Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
ada apa dengan Yara.


__ADS_3

Keesokan harinya, Lala bangun dipagi hari bersiap untuk berangkat ke sekolah, kakinya pun mulai terasa enakan karena telah diurut tadi malam oleh seorang nenek yang berprofesi sebagai tukang urut.


Ia masuk kedalam kamar mandi dengan sangat hati hati, karena kakinya juga masih dalam tahap pemulihan.


20 menit berlalu, Lala telah siap dengan seragam sekolahnya, ia turun dari lantai 2 menuju ke ruang makan, untuk melaksanakan sarapan bersama Tante, om dan Abang sepupunya.


"Pagi semua!" Sapa Lala dengan tersenyum ramah.


"Pagi!" Jawab mereka bertiga bersamaan.


"Gimana kaki mu la, udah ga sakit lagi?" Tanya Om Iman.


"Mendingan om, ga sesakit kemarin" jawab Lala.


"Sayang, kamu kalo masih sakit buat jalan, ga usah masuk aja dulu, atau ngga ntar kamu istirahat aja di UKS" saut Tante Azizah.


Lala pun menggeleng pelan "gapapa Tante, Lala masuk aja, Lala kuat kok" jawab Lala lalu berjalan ke arah tempat duduk yang kosong, disebelah Willy.


"Yasudah" balas Tante Azizah.


Lalu mereka berempat pun mulai memakan hidangan yang berada dimeja makan tersebut.


****


Sesampai diparkiran, Willy membukakan pintu mobil Lala.


"Hati hati la" ucap Willy seraya memegang tangan Lala.


"Heem, thanks" jawab Lala yang sudah keluar dari mobil.


Untuk hari ini, Willy membawa mobil nya ke sekolah, karena keadaan kaki Lala yang habis terkilir kemarin agar tak membuatnya semakin parah.


Willy dan Lala berjalan di koridor sekolah menuju ke kelas masing masing.


Sesampai di kelas, Lala meletakkan tas nya di kursinya, lalu ia menenggelamkan wajahnya dimeja dengan lengannya sebagai alasnya.


"Dahlah, gue disini aja ntar istirahat" gumam nya dengan memejamkan matanya.


Tak lama saat Lala memejamkan matanya, tiba tiba.


Brak!!!


Suara gebrakan meja terdengar sangat keras disebelah Lala, sontak ia langsung menoleh dengan alis yang menajam.


"Bangun woii, masih pagi nih" ucap seseorang tersebut, yang tak lain adalah Raja.


"Sialan!!" Lala memukul lengan Raja cukup keras, karena ia sebal dengan raja yang telah membuatnya kaget.


"Sttt ga boleh marah, ntar cantiknya ilang" rayu Raja dengan mencubit hidung mancung Lala dan mendekatkan wajahnya.


Disisi lain, seorang siswi yang berdiri tegak ditengah tengah pintu kelas, dibuat tak bergerak dengan adegan yang ia lihat saat ini.


Ia terdiam membeku dengan hati yang sangat sakit. Ia pun menggebrak pintu kelas, lalu berlari meninggalkan kelas tersebut.


Kedua murid yang berada didalam kelas tersebut, menoleh ke arah sumber suara, dan salah satunya langsung mengejar siswi yang berlari tersebut.


"Yara" lirih Lala dengan hati yang merasa tak enak.


Raja yang tau kalau yang menggebrak pintu tersebut adalah Yara, ia dengan cepat berlari mengejar Yara.


"Yara tunggu!" Teriak Raja dengan terus mengejar Yara yang menaiki tangga hendak ke kelasnya.


Raja berlari sekencang mungkin, sampai akhirnya ia dapat meraih tangan Yara lalu menariknya kedalam pelukannya.


"Maafin gue, ta-tadi cu-cuma bercanda, gue ga ada rasa kok sama Lala" ucap Raja dengan terus memeluk Yara yang terisak tangis.

__ADS_1


"Hiks.... Hiks...."


"Kalo Lo cuma bercanda, kenapa bisa sedeket itu, semesra itu, bilang ja kalo Lo udah ga cinta lagi sama gue, jangan giniin gue, itu namanya lo main dibelakang gue" ucap Yara dengan mendorong Raja, melepaskan pelukannya.


