Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
pisah tempat duduk


__ADS_3

Keesokan harinya, Lala yang termenung sendiri didalam kelasnya, tiba tiba ia menitikkan air matanya, berharap orang tuanya segera berbaikan tak ada lagi pertengkaran diantara keduanya.


"Lala mau pulang ma pa" gumam Lala.


Ia terus menatap tembok dengan tatapan kosong, tak perduli dengan teman teman yang menyapanya.


Sampai pada akhirnya ia tersentak dari lamunannya akibat dari seseorang yang menaruh tas disebelahnya.


"Bukannya ini tempat duduknya Raja?" Tanya Lala pada seseorang tersebut.


"Mulai sekarang, kita pisah tempat duduk la" jawab raja yang tiba tiba masuk kedalam kelas, dan menaruh tasnya tepat dibangku nomer 2 dari depan Lala.


"Oh oke" jawab Lala singkat.


Tanpa ada basa basi, raja keluar dari kelas dan menuju ke ruang OSIS.


'ini yang gue harepin ja, gue mau Lo ngehindarin gue, tapi saat Lo ngejauh dari gue, gue ngerasa sedih banget' batin Lala dengan menatap kepergian Raja.


"Heyy!!" Ucap seseorang tersebut dengan melambaikan tangannya tepat didepan wajah Lala.


Lala menatapnya tajam.


"Lo kenal gue kan?" Tanya seseorang tersebut.


"Kagak!, lagian ga penting juga kenal sama Lo" jawab Lala dengan juteknya.


"Sok jual Mahal, awas Lo jatuh cinta ke gue" jawab seseorang tersebut.


"Ga mungkin terjadi" saut Lala dengan memalingkan wajahnya.


"Yaudah serah, nama gue Dion, gue keluar dulu" ucap seseorang tersebut yang bernama Dion.


"Hem" jawab Lala.


"Jangan kebanyakan ngelamun, awas kesambet neng" saut Dion saat hendak keluar kelas.


Lala hanya membalasnya dengan dengusan kesal.

__ADS_1


Dion adalah sepupu Raja yang baru saja pindah disekolah ini, ia murid pindahan dari bali, baru 3 hari dia bersekolah disini, awalnya dia anak kelas B sebelah, lalu dia pindah ke kelas C, kelas Lala dan Raja berada.


Tak lama bel masuk berbunyi, semua murid masuk kedalam kelas masing masing, pelajaran pertama pun dimulai dikelas XI C MIPA


****


Jam istirahat tengah berjalan, Lala duduk sendiri dibangku kantin seraya menunggu pesanannya datang.


Ia serius membaca novel online dengan mendengarkan musik di earphone nya.


Tak lama, makanan yang ia pesan pun datang, bersamaan dengan seorang remaja laki laki yang duduk didepannya.


Lala menatap malas remaja tersebut, dengan tangan yang sudah menancapkan garpu ke bakso.


"Ngapain disini?" Tanya Lala menatap malas pada remaja tersebut.


'ganggu aja, lagi enak enak sendiri' batin Lala merasa kesal.


"Tempat duduk lain penuh, yang kosong cuma disini, yaudah gue duduk disini" jawab remaja tersebut, yang tak lain adalah Dion.


Lalu keduanya mulai melahap bakso yang telah mereka pesan masing masing sebelumnya.


Bakso telah habis, Lala dan Dion tetap berada dibangku tersebut tanpa ada percakapan sedikit pun.


"Ahh kenyang!" Gumam Dion sambil mengelus perutnya yang sispack.


Lala hanya melirik sekilas, lalu pandangannya beralih lagi ke handphone nya.


"Kenapa Lo sendirian terus la?" Tanya Dion,Lala hanya mengendikkan bahunya.


"Lo ga punya temen?" Tanya Dion sekali lagi.


"...." Lala diam tak membalas pertanyaan Dion.


"Mau temenan sama gue?" Tanya Dion lagi.


Kali ini Lala mematikan handphone nya lalu menatap Dion dan membuka mulut, mengatakan.

__ADS_1


"Ogahh!!!" Jawab Lala, lalu ia berjalan menuju kelasnya.


Setelah kepergian Lala, seorang remaja laki laki menghampiri Dion dengan menepuk pundaknya dari belakang.


"Lo suka sama dia?" Tanya seseorang tersebut, ia adalah Raja.


"Kagak!!, orangnya bosenin, jutek, galak, siapa yang mau sama dia" jawab Dion.


"Kalo Lo udah mengenal dia, pasti Lo bakal suka ke dia, dia emang jutek diawal" bisik Raja ke telinga Dion.


"Masa sih?" Tanya Dion penasaran.


"Heem" jawab Raja singkat.


"Lo suka sama dia?" Tanya Dion pada raja, membuat raja membeku.


"Ka-kagak" Jawab Raja dengan terbata bata, lalu segera bergegas pergi meninggalkan Dion. "Gue pergi dulu" ucap Raja.


Tak lama bel masuk pun berbunyi, semua murid berhamburan masuk kedalam kelas masing masing.


Dion yang berjalan santai masuk kedalam kelasnya, tiba tiba ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang murid perempuan yang baginya sangat cantik.


"Aww!!" Pekik murid perempuan tersebut dengan memegangi lengannya.


"Maaf ga sengaja" ucap Dion.


Murid perempuan tersebut mengangguk dan berlari menuju kelasnya.


"Dia siapa? Cantik banget, kayaknya dia bukan dari kelas C deh, soalnya daritadi gue perhatiin ga ada yang mirip sama dia" gumam Dion dengan terus menatap seorang siswi yang berlari menaiki tangga menuju kelasnya.


Tiba tiba Sebuah tepukan membuyarkan lamunannya. Sontak ia langsung menoleh ke belakang, dan terlihat seorang guru berdiri menatapnya dengan tatapan mengerikan.


"Ngapain diluar? Cepet masuk!!" Ucap guru tersebut.


"I-iya pak" jawab Dion dengan mengangguk, lalu masuk ke kelasnya.


~•~

__ADS_1


__ADS_2