Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 167.


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk,"


Dendy pun membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan yang memang sudah di tunggu oleh Syam sejak tadi.


Dendy masuk lalu duduk di depan meja kerja Syam dan memberi kan laporan pada Syam. Syam membaca dan memahami isi laporan yang Dendy serah kan padanya.


"Gimana Den, ada kendala selama rumah makan ini buka?"


"Sampai saat ini tidak ada pak, cuma pengunjungnya aja setiap hari turun naik. Kadang ramai sampai antri kadang kalau lagi sepi ya rombongan aja yang datang atau satu dua orang. Paling gitu aja sih pak,"


"Ya,,, wajar aja sih namanya juga jualan pasti ada turun naiknya. Oh iya, boleh saya minta data gaji karyawan di sini. Termasuk kamu ya,"


"Baik pak, saya ambil kan dulu,"


Dendy keluar dari ruangan Syam dan langsung mengambil laporan gaji karyawan di ruangannya. Dendy kembali ke ruangan Syam dengan membawa laporan yang di minta.


"Ini pak laporan yang bapak minta,"


"Begini karna usaha kalian di sini, usaha saya mulai maju dan banyak perkembangan baik. Sebagai tanda terima kasih saya pada kalian semua hari ini saya kasih bonus semua karyawan, ada yang libur ga hari ini?"


"Ada 2 orang pak yang libur,"


"Coba di telpon, minta mereka datang ke sini. Sambil nunggu yang libur datang, kamu panggil satu per satu masuk ke sini biar semua cepat selesai,"


"Baik pak," ucap Dendy kembali keluar dari ruangan Syam dan memanggil teman-temannya yang sedang senggang.


Sementara Syam mulai memasuk kan 6 lembar uang 50 ribuan ke dalam amplop, untuk di bagi kan uang bonus pada karyawannya yang jumlahnya hanya 10 orang termasuk Dendy.

__ADS_1


"Permisi pak, bapak panggil saya,"


"Iya, duduk teh. Ini ada uang bonus untuk teteh, semoga bermanfaat ya teh,"


"Tolong panggil kan yang lain ya teh, satu per satu ya," sambung Syam.


Satu per satu karyawan masuk ke dalam ruangan Syam dan keluar dengan senyuman yang merekah, terakhir Dendy yang masuk dengan jumlah bonus yang berbeda.


"Karna tanggung jawab mu besar di sini, saya sengaja membeda kan bonus kamu dengan teman-teman yang lain. Terima kasih banyak sudah banyak membantu saya menjalan kan usaha ini, untuk ke depannya saya percaya kan semuanya pada mu. Sesekali kakak saya akan mengontrol ke sini, saya tunggu setiap laporan mu ya," ucap Syam.


...***...


2 tahun kemudian..


Setiap bulan Syam dan Salma selalu datang ke panti asuhan dimana Salma di adopsi, Salma berbagi dengan teman-temannya di panti asuhan.


Mungkin nasib teman-temannya tak seberuntung dirinya yang di adopsi dan di beri kasih sayang dan mendapat fasilitas yang mewah, tapi semua itu tidak menjadi kan Salma jadi anak yang sombong dan boros dalam mengguna kan uang.


Setiap bulan Salma bisa menyumbang kan sisa uang jajannya ke panti asuhan, Salma membeli kebutuhan pokok teman-temannya di panti.


"Papa, bulan ini aku mau beli beras sama kebutuhan yang lainnya aja. Papa beli yang lain ya,"


"Iya sayang, nanti papa tambahin ya. Atau mau di naikin uang jajannya?"


"Ga usah pa, uang jajan yang papa kasih udah banyak. Aku cuma pakai sedikit, kadang aku di traktir sama teman-teman ku dan kadang aku yang traktir teman-teman ku,"


Kini Salma sudah menginjak kelas 9 sekolah menengah pertama, Salma adalah siswi termuda yang ada di sekolahnya. Saat ini Salma berusia 11 tahun, karna Salma sering loncat kelas jadi Salma menjadi siswa terpandai dan termuda di sekolahnya.


Syam tidak memikir kan tentang jodoh dan Salma tidak pernah mempermasalah kan dan meminta mama baru pada Syam.

__ADS_1


Minggu pagi di rumah Syam.


Setiap hari minggu pagi Syam dan Salma selalu joging bersama, kini Syam lebih banyak menghabis kan waktu bersama Salma. Hanya sesekali Syam mengecek laporan setiap resto, kini Syam memiliki 8 cabang resto di Jakarta dan 3 rumah makan khas sunda di Bandung.


"Papa, hari ini kita jadi kan ke panti?"


"Jadi sayang, nanti jam 1 ya ke pantinya. Kita kan belum beli apa-apa buat teman-teman di sana, sekarang kita mandi lalu sarapan dulu ya terus kita pergi beli hadiah sama bahan-bahan pokok makanan buat teman-teman di panti,"


Salma dan Syam masuk ke kamarnya masing-masing setelah istirahat sepulang joging, Salma dan Syam mandi dan bersiap untuk sarapan karna sesuai rencana mereka akan pergi mencari apa yang akan mereka beri kan pada anak-anak panti.


"Papa kita beli mainan dulu aja, minggu ini aku ga pakai uang jajan dari papa. Aku sengaja setiap istirahat pergi ke perpustakaan biar aku ga jajan, jadi uang ku bisa di pakai beli mainan baru buat teman-teman di panti dan sisanya bisa di beli kan beras. Kurangnya papa yang tambahin ya😄,"


"Boleh sayang, kalau kamu mau pakai uang mu pakai aja. Biar nanti uang buat beli keperluan panti papa yang beli semua, kamu ga usah sampai ga jajan gitu nak. Papa kasih uang buat kamu itu untuk kamu pakai beli keperluan kamu, buat jajan sama beli yang lainnya," ucap Syam mendekap Salma.


"Terima kasih Tuhan, engkau telah mengirim Salma untuk ku, anak yang pintar dan perduli terhadap sesama. Jangan pisah kan aku dengan dia Tuhan, meski pun dia hadir karna penyesalan terhadap Indri tapi aku menyayangi Salma seperti aku menyayangi Indri yang sudah berkorban untuk ku. Jaga Indri untuk Tuhan, semoga Indri tenang bersama mu di alam sana," batin Syam.


Sesampainya di toko mainan, Salma langsung masuk dan memilih mainan untuk di bawa ke panti asuhan. Sedang kan Syam membeli beras dan kebutuhan lainnya di toko sebelah toko mainan.


Selesai memilih dan membayar, Salma keluar dari toko mainan lalu menyimpan semua mainan dengan di bantu oleh pak Suryo. Begitu pun dengan Syam yang sudah selesai membeli bahan makanan dan sudah di simpan di bagasi mobil.


Mobil pun melaju di jalanan ibu kota menuju panti asuhan. 20 menit perjalanan, mobil pun sampai di halaman parkir panti asuhan. Pak Suryo segera membuka pintu bagasi mobil dan mengeluar kan seluruh barang yang sudah di beli Syam dan Salma.


Salma turun dari mobil lalu mengambil mainan untuk di bagi kan pada teman-teman di panti.


"Hai, teman-teman," sapa Salma saat masuk dan sampai di halaman belakang dengan anak-anak yang sedang bermain dan berlarian.


"Hai kak Salma," teriak anak-anak kompak.


"Aku bawa ini untuk kalian," tunjuk Salma pada 2 kantong besar paper bag dari toko mainan.

__ADS_1


Anak-anak panti pun datang menghampiri Salma dan berbaris untuk mendapat kan mainan dari Salma.


__ADS_2