Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 127


__ADS_3

Seperti biasa Sandra praktek pagi sampai siang, setelah selesai praktek Sandra baru bisa visit ke keliling pasien di rawat inap.


Termasuk Syam yang 2 minggu ini menjadi pasiennya, Sandra keliling dari satu ruangan ke ruangan lain karena pasiennya yang di rawat bukan hanya satu.


Sebelum memasuki ruangan Syam, Sandra melihat dulu catatan perkembangan kesehatannya yang ada di suster penjaga.


"Semua sudah bagus," gerutu Sandra membaca catatan yang suster berikan.


Sandra dan suster berjalan menuju kamar Syam untuk pemeriksaan.


Tok tok tok


Sandra membuka handle pintu dan masuk ke dalam ruangan Syam di sambut oleh Salma.


"Eh ada Salma, hai Salma sayang," sapa Sandra.


"Halo mama Sandra, mau periksa papa aku ya?" tanya Salma.


"Iya sayang," jawab Sandra mendekat ke ranjang Syam untuk memeriksa di ikuti oleh suster.


"Semua sudah bagus ya, kamu udah bisa pulang hari ini," ucap Sandra.


"yeeeee, papa akhirnya pulang," teriak Salma kegirangan mendengar kabar Syam akan pulang ke rumah.


"Terima kasih ya San, udah mau merawat ku selama aku di rawat di rumah sakit," ucap Syam.


"Iya sama-sama, aku juga di bantu suster rawat kamu. Kalau ga ada suster mana bisa aku rawat kamu sendiri dengan semua kesibukan ku," ucap Sandra tersenyum lepas.


"Iya ga sus, suster juga banyak jasanya," sambung Sandra.


"Iya, terima kasih ya sus sudah merawat ku di sini," ucap Syam.


"Iya sama-sama pak, sudah menjadi tugas saya merawat semua orang yang di rawat di sini," ucap suster.


"Ya sudah, nanti kamu akan di bantu suster melepas infus dan segala hal sampai kamu bisa pulang," ucap Sandra.


"Aku pamit ya, sehat selalu untuk mu dan semuanya," sambung Sandra lalu pergi keluar kamar rawat Syam.


Di ruangan suster, Sandra menulis resep obat untuk di bawa pulang oleh Syam.


Saking penasarannya para suster, ingin bertanya tapi segan pada Sandra tapi ada salah seorang suster yang memberani kan diri untuk bertanya tentang hubungan Syam dan Sandra.

__ADS_1


"Dok, boleh saya tanya sesuatu?" tanya suster.


"Boleh sus, mau tanya apa. Kalau saya bisa menjawab, pasti akan saya jawab," ucap Sandra sambil menulis di atas form resep.


"Maaf dok kalau ini lancang untuk di tanya kan, aku hanya penasaran hubungan dokter dan pasien atas nama bapak Syamudra Lesmana di kamar VVIP. Kok anaknya panggil dokter dengan sebutan mama sih dok?" tanya suster.


"Dia itu ponakan saya sus, dari kecil dia ga punya mama. Mamanya meninggal karna kanker dan meninggal di rumah sakit ini, mamanya juga pasien saya cuma ga sepenuhnya saya yang tangani," ucap Sandra menjelas kan.


"Oh iya satu lagi sus, kakak perempuan saya yang di Bandung itu kakak iparnya Syam. Jadi kita masih kerabat, sudah jelas sus," sambung Sandra tersenyum lepas pada suster.


"Oh gitu dok, jelas dok. Maaf ya dok atas pertanyaan dari saya tadi," ucap suster merasa tidak enak hati pada Sandra.


"Ga apa-apa sus, dari pada berprasangka yang tidak-tidak lebih baik tanya langsung pada orangnya langsung," ucap Sandra.


"Oh iya dok, ini biaya dokternya di masukin tagihan jangan? Kan pasien kerabat dokter," tanya admin ruangan.


"Ga usah, prodeo aja mba," jawab Sandra berdiri dari tempat duduknya hendak ingin pergi dari ruangan para suster.


