
"Tadi mama telpon aku pas papa lagi ke minimarket," jawab Salam Ayu hanya terdiam tidak mampu menjawab pertanyaan dari Syam.
"Oh begitu cara kamu, mendapat informasi. Bukannya kamu benci sama Salma, tapi kamu manfaat kan Salma untuk sampai di sini," ucap Syam sinis dan menahan emosi.
"Syam aku ke sini cuma mau minta maaf, bagaimana pun kamu masih suami sah ku dan aku masih istri sah mu. Aku minta maaf Syam, aku sadar aku salah dalam bersikap terhadap Salma. Aku pasti melakukan hal yang sama jika ada yang menyakiti Natasya," ucap Ayu mencoba memberi penjelasan alasannya datang menemui Syam.
"Aku sudah memaafkan mu tapi tidak untuk kembali pada mu, karna aku tak sanggup hidup bersama wanita yang begitu egois seperti mu. Kamu tau aku ga mau pengalaman pahit yang dulu pernah ku alami saat bersama Indri terulang kembali bersama mu, Indri begitu mencintai ku sama seperi mu sampai Indri rela mengorban kan dirinya hanya untuk ku. Aku ga mau sampai semua penyesalan itu terjadi untuk ke 2 kalinya, lebih baik kita berkawan saja Yu," ucap Syam mulai menurun kan suaranya.
"Maaf kan aku Yu, bukan maksud ku mempermain kan perasaan mu dan pernikahan ini tapi dengan sikap mu yang seperti ini membuat ku sadar kalau kamu memang bukan untuk ku," sambung Syam.
"Papa, apa salahnya memberi mama satu kesempatan untuk mama bisa berubah," ucap Salma membujuk Syam.
"Sayang, kamu tau kenapa papa begitu menyayangi mu meski pun kamu bukan darah daging papa. Kamu ada di antara penyesalan papa terhadap mama mu, makanya semua peninggalan mama mu itu seutuhnya milik mu karna uang yang papa guna kan untuk membuka usaha itu semua punya mama Indri, itu lah alasan mengapa papa selalu ingin yang terbaik untuk mu nak dan papa ga mau ada satu orang pun yang menyakiti mu," ucap Syam menjelas kan.
"Tapi pa, kasian mama Ayu. Beri mama Ayu satu kesempatan untuk berubah, aku sayang sama mama Ayu," ucap Salma terus membujuk Syam.
"Kamu lihat Yu bagaimana Salma terus meminta ku untuk kembali pada mu, bukan menjauh dari mu. Begitu pun saat Salma meminta ku untuk menikahi mu tapi apa yang Salma dapat dari mu, hanya kebencian dan hinaan. Harusnya kamu bersyukur bisa punya anak seperti Salma karna bagi ku Salma adalah segalanya," ucap Syam terus memberi bukti pada Ayu.
"Maaf kan aku Syam, aku tau aku salah. Aku menyesal udah berbuat demi kian pada Salam, maaf kan mama ya nak," ucap Ayu dengan penyesalan terdalamnya.
"Awalnya aku hanya kesal karna Salma bisa mendapat kan seluruh perhatian dari kamu dan bahkan semua fasilitas yang Salma terima dari kamu, aku rasa itu berlebihan," sambung Ayu.
"Sudah lah Yu, kita bertemu baik-baik dan berpisah dengan cara baik-baik juga. Mungkin kita tidak di takdir kan untuk bersama, kamu bisa cari suami yang lebih baik dari aku," ucap Syam dengan tenang dan hati lebih plong.
__ADS_1
Semua sudah selesai, kisah cinta yang singkat yang pernah Ayu alami. Pernikahan yang hanya seumur jagung harus kandas di tengah jalan, Ayu pergi meninggal kan Syam dan Salma di kamar hotel.
...***...
Semua tahap persidangan berjalan dengan lancar, kini Ayu bisa menerima perpisahan dengan Syam. Sampai ketuk palu di bunyi kan di hati Ayu masih ada Syam meski kini Syam bukan miliknya lagi.
Selesai persidangan Syam dan Ayu berjabat tangan sebagai tanda perpisahan.
"Maaf kan aku yang tidak bisa membuat mu hidup bahagia, maaf kan semua kesalahan ku. Aku harap kita tetap bisa menjaga tali silaturahmi jangan sampai putus ya," ucap Syam.
"Iya, tapi kamu juga jangan sombong ya kalau aku chat di balas ya dan kalau aku telpon ya," ucap Ayu dengan sedikit dengan nada sindiran.
"Iya, aku jalan duluan. Ada urusan lain," ucap Syam pamit pergi.
Syam terus berlalu meninggal kan Ayu dalam lamunannya, Syam masuk ke dal mobil dan pergi meninggal kan halaman parkir pengadilan agama.
"Pak kita ke rumah makan dulu ya, sekalian saya mau cek dulu," ucap Syam memberi arahan pada pak Suryo sedang kan pak Suryo hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung mengarah kan mobil menuju rumah makan khas sunda yang ada di Lembang.
30 menit perjalanan, akhirnya Syam sampai di rumah makan. Syam masuk ke dalam dan yang di tuju adalah Dendy, melihat sekeliling yang ramai pengunjung membuat Syam mengukir senyuman di bibirnya.
"Selamat siang pak," sapa Dendy.
"Ya selamat siang, ini rame begini setiap hari atau baru kali ini pas saya datang aja?"
__ADS_1
"Alhamdulillah pak setiap hari seperti ini, banyak pengunjung yang datang setiap hari,"
"Oh gitu, ya bagus lah kalau begitu. Tolong buat kan jus mangga ya dan tolong di antar ke depan, untuk sopir saya. Setelah itu kamu saya tunggu di ruangan saya,"
"Baik pak,"
Syam melangkah pergi meninggal kan Dendy, sedang kan Dendy pergi ke dapur dan meminta di buat kan jus mangga yang biasa Salma pesan untuk pak Suryo.
"Enak juga jadi sopir pak Syam, setiap ke sini pasti di utama kan langsung di kasih jus kesukaannya,"
"Anak sama bapak sama-sama baiknya,"
"Rasanya aku mau punya suami kaya pak Syam. Udah ganteng, baik pula, kaya tapi ga sombong pokoknya pria idaman banget deh,"
"Aku juga mau kalau ada yang kaya pak Syam, ga apa-apa duda anak 1 juga asal bisa terima aku apa adanya, hehehe,"
Kasak kusuk karyawan tentang Syam dan Salma selalu ada di setiap resto, memang Syam terlihat sempurna di mata karyawannya tapi yang sebenarnya tak sesempurna yang di bicara kan oleh setiap karyawannya.
Syam mengecek setipa laporan yang ada di laptopnya sambil menunggu Dendy masuk membawa laporan keuangan selama Syam tidak ada di tempat.
Tok tok tok
"Masuk,"
__ADS_1
Dendy pun membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan yang memang sudah di tunggu oleh Syam sejak tadi.