Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 157.


__ADS_3

"Bapak Syamudra Lesmana ada di kamar 3505 bu, sebelah kanan. Silah kan," ucap pak satpam setelah melihat kertas daftar pasien di tangannya dan membukakan pintu untuk Ayu.


"Terima kasih pak," ucap Ayu langsung masuk ke dalam ruangan dan mencari kamar rawat Syam.


Ayu langsung masuk ke dalam kamar Syam dengan perasaan tidak bersalah dan dengan rasa kesal di hatinya. Saat Ayu masuk tanpa permisi, semua mata tertuju pada Ayu membuat Ayu salah tingkah.


Ibu mengajak Salma keluar dari ruangan agar tidak mengetahui obrolan antara Syam dan Ayu.


"Antar nenek cari makan di kantin rumah sakit ya," ucap ibu bangun dari tempat duduknya dan langsung mengajak Salma ke luar ruangan.


"Apa ada yang salah dengan ku? Kenapa semuanya menatap ku seperti itu?" batin Ayu.


Ayu langsung mendekat ke arah Syam berbaring. Seperti tidak pernah terjadi apa pun pagi tadi, Ayu langsung duduk di samping Syam dan tidak menghiraukan orang-orang yang ada di dalam ruangan.


"Gimana kondisi mu sekarang Syam? Aku khawatir dengan keadaan kamu sayang," ucap Ayu meraba kening dan pipi Syam.


Syam menepis tangan Ayu dari wajahnya dan menunjuk kan wajah tak senang pada Ayu.


"Dari mana kamu tau aku di rawat di sini?" tanya Syam.


"Aku tau dari Mila, aku telpon kamu dan Salma tapi ga ada yang merespon. Aku khawatir sama kamu Syam," ucap Ayu.


"Pernikahan di awali dengan rasa kecewa, akan kah bisa berlangsung lama? Rasa sayang yang kamu kata kan harusnya bisa mengerti kondisi ku tadi, bukan ikut memaksa kan kehendak. Kalau aku mati di rumah mu tadi, apa akad nikah akan tetap berlangsung?" ucap Syam dengan emosi yang sejak tadi ia pendam.


"Syam bukan mau ku seperti itu, aku pun malu karna kamu pergi setelah akad tadi. Semua tamu undangan yang datang selalu nanya dimana pengantin pria, ada yang bilang aku nikah gaib lah ini lah itu lah. Aku malu Syam, yang di kata kan menikah tapi prianya ga ada," ucap Ayu mulai menangis.

__ADS_1


"Jadi kamu mau aku tetap di rumah mu tadi, terus kalau aku sekarat dan kamu langsung jadi janda. Kamu mau seperti itu," ucap Syam emosi dan keluarga Syam hanya melihat dan mendengar kan percakapan antara Syam dan Ayu.


"Kamu tau, aku nyesel udah pilih kamu jadi istri ku. Kalau aku sakit aja kamu tetap seperti itu apa lagi kalau aku ga kerja dan ga ada penghasilan, apa kamu tetap mau tetap bersama ku yang miskin," sambung Syam.


"Aku pasti tetap bersama mu karna aku masih tetap ada tabungan untuk kita bisa hidup bersama," ucap Ayu mencari alasan yang tepat.


"Kamu yakin dengan ucapan mu, karna aku akan meninggal kan semua yang ku punya dan memulai semuanya dari nol tanpa membawa uang sepeser pun. Semua yang ku punya saat ini adalah milik Indri bukan murni punya ku, semuanya Indri tinggal kan untuk Salma," ucap Syam.


"Aku tau Syam hanya berbohong agar aku mundur dan pergi darinya, aku akan tetap bertahan dalam keadaan apa pun Syam. Memiliki mu adalah hal yang sangat sulit untuk ku dapat kan, hanya karna kamu ga punya apa pun aku ga akan mundur gitu aja. Aku tau kamu seorang pekerja keras, kamu pasti berusaha untuk mencari kerja. Aku yakin itu," batin Ayu.


"Kenapa kamu diam, kalau kamu ga mau dengan semua keputusan ku. Aku bisa menalak mu saat ini juga," ucap Syam.


