
__ADS_1
"Hai sayang, kamu udah mau pulang atau masih ada kerjaan lain?" tanya Ryan begitu melihat Sandra masuk.
"Aku masih ada pasien, tadi di IGD ada pasien ku yang masuk ICU. Kamu tau siapa?" ucap Sandra terjeda.
"Memangnya siapa?" tanya Ryan.
"Pasiennya Syam, ibunya meminta ku untuk merawat Syam sampai dia sembuh. Syam mengalami kecelakaan lalu lintas dan sampai saat ini masih belum sadar kan diri, akhirnya aku saran kan untuk di masuk kan ke ruang ICU karna dari alat medis lebih lengkap di sana dari pada di IGD," ucal Sandra menjelas kan.
"Tadi sih katanya kak Doni sama kak Mila mau ke sini, tapi ga tau deh udh sampai apa belum. Dari pas udah di pindah ke ICU, aku belum cek lagi kondisi Syam. Aku mampir dulu ke sini untuk bilang sama kamu aja, sekalian minta izin rawat Syam," sambung Sandra.
"Ya aku sih boleh-boleh aja selama kamu merawatnya hanya sebatas dokter dan pasien bukan mantan kekasih," ucap Ryan.
"Kok gitu sih, aku kan cuma jalani tugas aja. Bukan mau macam-macam di belakang kamu, kalau pun ia aku seperti itu mana mungkin aku minta izin dulu sama kamu," ucap Sandra mulai cemberut.
"Iya, iya aku izin kan bu dokter yang cantik," ucap Ryan tersenyum melihat Sandra yang cemberut.
"Ayo kita ke ruang ICU, aku juga mau sekalian nengok Syam dan ketemu sama kak Mila dan kak Doni," sambung Ryan beranjak dari tempat duduknya.
"Ayo," ucap Sandra singkat.
__ADS_1
Sandra dan Ryan keluar dari ruang praktek Ryan dan terus melangkah kan kaki menuju ruang ICU, Ryan terus menggenggam erat tangan Sandra selama perjalanan menuju ruang ICU.
"Jujur aku cemburu saat tau kamu yang akan merawat Syam sampai ia sembuh, tapi aku bersyukur kamu masih menghargai ku sebagai suami mu. Sampai kapan pun aku tak akan pernah melepas kan mu Sandra, apa pun yang terjadi aku akan selalu menyayangi mu dan mencintai mu," batin Ryan.