
Selesai sarapan Syam dan Salma pamit pada ayah dan ibu untuk pergi ke sekolah dan Syam pergi bekerja di antar sopir yang sama.
"Pak kita antar Salma ke sekolah dulu ya, setelah itu kita ke resto," ucap Syam memberi arahan rute perjalanan pagi ini.
Mobil pun melaju di jalanan ibu kota, mengantar Salma lalu mengantar Syam berkeliling resto dari yang terdekat sampai cabang terjauh.
Syam mengerja kan laporan harian dari setiap resto yang di kirim melalui email oleh pananggung jawab setiap resto.
Tepat jam 14:00 Salma pulang sekolah, Syam sudah menyuruh pak sopir untuk menjemput Salma di sekolahnya.
"Pak 30 menit lagi Salma pulang, tolong jemput Salma di sekolah lalu antar ke rumah ya jangan ke rumah ibu. Setelah itu bapak balik lagi ke sini karna saya belum selesai kerja. Saya masih banyak urusan yang harus saya kerja kan hari ini," ucap Syam.
"Baik pak," ucap pak Suryo lalu pergi ke sekolah Salma.
Sebelum bubar sekolah pak Suryo sudah menunggu di halaman sekolah Salma. Beberapa lama menunggu, akhirnya Salma keluar dari kelasnya dan langsung berlari ke parkiran sekolah mencari siapa yang menjemput.
"Nanti kalau papa sudah menikah dengan mama Ayu, pasti mama Ayu yang jemput aku, bukan pak Suryo terus yang jemput aku. Bahkan papa juga jarang jemput aku," gerutu Salma berjalan mendekati pak Suryo.
Pak Suryo membukakan pintu untuk Salma masuk ke dalam mobil, lalu pak Suryo pun masuk dan duduk di kersi pengemudi untuk melaju kan mobilnya di jalanan menuju rumah kediaman Syam.
"Pak aku mau ke rumah nenek ya," ucap Salma.
"Tapi non, bapak di suruh untuk antar non Salma ke rumah non bukan ke rumah nenek," ucap pak Suryo.
"Ya udah kalau itu perintah dari papa, aku bisa apa," ucap Salma cemberut.
Sepanjang jalan Salma hanya memain kan ponselnya, semua aplikasi yang ada di ponselnya sudah Salma buka sampai akhirnya sampai di halaman rumah Syam dan pak Suryo membuka kan pintu untuk Salma turun.
"Terima kasih ya pak," ucap Salma dan pak Suryo segera kembali ke resto dimana Syam berada.
...***...
__ADS_1
Hari yang di nanti pun tiba, setelah pulang sekolah Salma segera bersiap dan berkemas. Sementara Syam setelah selesai meeting dengan pelanggan yang akan menggunakan restoran milik Syam untuk di pakai acara kantor.
Syam segera pulang setelah semua pekerjaannya selesai.
"Eh hampir saja lupa, aku belum beli apa-apa untuk di bawa ke Bandung," batin Syam melihat toko perhiasan dan kue bersebelahan.
"Pak, tolong berhenti dulu di depan toko perhiasan ya," ucap Syam lalu pak Suryo memarkir kan mobilnya di depan toko perhiasan.
Syam membeli perhiasan untuk acara lamaran nanti, satu set perhiasan yang akan di pakai untuk melamar Ayu dan satu set lagi untuk kado ulang tahun Salma. Tak lupa Syam membeli kue untuk buah tangan ke rumah Doni dan Mila.
Setelah selesai Syam kembali ke dalam mobil dan meminta pak Suryo untuk segera melaju kan mobilnya menuju rumah.
30 menit berlalu karna jalanan cukup padat mobil pun baru sampai di halaman rumah.
"Pak, bapak istirahat dulu. Satu jam lagi sekitar jam 5 sore ini kita pergi ke Bandung, bapak jaga kondisi badan bapak jangan lupa makan," ucap Syam mengingat kan pak Suryo.
Syam pun masuk ke dalam rumah menemui Salma dan pak Suryo pun masuk lewat pintu belakang menuju dapur untuk beristirahat dan makan di dapur.
"Papa....," teriak Salma yang sudah mandi dan memakai pakaian rapih.
"Duh cantik banget ini anak gadis papa, udah wangi pula," ucap Syam mencium kening Salma.
"Iya dong aku udah mandi, udah wangi, udah cantik dan udah siap untuk pergi ke Bandung ketemu Natasya sama mama Ayu," ucap Salma tersenyum bahagia.
"Oh iya, besok kan anak gadis papa ulang tahun. Salma mau hadiah apa dari papa?" tanya Syam.
"Emm... Apa aja pa terserah papa, jadi kita raya di Bandung nih pa. Sama Natasya dong pa rayainnya," ucap Salma.
"Kalau gitu aku mau main timezone aja sama Natasya sama anak-anak om Doni juga," sambung Salma.
"Iya boleh sayang, ya sudah papa mandi dulu ya terus siap-siap kita jemput nenek sama kakek," ucap Syam melangkah pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
"Eh, ada yang lupa. Tadi papa beli kado buat Salma, semoga kamu suka ya nak," sambung Syam membalik kan badannya dan memberi kan Salma satu kotak perhiasan berbentuk boneka.
"Waaahhh, ini untuk ku pa. Ini bagus banget pa, aku suka. Terima kasih papa sayang," ucap Salma kembali memeluk Syam.
"Sama-sama sayang, kalau Salma suka papa juga senang melihatnya. Di pakai ya sayang, papa ke kamar dulu ya," ucap Syam.
"Iya pa, aku tunggu papa di depan ya," ucap Salma.
Salma berlari ke dapur untuk mencari bi inem tapi yang di cari tidak ada hanya ada pak Suryo dan bi Narsih.
"Bi inem kemana bi?" tanya Salma.
"Lagi ke ke supermarket non, beli perlengkapan yang sudah habis," jawab bi Narsih.
"Oh, aku minta tolong dong bi. Tolong pasang kan kalung ku," ucap Salma lalu bi Narsih pun membantu memasang kan kalung di leher Salma.
"Bagus ga bi?" tanya Salma memperlihat kan cincin dan gelang pada bi Narsih.
"Bagus non," ucap bi Narsih.
"Ini kado ulang tahun dari papa, padahal baru besok ulang tahunnya," ucap Salma dengan rasa senang dan senyum bahagia.
"Oh iya non Salma besok ulang tahun ya, Selamat ulang tahun ya non. Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezekinya, di kelilingi orang-orang yang selalu sayang sama non Salma, bahagia selalu dan selalu dalam lindungan Tuhan, amin," ucap bi Narsih mendoa kan Salma dan di amin kan oleh Salma dan pak Suryo.
"Selamat ulang tahun ya non, doanya sama kaya bi Narsih," ucap pak Suryo.
"Terima kasih ya pak, bi udah mau di repot kan sama aku. Bibi selalu siap kan aku makan, cuciin baju aku dan pak Suryo selalu mengantar kan kemana pun aku mau," ucap Salma.
"Maaf ya non, bibi ga bisa kasih non kado apa-apa," ucap bi Narsih.
"Ga apa-apa bi, bibi udah mau mendoakan aku aja udah lebih dari cukup. Biar papa aja yang kasih kado buat aku," ucap Salma tersenyum bahagia.
__ADS_1
Selesai mandi dan berpakaian rapih, Syam keluar kamar dengan membawa tas yang berisi pakaian lalu pergi mencari Salma.
"Salma sayang,.." panggil Syam.