Raja hanya diam membisu tak dapat berkata apa apa, sebenarnya Raja hanya berniat bercanda dengan Lala, bahkan Raja tak ada rasa pada Lala, semuanya adalah sebuah kesalah pahaman.


"Lo salah Ra, gue ga ada rasa ke Lala, gue cinta sama Lo, gue sayang sama Lo" lirih Raja dengan mengusap air mata Yara yang terus mengalir di pipi mulusnya.


Yara menepis tangan Raja, lalu ia berjalan masuk kedalam kelasnya, tak lupa juga ia mengelap air matanya yang terus keluar.


"Yara!!" Sapa Jessica yang langsung menghampiri Yara dibangkunya.


Yara hanya diam tak membalas sapaan Jessica, ia terus menatap kedepan dengan pandangan kosong dan mata sembab.


"Lo sakit apa habis nangis Ra?" Tanya Jessica yang terus mengamati wajah Yara.


Yara hanya membalasnya dengan gelengan lalu membuang mukanya dan menutupinya dengan tangannya.


"Bilang Ra kalo Lo ada masalah, cerita ke gue, kita sahabatan udah dari kecil" ucap Jessica dengan mengelus punggung sahabatnya tersebut.


Yara pun mencoba untuk menahan air matanya yang tengah keluar, lalu menatap Jessica dengan tersenyum.


"Engga kok" ucap Yara dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Beneran?" Tanya Jessica lagi untuk meyakinkan Yara.


'gue tau, kalo Lo sebenarnya habis nangis, oke gue bakal cari tau sendiri, Apa yang udah bikin Lo nangis' batin Jessica dengan menatap kasihan pada sahabatnya.


'lo udah ditinggal ibu Lo dari kecil, bahkan ga pernah merasakan kasih sayang ibu, gue Nganggep Lo kayak saudara gue sendiri, gue bakal jagain Lo ra' batin Jessica dengan memeluk Yara.


'makasih buat Lo yang slalu ada buat gue Jess, Lo slalu kasih pelukan buat gue disaat gue sedih' batin Yara.


Tak lama bel masuk berbunyi, pelajaran pun segera dimulai.


****


Yara dan Jessica menuju ke kantin, untuk memesan makanan dan minuman. Selesai memesan makanan dan minuman, Yara dan Jessica pun memilih tempat duduk sambil menunggu pesanannya datang.


Saat Yara dan Jessica baru saja duduk, raja yang datang dari arah barat, langsung menghampiri Yara dengan menggenggam tangannya.


"Maafin gue, gue janji ga bakal deket deket Lala lagi" ucap Raja dengan menatap mata Sanga kekasih.


Yara hanya diam tak menjawab.


"Wait!! Ada apa Lo sama Lala?" Tanya Jessica penasaran.


"Ngga ada, cuma salah paham aja" jawab Raja menutupinya agar Jessica tak melabrak Lala.


"Salah paham apa?" Tanya nya lagi.


"Udah jangan ikut campur" saut Yara.


Seketika 'cep' Jessica terdiam tak akan bertanya tanya lagi.


"Yang maafin gue... Ya cantik ya" rayu Raja mencubit pipi Yara.


Yara menepis tangan Raja, lalu membuang muka, jengah menatap Raja.


"Apapun itu masalah Lo sama Yara, gue mohon Lo jangan ganggu Yara dulu sementara ini, biarin Yara tenang dulu" bisik Jessica pada Raja.


Raja menghela nafas berat lalu mengangguk dan meninggalkan kedua gadis tersebut.


Pesanan datang, keduanya segera melahapnya sampai habis. Makanan habis, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke kelasnya.


****

__ADS_1


Bel pulang telah berbunyi, Lala yang berjalan santai menuju ke parkiran, tiba tiba merasa tangannya ada yang menariknya dari belakang, sontak ia pun menoleh ke belakang.


"Lo apain Yara Sampek dia nangis?" Tanya Jessica dengan menatap tajam Lala.


