Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 151


__ADS_3

"Sayang apa pun yang terjadi kamu tetap anak papa, papa tetap sayang sama Salma," ucap Syam.


"Sudah ya jangan nangis lagi, anak papa kan kuat dan bukan anak cengeng. Maaf kan papa ya, ga jujur tentang ini semua sama kamu. Papa berniat memberi tau kamu soal ini kalau sudah waktunya nanti tapi ternyata kamu tau lebih dulu," sambung Syam melepas kan pelukannya dari Salma.


"Ternyata begitu besar cinta dan kasih sayang yang pak Syam berikan pada Salma, aku bersyukur memberi kan Salma pada orang yang tepat," batin bu Indah tersenyum melihat hangatnya kedekatan Syam dan Salma.


"Maaf ya bu, sampai ada kejadian seperti ini. Saya juga baru bisa datang kemari lagi, itu pun karna Salma," ucap Syam.


"Iya pak tidak apa-apa dengan seperti ini jadi Salma tau dari mana ia berasal," ucap bu Indah.


"Oh iya anak-anak apa kabar bu? Sudah lama tidak bertemu dengan mereka semua," ucap Syam.


"Kabar anak-anak baik, mereka sehat semua. Bapak sama Salma mau bertemu anak-anak, mereka sedang bermain di halaman belakang. Mari saya antar," ucap bu Indah.


"Ayo sayang, kita bertemu teman-teman di sini," ajak Syam bangun dari tempat duduknya di susul oleh Salma lalu berjalan mengikuti bu Indah.


Di halaman belakang panti anak-anak panti sedang bermain, ada yang bermain ayunan, ada yang bermain boneka dan ada juga yang berlarian ke sana kemari.


"Kalau aku terus di sini mungkin nasib ku akan sama seperti mereka, ga akan pernah mendapat kan kasih sayang dari papa bahkan sekolah di sekolah internasional. Terima kasih Tuhan Engkau telah mengirim kan papa terbaik untuk ku. Di saat orang tua kandung ku tidak menginginkan kehadiran ku, Engkau kirim papa untuk ku tetap merasa kan kasih sayang dengan penuh cinta kasih," batin Salma saat melihat anak-anak panti asuhan.


"Papa boleh ga Salma kasih hadiah buat teman-teman semua?" tanya Salma.


"Boleh dong sayang, nanti kita beli dulu hadiah ya," ucap Syam.


"Janji sama papa ya, jangan pernah pergi dari papa ya sayang," sambung Syam.


"Iya pa, Salma Janji ga akan pergi dari papa. Salma bersyukur sekali bisa jadi anak papa, kalau ga ada papa nasib ku pasti seperti mereka. Terima kasih ya pa, udah sayang sama aku," ucap Salma kembali memeluk tubuh Syam dan segera melepaskannya.


"Papa sayang sama kamu lebih dari apa pun yang papa miliki, kamu harta terindah yang mama titip kan untuk papa jaga dan rawat sampai kamu dewasa nanti," ucap Syam.


"Kita pulang ya, besok kita ke sini lagi sambil bawa hadiah buat teman-teman di sini ya," sambung Syam.

__ADS_1


"Iya pa," jawab Salma singkat.


Syam dan Salma berjalan menghampiri bu Indah untuk pamit pulang pada bu Indah.


"Bu kami pamit pulang, besok kita kemari lagi Salma ingin memberi kan hadiah untuk teman-teman di sini," ucap Syam.


"Iya pak, boleh," ucap bu Indah.


Syam dan Salma keluar dari panti asuhan lalu masuk ke dalam mobil.


"Pak kita ke resto dulu ya, saya mau ambil tas sama laptop saya dulu, setelah itu kita pulang," ucap Syam memberi arahan.


"Baik tuan," jawab pak Suryo singkat menyala kan mesin mobilnya lalu melaju kan mobil di jalanan ibu kota.


Sesampainya di resto, Syam langsung masuk ke dalam hanya untuk mengambil laptop dan tas kerjanya.


"Sayang, mau tunggu di sini atau mau ikut turun?" tanya Syam memberi pilihan.


"Aku tunggu di sini aja pa tapi boleh ga aku minta minum jus alpukat pakai susu coklat," ucap Salma.


"Tadi siapa yang antar saya, saya tunggu di ruangan saya," ucap Syam pada salah satu karyawannya.


"Baik pak," ucap karyawan di bagian kasir.


"Sekalian buat kan saya 1 jus alpukat dengan susu coklat, nanti minta di antar ke anak saya di mobil ya," ucap Syam.


"Baik pak," jawab karyawan di bagian kasir.


Syam pun masuk ke dalam ruangannya dan hanya berselang 5 menit di susul oleh Dendy masuk ke dalam ruangan.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk," ucap Syam, Dendy pun masuk ke dalam ruangan Syam.


"Maaf pak tadi bapak panggil saya," ucap Dendy.


"Iya, silah kan duduk," ucap Syam dan Dendy pun duduk di kursi depan meja kerja Syam.


"Ini ada uang bensin buat kamu, terima kasih ya sudah menolong saya tadi. Saya sampai tepat waktu," ucap Syam memberi kan amplop yang berisi uang pada Dendy.


"Saya ikhlas pak tolong bapak antar sampai tempat tujuan, saya tidak mengharap kan imbalan apa pun," ucap Dendy.


"Ambil lah ini hanya ucapan terima kasih dari saya, kalau boleh saya tau rumah mu dimana?" tanya Syam.


"Saya kost ga jauh dari sini pak, asal saya dari Bandung," jawab Dendy.


"Oh gitu, ya sudah kamu boleh kembali kerja. Ambil lah untuk keperluan mu, saya tau kamu orang baik. Ini ucapan terima masih saya sama kamu," ucap Syam memberi kan amplop di tangan Dendy.


"Saya terima ya pak, terima kasih banyak atas kebaikan bapak terhadap saya" ucap Dendy.


"Saya permisi kembali kerja pak," Sambung Dendy lalu berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan Syam.


Syam membereskan laptop dan memasukkannya kedalam tas dan membawanya keluar dari ruangannya lalu berjalan ke luar resto.


"Mba jus yang saya pesan sudah di antar ke anak saya belum?" tanya Syam.


"Sudah pak," jawab karyawan di bagian kasir.


"Ya sudah, saya pulang dulu. Kalau ada apa-apa segera kabari saya ya," ucap Syam lalu pergi keluar dari resto dan masuk ke dalam mobil yang di parkir tak jauh dari pintu keluar resto.


Sementara di tempat lain Natasya terus mencoba menghubungi Salma tapi berkali-kali Natasya menghubungi Salma tidak ada yang di jawab oleh Salma.


"Kak Salma kemana sih, dari tadi di telpon ga di angkat terus," gerutu Natasya.

__ADS_1


Sedang kan Ayu sudah mandi dan berganti pakaian dan hanya berbaring di ranjangnya memain kan ponselnya sambil menyusun rencana setelah menikah nanti.


"Setelah menikah nanti ga akan ku biar kan Salma sekolah di tempat yang bagus sementara anak ku sekolah di sekolah biasa, akan ku buat dia ga betah di sini dan meminta tinggal dengan neneknya di Jakarta," gerutu Ayu dengan semua rencananya terhadap Salma.


__ADS_2