Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 90


__ADS_3

Ini adalah hari terakhir mereka berdua berada di Korea Selatan, mereka akan kembali ke Indonesia nanti malam tepatnya pukul 21.00


Di pagi hari ini seperti biasa, setelah sarapan keduanya akan pergi ke Starfield Coex Mall, mall tersebut adalah mall bawah tanah terbesar di Asia.


Ditengah tengah mall tersebut terdapat Starfield Library, sebuah perpustakaan berisi Kurang lebih 50.000 buku dan 200 tempat duduk.


Buku, adalah benda kesukaan Lala, dia sangat gemar membaca melihat banyak buku seperti surga dunia baginya, niatnya pergi kesana adalah untuk membaca di perpustakaan mall tersebut.


Dion yang tak suka membaca, ia pasrah menemani Lala membaca sampai dia puas, sambil menunggu Lala selesai membaca, Dion memilih berkeliling melihat isi dalam mall dan membeli barang barang yang ia inginkan, juga membeli minuman untuk dirinya dan Lala.


Banyak buku buku menarik ada disana, Lala merasa sangat senang berada ditempat tersebut, sayangnya ia harus sebentar berada disana, setelah dari mall ini Lala dan Dion akan pergi berkunjung ke Myeondong.


Disana bisa membeli barang barang mulai dari brand lokal hingga merk internasional dengan harga murah, terdapat banyak benda atau makanan yang cocok untuk dijadikan buah tangan pulang ke negara asal.


Mereka menuju kesana menaiki kereta karena jarak yang lumayan jauh.


"Yah ntar malem pulang, kurang lama loh"


"Kalo ada liburan lagi, kita berlibur bareng lagi deh"

__ADS_1


"Oke, makasih banyak loh hadiah ulang tahunnya" Lala tersenyum simpul.


Dion mengangguk dengan tawa kecil dibibirnya, mereka kembali menatap keluar jendela, kereta berjalan cepat.


Sepanjang perjalanan, mereka berdua terus mengobrol tak henti henti, entah apa saja yang mereka bahas, sungguh serius.


Hingga akhirnya, sesampainya disana mereka turun dari kereta, keluar dari stasiun dan berjalan menuju pusat perbelanjaan.


"Raja ga tanya kabar elo?"


"Ehmm... sebenarnya dia chatting gue terus, tapi gue biarin, gue males nanggepinnya"


"Ga boleh gitu la, dia pacar lo dia berhak tau kabar lo, apalagi 3 hari ini elo ke luar negeri bareng gue berdua lagi"


"Itu tandanya Raja udah mulai suka ke elo la, masa ga peka sih aduh, dia juga calon suami elo loh, keluarga kalian udah menyetujui tentang perjodohan itu kan"


"Iya juga, tapi andai bisa milih gue lebih milih dijodohin sama elo aja Dion, gue ga cinta sama Raja"


"Ya makanya buka hati buat dia, coba perlahan"

__ADS_1


Lala berulang kali menghela nafas berat selama perjalanan, percakapan tersebut akhirnya terhenti setelah sampai di pusat perbelanjaan.


Mereka berdua melihat barang barang hingga makanan, Lala dan Dion membeli berbagai macam benda dan makanan untuk dijadikan buah tangan.


Tak peduli berapa uang yang harus mereka keluarkan, jika itu membuat mereka senang maka akan dilakukan.


Dion tak memakai uang harta orang tuanya, siapa sangka dia memiliki usaha sendiri, sebuah mall yang masih 1 tahun berdiri, namun sudah sangat ramai pengunjung.


Dia mengembangkan mall itu sendiri dari hasil uang tabungannya selama ini, uang saku nya selama sekolah, orang tuanya juga membantu dalam pengembangan mall tersebut tetapi dana nya tak sebesar dana milik Dion sendiri.


Orang tuanya memberikan banyak dana namun Dion menolaknya, karena ia tak ingin merepotkan orang tuanya, sudah cukup ia merepotkan mereka, kini waktunya dia membanggakannya.


Beberapa bulan lagi, Perusahaan akan jatuh ditangan Lala, hak warisnya akan diberikan pada Lala dan papa nya akan pensiun dari pekerjaan tersebut, perusahaan akan diberikan sepenuhnya pada anak tunggal, yaitu Lala.


Selesai membeli buah tangan, mereka kembali ke hotel yang mereka tinggali menaiki kereta seperti berangkat tadi.


Sesampainya di hotel, keduanya beristirahat sebentar, lalu membersihkan badannya dan mengemasi barang barangnya.


~•~

__ADS_1


budayakan like, komen & vote


makasih banyak 🥰😘


__ADS_2