Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
kepergian jessica


__ADS_3

Tepat di sore hari, ia duduk sendiri di pinggir kolam dengan terus menatap handphone nya yang telah mati namun kini sudah di ganti handphone baru oleh papa nya.


"Padahal disini banyak kenangannya, kenangan yang ga akan bisa diulang lagi" gumam Lala yang terus murung.


Saat ia membuka casing hp nya, ternyata disana terdapat photo dirinya bersama Yara dan Jessica.


Entah kenapa saat melihat foto Yara, hatinya tiba tiba berdegup sangat kencang dengan perasaan yang tiba tiba sedih.


"Yara kenapa? kenapa setiap ngeliat foto Yara gue slalu sedih, kenapa hari hari ini gue slalu kepikiran Yara apa gue kangen dia ya"


Saat ia masih terhanyut dalam pikirannya, tiba tiba sang mama yang datang dari belakang mengejutkannya.


Yuri menyentuh pundak Lala membuat Lala terkejut dan langsung berdiri dari duduknya.


"Mama"


"Ngapain sayang? ga boleh ngelamun sore sore takut kesambet, ini udah mau senja loh" ucap Yuri.


"I-iya ma, Lala lagi kepikiran sahabat Lala ma, entah kenapa akhir akhir ini Lala sedih tiap liat foto kebersamaan Lala sama mereka, apa karena Lala kangen ya?"


"Mungkin karena kamu kangen sayang, coba mama pinjam foto nya"


Lala pun mengangguk dan memberikan foto tersebut pada sang mama.


Entah saat melihat foto tersebut, seketika raut wajah sang mama berubah menjadi murung, wajah nya kusut.


'yara, kenapa perasaanku sulit diungkapkan saat ngeliat Yara, kenapa aku kangen banget sama dia, dia kan bukan anakku' batin Yuri menatap foto Yara dengan raut wajah sedih.


"Ini sayang, makasih.... ayo masuk kedalam"

__ADS_1


"Iya ma"


Keduanya pun berjalan masuk kedalam rumah.


"Mama udah nemuin kakak?" tanya Lala.


Yuri pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Lala.


"Belum, semua anak buah mama pun belum menemukannya, bahkan semua petunjuk yang mengarah pada kakak kamu semua hilang seketika, mungkin mantan suami mama yang menyuruh menghapus semua petunjuk" terang Yuri.


"Mama yang sabar ya" ucap Lala dengan tersenyum lembut.


"Iya"


Percakapan pun berakhir diantara ibu dan anak tersebut, Lala pun kembali ke kamarnya niatnya sih untuk mandi namun niatnya diurungkan karena entah mengapa tiba tiba ia ingin sekali menangis dan berteriak sekencang kencangnya.


Sesampainya didalam kamar, ia pun berteriak sek keras mungkin untuk menghilangkan unek unek didalam hati nya.


Setelah berteriak, tiba tiba air matanya pun mulai turun perlahan.


"Kenapa gue nangis!!! gue kenapa sih!!! hiks.... hiks" ocehnya yang tak tau akan maksud keluarnya air mata tersebut.


entah pikirannya mengarah pada Yara, air mata terus keluar dan mulut yang terus ingin berteriak, hati nya tiba tiba sangat cemas dengan keadaan Yara, padahal ia tak tau tenang kabar Yara yang terkena leukimia.


Ikatan batin mereka sangat kuat, disaat saudaranya pergi selama lama nya dari dunia, Lala pun ikut merasakannya entah tiba tiba ia menangis sejadi jadinya tanpa maksud yang jelas.


Namun ia juga tiba tiba teringat dengan Jessica, hari ini ia sangat kepikiran dengan kedua sahabatnya tersebut, entah ada apa yang terjadi dengan mereka berdua.


****

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, keluarga Jessica yang telah memanggil ahli kunci akhirnya kamar Jessica bisa terbuka.


Namun kesedihan melanda mereka, pintu terbuka lebar dan terlihat Jessica yang telah tergeletak dilantai dengan banyak darah yang keluar dari kedua tangannya dan juga terdapat sebuah cutter disebelah tangannya.


Rupanya Jessica menyayat kedua tangannya karena merasa frustasi kehilangan sahabat satu satu nya tersebut.


Mereka telah bersahabat dari kecil, slalu bersama sama melewati suka dan duka, saling berbagi cerita, jika salah satu dari mereka ada yang sakit maka satunya juga ikut merasakan.


Jessica berfikir jika Yara pergi maka dia juga harus ikut pergi bersamanya, maka mereka akan bersama, namun cara yang di lakukan Jessica salah.


Kedua orang tuanya sangat panik, mereka pun langsung membawa Jessica kerumah sakit.


Namun sayangnya nyawa Jessica tak tertolong, karena Jessica sudah kehilangan banyak darah, ternyata Jessica menyayat tangannya sejak kemarin malam hingga tertemukan dalam keadaan tak bernyawa di keesokan sore nya. Kini Jessica telah menyusul Yara.


setelah semua seluruh keluarganya dikabari, maka proses pemakaman Jessica pun segera dimulai.


Kedua orang tuanya sangat sedih saat mengetahui hal tersebut, mereka terus menangis merasa sangat kehilangan anak bungsu nya tersebut.


"Jessica kenapa kamu begitu tega tinggalin kita nak, kamu seharusnya ingat kalau masih ada kita yang menemanimu dan menjadi temanmu, tapi kenapa kamu juga ikut meninggalkan kita" ucap mama Jessica.


"Kenapa kamu ikut menyusul Yara sayang, harusnya kamu ikhlas dengan kepergiannya" saut papa Jessica.


Cukup lama proses pemakaman dilakukan, hingga tiba di malam hari sesudah maghrib, pemakaman telah selesai dilakukan.


Namun kakak perempuan dan mama Jessica tak ingin meninggalkan makam Jessica.


"Anak kita ada disini sendirian pa, kenapa kamu tega!" bentak mama Jessica.


"Iya pa, adik kecil ku masih disini, kasian dia kedinginan, aku juga harus merasakan kedinginan juga!" saut kakak perempuan Jessica.

__ADS_1


perdebatan diantara mereka pun dimulai, hingga akhirnya mama dan kakak perempuan Jessica mengikuti perintah papanya untuk kembali pulang ke rumah.


~•~


__ADS_2