
Disore hari ~
"La pamit pulang ya" Raja mengelus rambut Lala.
"Iya, makasih atas jengukannya"
"iya sama sama" Raja tersenyum manis.
Raja pun keluar dari rumah Lala, ia memasuki mobilnya dan keluar dari gerbang rumah, mobil mulai melaju menuju rumah kontrakannya.
"Kenapa tadi gue bisa ngeliatin wajah dia
mulu sih" Lala terlihat kesal dengan dirinya sendiri.
Selesai mengoceh sendiri, ia menuju dapur menemui salah satu asisten rumah tangganya.
"Bi" panggilnya.
"Iya non?"
"Tolong buatin saya salad buah ya"
"Buah apa aja non?"
"Yang ada dikulkas aja deh, seadanya"
"Oh baik non, nanti saya buatkan"
"Anterin ke kamar ya bi"
__ADS_1
"Iya non"
Bibi segera membuatkan salad buah dengan buah seadanya yang berada didalam kulkas, beruntung didalam kulkas ada beberapa jenis buah seperti, anggur, apel, pisang, dan semangka.
Lala menaiki tangga menuju kemarnya, sesampai dikamar, ia merebahkan badannya seraya melihat isi ponselnya.
Banyak notif telefon dari Dion, ada 3 panggilan tak terjawab 20 menit yang lalu, dengan cepat Lala segera kembali menghubungi sahabatnya tersebut.
Tak butuh waktu lama, panggilan telefon pun terhubung, mereka berdua pun mulai membuka percakapan.
📞 Apa kabar la?
📞 Ah ehm... baik
📞 Syukur, lagi apa?
📞 Oh, kapan liburan ke Jepangnya?
Lala berfikir sejenak, badannya masih baru sembuh, dan juga ia sungkan jika berlibur tanpa mengajak Raja karena Raja adalah tunangannya, ia juga tak mau membuat Raja cemburu karena kedekatannya dengan Dion.
📞 Maaf Dio, kayaknya kita ga jadi ke Jepang, kita ke Bali aja ya sama Raja juga, ga enak kalo ga ngajak Raja soalnya gue sama Raja kan udah tunangan
📞 Oh iya juga, yaudah terserah elo aja, gue mah iya aja apapun kemauan elo, trus kenapa kok ga jadi ke Jepang? kita kan bisa ajak Raja juga ke Jepangnya
📞 Ehmm..... Ngga deh ngerepotin elo aja, mending di Bali aja yang lebih deket dinegara sendiri dan ga ngehabisin banyak uang juga
📞 Gitu ya, yaudah
Percakapan terus berlangsung, salad buah telah selesai dibuat, bibi langsung mengantarkannya kekamar Lala, menaruhnya diatas nakas dekat ranjang Lala.
__ADS_1
Lala masih terus mengobrol ditelefon bersama Dion, tak lupa ia juga memakan semangkuk salad pintanya tadi.
Tepat disaat semangkuk salad buah tersebut habis, disaat itu juga percakapan antara Lala dan Dion ditelefon telah berhenti.
Ia menuruni anak tangga untuk menaruh mangkuk bekas salad tadi, karena jika tak ia taruh di dapur, maka kamarnya akan dipenuhi dengan semut yang haus akan makanan manis.
Sesampai didapur, ia menaruh mangkuknya diwastafel, lalu mencuci tangannya, meminum obat dan segelas air putih, lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Badannya sudah mulai enakan, sudah tak lagi demam, mual, lemas dan pusing, namun hanya tinggal wajahnya saja yang masih pucat dan dia masih belum pulih sepenuhnya.
"Waktunya istirahat" ucapnya riang.
Ia merebahkan badannya diatas ranjang empuk, dan mulai memejamkan matanya, tenggelam dalam tidur nyenyaknya.
****
ia terbangun di pukul 5 sore, masuk kedalam kamar mandi dan memulai ritual mandi menggunakan air hangat.
selesai mandi ia langsung memakai baju tidur, malas jika harus berganti baju tidur malam nanti.
selesai mengganti baju dan juga menyisir rambut panjangnya, ia menuruni tangga untuk menemui sang mama yang berada diruang keluarga asik menonton televisi.
dia memulai obrolan dengan sang mama dan juga ikut menonton televisi tentang berita berita terkini.
tak lama, mereka juga disusul oleh iris yang juga ikut bergabung diruang keluarga tersebut, melihat televisi sekaligus mengobrol bersama.
sungguh indahnya keluarga kecil tersebut, dipenuhi dengan kebahagiaan.
~•~
__ADS_1