"Bu-bukan gue, gue ga ngapa-ngapin Yara" ucap Lala dengan terbata bata karena Jessica mencengkeram tangan Lala begitu kuat.


Lala hanya bisa meringis kesakitan.


"Jawab!!" Bentak Jessica seraya tambah menguatkan cengkeramannya.


"Ta-tadi pagi, Raja cubit hidung gue waktu gue badmood sambil bilang awal cantiknya hilang, gitu aja" jawab Lala dengan menunduk.


"Dasar cewek kegatelan, Lo kan udah tau kalo Raja udah punya pacar, kenapa Lo masih Deket deket sama Raja, bahkan kenapa Lo ngga marah atau ngehindar waktu tadi pagi Raja goda Lo hah!!" Bentak Jessica.


"Semenjak ada Lo disekolah ini, Yara sering sedih, karena kedeketan Lo sama Raja" ucap Jessica tak melepas cengkeramannya.


"Ma-maaf Jess, gue janji ga bakal deket deket raja lagi" ucap Lala dengan meringis.


"Okeh, awas Lo ya, kalo Lo Sampek bikin Yara nangis lagi" ucap Jessica melepas cengkeramannya lalu mendorong Lala sampai terjungkal ke tanah.


"Aw!!" Pekik Lala seraya memegangi kakinya.


"Lala!!!" Teriak siswi cantik, dengan berlari menghampiri Lala yang jatuh ditanah.


"Lo gapapa kan? Apa ada yang sakit?" Tanya siswi tersebut.


"Ya.... Ra, gue gapapa, Ra gue minta maaf, gue janji ga bakal deket deket raja" ucap Lala.


"Lo jangan kasar dong Jess" ucap Yara dengan berdiri mendekat ke arah Jessica.


"Gue cuma mau bantuin Lo, gue ga tega liat Lo nangis, Lo sahabat gue satu satunya, Lo udah kayak saudara gue sendiri, kenapa Lo tolongin dia? Dia udah nyakitin lo" ucap Jessica.


"Dia ga salah!" Jawab Yara.


Jessica hanya diam tak berbicara, lalu pergi begitu saja meninggalkan Yara dan Lala berdua.


"Gue bantuin Lo berdiri, kaki Lo masih sakit kan" ucap Yara seraya membantu Lala berdiri.


"Gue minta maaf Ra" ucap Lala.


"Gue udah maafin elo, lagian elo ga salah" jawab Yara dengan tersenyum menahan tangis.


Sebenarnya ia sangat kesal pada Lala, tetapi entah seperti ada ikatan batin, ia tak bisa marah pada Lala, ia tak mau membuat permusuhan diantara mereka berdua.


'kenapa gue ga bisa marah ke elo la, kenapa tiba tiba gue sayang ke elo seperti ke adek sendiri' batin Yara dengan terus menatap Lala.


"Makasih Ra, gue ga bakal deket deket raja" ucap Lala, lalu pergi meninggalkan Yara yang diam mematung.


'gue pasti bisa, gue ga boleh deket deket Raja lagi, gue ga mau ngerusak hubungan sahabat gue sendiri' batin Lala merasa bersalah.


Yara tersadar dari lamunannya, lalu ia berlari menghampiri Lala dan membantunya berjalan, kaki Lala terasa amat sakit lagi akibat dorongan dari Jessica yang sampai membuatnya terjatuh.


Yara menuntun Lala sampai, Lala masuk kedalam mobil Willy, Willy telah siap didalam mobil, menunggu Lala yang sedari tadi tak kunjung datang.


"Lama banget sih la" ucap Willy dengan mengerutkan alisnya.


"Ehh!! Lo ini, adeknya sakit, bukannya dibantuin jalan, malah ditinggal duluan ke parkiran" saut Yara dengan memukul lengan Willy.


Willy diam tak menggubris ucapan Yara, lalu Willy dan Lala pun pulang kerumah, tak lupa Lala melambaikan tangan pada Yara seraya tersenyum, begitu juga dengan Yara yang membalas senyuman dan lambaian tangan Lala.


Lalu ia masuk kedalam mobilnya, menancapkan gas, menuju pulang kerumah mewahnya.


Byee👋


~•~

__ADS_1


__ADS_2