"Jangan seperti itu Syam, maaf kan atas kesalahan ku dan keluarga ku Syam. Bukan maksud keluarga ku memaksa mu seperti tadi, mengerti lah Syam," ucap Ayu.


"Terus mau kamu aku seperti apa hah?" tanya Syam.


"Boleh ayah ikut bicara?" tanya ayah.


"Mau bicara apa ayah, aku sudah muak dengan Ayu. Sejak awal memang aku ragu padanya tapi Salma tetap meyakin kan ku kalau Ayu bisa jadi yang terbaik untuk ku dan bisa jadi ibu yang baik untuk Salma. Tapi apa yang terjadi hari ini menjadi satu bukti kalau Tuhan tidak mengizin kan kita untuk tetap bersama," ucap Syam.


"Begini ya, dengar kan baik-baik terutama untuk Ayu. Menurut ayah kita memang tidak bisa saling menyalah kan antara satu sama lain. Bukan mau Syam sampai sakit seperti ini dan bukan maksud kami meninggal kan acara pernikahan sebelum waktunya selesai karna kalau Syam ada dalam keadaan sehat semua ini tidak akan pernah terjadi, ya kan," ucap ayah.


"Kami sebagai orang tua pasti memilih jalan terbaik untuk anaknya dan kami memilih membawa Syam ke rumah sakit karna panas badannya yang tinggi membuat kami semakin khawatir sampai Syam salah sebut nama, itu karna tingkat kesadaran Syam yang sudah mulai berkurang," sambung ayah.


"Biar semua jelas, setelah sembuh nanti aku akan datang ke rumah orang tua mu," ucap Syam.

__ADS_1


"Jelas bagaimana Syam, kita kan sudah jelas sah sebagai suami istri. Aku akan merawat mu sampai kamu sembuh nanti dan kita akan pulang ke rumah ku," ucap Ayu.


"Aku ga masalah tadi kamu salah sebut nama yang penting kita sudah sah menikah, kamu ga kerja dan ga punya apa-apa aku juga ga apa-apa asal kan kamu tetap bersama ku," sambung Ayu.


"Aku beneran salah pilih wanita, dia terlalu terobsesi ingin memiliki ku bukan mencintai ku. Aku ga mau kisah ku dengan Indri terulang kembali, lebih baik aku tinggal kan dia," batin Syam.


Syam hanya bisa diam dan tidak mau bicara lagi dengan Ayu, sedang kan Doni melihat tak senang pada Ayu. Ke dua orang tua Syam menjadi kurang respek terhadap Ayu.


"Lebih baik kamu pulang Yu, biar kan Syam istirahat agar Syam cepat sehat dan pulang dari sini. Agar hubungan kamu dan Syam jelas, antara ke dua belah pihak tersampai kan keinginannya," ucap Doni.


"Tapi kak, aku ga mau pergi dari sini. Aku mau merawat Suami ku kak," ucap Ayu.


"Yu mengerti lah, Syam ingin istirahat dan tidak ingin di ganggu oleh mu," ucap Doni.


"Kak aku ini udah sah jadi istri Syam, mana mungkin aku meninggal kan Syam yang sedang sakit seperti ini," ucap Ayu tetap pada pendiriannya.


Syam mengambil bel di sebelah ranjangnya untuk memanggil suster ke dalam kamarnya untuk mengusir Ayu dari kamarnya. Tak lama suster pun masuk ke dalam kamar Syam.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya suster.


"Saya minta tolong suster, tolong di usir orang yang sudah mengganggu waktu istirahat saya," ucap Syam.


"Syam, kenapa kamu usir aku. Aku kan istri mu," ucap Ayu.


"Maaf bu, ini permintaan dari pasien. Tolong ibu mengerti ini rumah sakit, semua pasien membutuh kan ketenangan atau saya panggil kan satpam untuk membawa ibu keluar dari sini," ucap suster.

__ADS_1


Ayu pun menurut dan keluar dari kamar Syam dengan rasa malu yang tak terkira.


__ADS_2