Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
seperti saudara kandung


__ADS_3

Willy dan Lala telah sampai diparkiran, karena bel pulang telah berbunyi. Saat hendak naik ke atas motor Willy, tiba tiba sebuah suara mengagetkannya sehingga membuatnya hampir terjatuh.


"La"


"Eh eh maaf" ucap seseorang tersebut sambil membantu Lala yang hampir terjatuh.


"Apa?" Tanya Lala.


"Yuk gue anter, gue bawa mobil" tawar seseorang tersebut.


Lala menggeleng lalu menoleh ke arah Willy.


"Yaudah sana" Willy membuka suara.


Lala pun tersenyum dan ikut bersama seseorang tersebut masuk kedalam mobilnya seraya memapah lala.


"Rumah Lo dimana la?" Tanya seseorang tersebut yang tak lain adalah Yara.


"Gue tinggal dirumah bang Willy" jawab Lala.


"What!!" Balas Yara dengan nada cukup tinggi.


"Kenapa?"


"Kirain Lo tinggal sama ortu Lo, ortu Lo kemana?" Tanya Yara merasa penasaran.


"Disurabaya" jawab singkat Lala.


"Kenapa elo ga tinggal sama mereka?" Tanyanya lagi mulai kepo.


"Ya karena, gue capek dengerin mereka berantem terus, yang dipikir cuma perusahaan, trus gue sebagai anak kek ga dianggap!!" jawab Lala dengan nada tinggi.


"Ups! Maaf la" ucap Yara dengan menutup mulutnya lalu memeluk sahabat barunya tersebut.


"Iya gapapa"


"Elo masih beruntung punya orangtua lengkap, sedangkan gue?..... Gue ga punya mami, kata papi gue dia ninggalin gue waktu gue masih umur 2 bulan dan ga tau kemana, ngga pernah kembali" ucap Yara dengan tatapan sendu.


"Sabar ya Ra, gue doain semoga suatu saat nanti, elo bakal ketemu sama mami Lo" ucap Lala dengan tersenyum tulus seraya memeluk dan mengelus punggung Yara.


'kenapa gue nyaman banget pelukan sama Lala, gue ngerasa dia kayak adek kandung gue sendiri' batin Yara dengan terus memandangi Lala.

__ADS_1


'gue pingin punya kakak kayak dia' batin Lala.


"Yuk gass pulang" ucap Lala memecahkan keheningan yang sementara itu terjadi. Yara mengangguk dan mulai melajukan mobilnya perlahan.


Mobil telah keluar dari parkiran sekolah dan mulai membelah jalanan kota yang cukup ramai.


Selama diperjalanan suasana tak hening, mereka berdua menyetel musik yang ternyata kesukaan mereka berdua, keduanya bernyanyi bersama sama dengan riangnya.


Come To Me - Treasure adalah lagu kesukaan mereka berdua, yang telah mereka putar 3 kali selama diperjalanan, tak bosan bosan mereka mendengarkannya seraya bernyanyi bersama.


Tak hanya seorang wibu, Lala juga seorang kpopers, ia sudah berkali kali menonton konser dikorea selatan bersama teman temannya.


Begitu juga dengan Yara, ia juga seorang kpopers yang juga sudah berkali kali menonton konser di Korea Selatan bersama Jessica dan teman temannya yang lain.


"Elo kpopers juga la?" Tanya Yara saat lagunya telah berganti dengan lagu orange - treasure.


Lala menjawabnya dengan mengangguk.


"Wah sama dong, kapan kapan kita nonton konser bareng ya"


"Oke siap kakel cantik ahaha" puji Lala dengan tertawa.


Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai dirumah Willy.


Yara buru buru keluar dari mobilnya untuk memapah Lala.


"Hati hati la" ucap Yara seraya Merangkul pundak Lala membantunya berjalan dengan sangat hati hati sampai memasuki rumah.


Bel rumah telah Yara pencet, lalu datanglah seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik, membukakan pintu.


"Aduh sayang, ayo Tante bantu" ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Tante Azizah.


Lalu Tante Azizah pun membantu Lala memasuki rumah, saat memasuki rumah, Lala dan Yara duduk disebuah sofa ruang tamu.


Yara baru pertama kali memasuki rumah Willy, ia memandang kagum dengan tata desain interiornya , meskipun rumah Willy tak ada apa apanya dengan rumah Yara, rumah Yara bagaikan istana. dirumahnya terdapat banyak pengawal dan juga pembantu.


"Makasih ya Ra" ucap Lala dengan tersenyum ramah.


"Iya sama sama" jawab Yara.


"Makasih ya nak, repot repot nganterin Lala kerumah" ucap Tante Azizah, tak lupa ia juga melayangkan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Iya Tante gapapa" jawab Yara.


"Sebentar ya Tante bikinin minum dulu" ucap Tante Azizah yang sudah berdiri dan hendak berjalan, namun dihentikan oleh Yara yang mengatakan akan segera pulang.


"Ga usah Tante makasih, saya pulang sekarang" ucap Yara dengan sopan.


"Loh loh, kok buru buru pulang sih?"


"Iya Tante, takut kemaleman, nanti papi khawatir" jawab Yara.


"Yasudah hati hati ya, mari Tante anter kamu kedepan" ucap Tante Azizah yang diangguki oleh Yara.


"Hati hati Ra" saut Lala saat Yara hendak keluar dari rumah.


Yara menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh kebelakang dan mengangguk.


Tante Azizah mengantar Yara sampai kedepan, melihatnya pulang dengan menaiki mobil Honda jazz merah.


Setelah Yara pulang, Tante Azizah kembali masuk kedalam rumah, dan membantu lala menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Sesampai dikamar, Lala duduk dibibir ranjang dengan menyelonjorkan kakinya yang amat sangat sakit.


"Kok bisa keseleo gini kamu?" Tanya Tante Azizah seraya mengompres kaki Lala dengan air dingin.


"Ga tau Tante, tadi waktu praktek lari jarak pendek, pas waktu hampir ke garis finish nya tiba tiba kaki ku meleyot" jawab Lala dengan meringis kesakitan saat Tante Azizah memegang kaki Lala dibagian yang bengkak.


"Aw! sakit Tante!" Pekik Lala.


"Yasudah nanti Tante panggilin tukang urut kesini ya, besok kalo masih sakit jangan sekolah dulu" ucap Tante dengan mengelus rambut panjang Lala.


"Iya Tante" jawab Lala dengan mengangguk.


"Sekarang Lala mandi dulu ya, bau kecut" canda Tante Azizah dengan tertawa garing.


Lala menggembungkan pipinya, membuat Tante Azizah merasa gemas dengan tingkah Lala.


"Ihh gemesin" ucap Tante Azizah dengan mencubit kedua pipi Lala. Lala pun tertawa.


Lalu, ia masuk kedalam kamar mandi, dan Tante Azizah kembali ke kamarnya sendiri.


~•~

__ADS_1


__ADS_2