"Ada lagi yang mau di tanya kan sus?" tanya Sandra sebelum pergi.


"Cukup dok, maaf ya dok sudah salah faham dan salah sangka. Tadinya saya kira pasien memang bekas suami dokter karna dokter terlihat begitu dekat dan anaknya memanggil dengan sebutan mama," ucap suster.


"Ga apa-apa, namanya juga manusia pasti ada rasa penasarannya. Bagus juga sih langsung nanya sama saya jadi jelas jawabannya ya," ucap Sandra.


"Ya sudah, saya permisi dulu ya suster kalau ada pertanyaan lain boleh telpon ke ruangan praktek saya," sambung Sandra.


"Iya dok," jawab suster singkat.


Sandra langsung pergi dari ruangan rawat inap dan berjalan menuju ruangan Ryan yang tak jauh dari ruang rawat inap.


Sesampainya di depan ruangan praktek Ryan, yang tersisa hanya suster pendamping saja yang sedang menulis laporan.


"Permisi sus, dokter Ryan sudah selesai belum prakteknya?" tanya Sandra.


"Masih tersisa satu dok sedang di periksa di dalam, tapi sepertinya sebentar lagi deh soalnya udah dari tadi di dalamnya," jawab suster.


"Ya sudah saya tunggu di sini aja," ucap Sandra duduk di kursi ruang tunggu depan ruang praktek Ryan.


Sandra mengeluar kan ponselnya untuk menghilang kan rasa jenuh sambil menunggu Ryan selesai memeriksa pasien terakhir.


Tak lama pasien terakhir pun keluar dari ruangan Ryan, seorang ibu muda yang membawa anak perempuan berusia sekitar 2 tahun.

__ADS_1


"Terima kasih ya sus, saya pamit," ucap ibu pasien.


"Iya sama-sama bu, lekas sembuh ya adek cantik," ucap suster.


"Dokter Sandra pasiennya sudah selesai, silah kan masuk," ucap suster dengan ramah dan sopan.


Sandra pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu ruangan Ryan.


"Terima kasih ya sus," ucap Sandra sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Iya sama-sama dok," ucap suster duduk kembali dan melanjut kan pekerjaannya.


Di dalam ruangan ternyata Ryan sedang bersiap-siap untuk pulang.


"Hai sayang, udah mau pulang ya," sapa Sandra langsung duduk di kursi yang biasa pasien gunakan.


"Iya nih, memangnya kamu belum selesai?" tanya Ryan sambil melepas kan jas putih yang selalu ia pakai saat praktek.


"Aku juga udah selesai keliling ruang rawat inap, tadinya aku mau ajak kamu makan. Aku lapar, belum sempat makan siang," ucap Sandra.


"Ya sudah kita makan dulu aja sebelum pulang," ucap Ryan mengambil tasnya dan menggenggam tangan Sandra.


Sandra pun berdiri dari duduknya dan rangkul tangan Ryan dengan manja.


"Kita ke ruangan ku dulu ya, tas ku masih di sana," ucap Sandra.


"Iya, ayo," ucap Ryan singkat.


Sandra dan Ryan keluar dari ruangan Ryan beriringan dan bergandengan tangan membuat suster tersenyum senang melihatnya.


"Cie mesranya dokter hehehe," ucap suster.


"Harus dong sus, biar ga di ambil orang, hahaha,," ucap Ryan sambil tertawa dan Sandra hanya tersenyum mendengar perkataan yang Ryan lontar kan pada suster.


Sandra dan Ryan terus berjalan menuju ruangan Sandra.


Sementara Syam sudah siap untuk pulang, ibu dan ayah di bantu Salma mengemasi barang-barang yang akan di bawa pulang.


Suster pun melepas selang infus yang ada di tangan Syam dan memberi tau obat-obat yang tetap harus di minum di rumah, tak lupa suster memberi kan surat kontrol untuk cek kesehatan Syam setelah seminggu pulang dari rumah sakit.


Admin ruangan pun memberi kan rincian pembayaran biaya rumah sakit untuk di bayar di rekening pusat di lantai dasar dekat lobi.

__ADS_1


__ADS_2