
Pukul 9 pagi, Lala terbangun dari tidurnya, terlihat Raja yang asik bermain ponsel di sofa hijau dekat ranjang pasien, disana tak nampak mama dan papa Lala, entah kemana mereka.
"Ja" panggil Lala.
Raja menaruh handphone nya dan berjalan menghampiri Lala.
"Apa?" jawab Raja.
"Mama sama papa mana?"
"mama pulang kerumah, kalo papa ke kantor, baru aja dia pulang dari sini"
Lala mengangguk paham "elo ga capek?, kalo capek pulang aja, gue kan masih ada papa mama yang bisa jagain gue"
Raja menggeleng dan tetap tersenyum "engga kok, gue ga capek, gue akan tetep nemenin elo sampe sembuh"
'sama seperti gue nunggu Yara dirumah sakit, semoga tuhan ga ambil juga wanita yang ada didepan gue ini' batin Raja.
Sebenarnya Raja sangat lelah, namun ia tetap menahannya, rasanya tak ingin sekalipun meninggalkan Lala disaat Lala sedang sakit, ia akan terus menjaganya.
"Makan dulu ya" Raja mengambilkan mangkuk berisi bubur.
Awalnya Lala menolak, namun Raja memaksanya.
"Katanya mau sembuh, makan yang banyak ya biar bisa keluar dari rumah sakit, biar bisa liburan lagi sama Dion"
Berfikir sejenak, ia pun mengangguk membenarkan posisi duduknya dan memakan suapan bubur dari Raja.
Lala sudah terlihat lebih mendingan daripada sebelumnya, mungkin Lala akan dipulangkan sore nanti.
__ADS_1
"Udah ja cukup" 8 suapan bubur sudah masuk diperutnya.
Setelah makan, ia mencoba mengobrol dengan Raja agar suasana tak lagi canggung, namun tiba tiba pintu terbuka, terlihat wanita muda seumuran Lala membawa buah buahan.
"Hai" sapanya dengan melambaikan tangan.
Ia pun menaruh buah tersebut diatas nakas, lalu berjalan menghampiri Lala yang terbaring di ranjang.
"Gimana keadaan elo sekarang? udah enakan?"
"Lumayan enakan, kata dokter udah dibolehin pulang nanti sore, tapi liat kondisi lagi sih, kalo masih belum stabil ga jadi pulang"
"Oh gitu ya, gue doain elo cepet sembuh ya, biar kita bisa main bareng lagi"
"Iya, makasih ya"
"Sama sama, waduh pasangan baru tunangan ini selalu berduaan ya" canda wanita tersebut yaitu Sinta.
Sinta ikut tertawa pelan, mereka pun berbincang bincang.
20 menit kemudian, Sinta berpamitan untuk pulang ke panti, menjengguk orang sakit berlama lama juga akan mengganggu istirahatnya.
Setelah kepulangan Sinta, Lala kembali merebahkan badannya, mencoba memejamkan matanya.
****
Sore hari, Lala sudah dibolehkan pulang kerumah, mama dan papa nya menjemput Lala menuntunnya pelan berjalan masuk kedalam mobil.
"Papa ga maksa kamu mau kerja kapan, pokoknya kalo kamu belum bener bener sehat ga boleh masuk kerja dulu" iris mengelus lembut rambut panjang anaknya.
__ADS_1
"Iya pa" Lala tersenyum tipis.
"Untuk sementara ini, kamu tidur dikamar bawah aja ya" ucap Yuri.
"Iya" Lala menjawabnya singkat, ia benar benar nurut.
Sesampainya dirumah, Lala langsung beristirahat dikamar yang sudah disiapkan, Raja masuk kedalam kamar untuk berpamitan pulang.
"La gue pulang ya, cepet sehat, besok gue kesini lagi"
"Iya ja, makasih banyak udah jagain gue dirumah sakit"
"Iya sama sama, jangan banyak gerak, makan yang banyak"
Lala hanya mengangguk dan Raja pun keluar dari kamar, berpamitan pada kedua orangtua Lala, lalu ia pergi menuju pulang ke rumah kontrakannya.
"Mama tidur disini ya" pinta Yuri.
"Kenapa?"
"Mama mau jagain kamu sayang"
"Papa gimana?"
"Papa ngebolehin, lagian mama kan tidur sama anak mama sendiri"
Lala hanya membalasnya dengan senyuman.
Anak dan ibu tersebut meneruskan pembicaraan, Yuri menyuapi sang anak dengan salad buah yang baru saja ia buat, Lala terlihat lahap memakan salad tersebut.
__ADS_1
~•~