
Di malam hari tepat pukul 10 malam, Dion yang masih berada diruang tamu, ia mencoba menghampiri raja di kamarnya.
Dia melihat Raja yang masih sedang dalam obrolan di telefon, Dion pun menunggu Raja selesai, ia duduk di ranjang dengan sengaja mendengarkan percakapannya.
Ia mendengar Raja mengajak Lala untuk keluar besok pukul 8, tapi dia biasa saja tak berfikiran apa apa, bahkan dia tak tau kalau Lala dan Raja adalah sepasang kekasih yang tak saling cinta.
Saat Raja membalikkan badannya, ia terkejut melihat Dion yang duduk diranjangnya dengan cengir kuda khasnya.
"Ngapain elo dikamar gue?" sinis Raja.
"Gue tadi mau minta saran ke elo, eh malah lagi telfonan yaudah gue tunggu aja dulu"
"Yaudah ngomong aja sekarang, mau minta saran apa?" Raja duduk di ranjangnya, duduk berhadapan dengan Dion.
"Ehmm enaknya gue kasih hadiah apa ya Lala"
"Elo mau kasih hadiah benda atau apa?"
"Gue mau kasih hadiah yang ga bisa dia lupakan, kenangan yang indah bersama gue"
"Ada hubungan apa elo sama Lala?"
"Sahabat" memang benar, hubungan Dion dan Lala hanyalah sebatas sahabat, tetapi kedekatan mereka membuat curiga semua orang.
Raja hanya ber 'oh' perasaannya netral, tak ada rasa cemburu, marah atau curiga.
"Ehmm apa gue kasih hadiah Lala, liburan kemanapun yang dia mau aja ya, gimana?"
Raja mengangguk "ide yang bagus, kalo elo mau kasih hadiah itu, jangan biarin Lala berlibur sendiri, elo temenin dia" saran Raja.
"Gitu ya" Dion menggerutkan dahinya, dan Raja mengangguk.
__ADS_1
"Oke deh makasih sarannya, gue tidur dulu" Dion kembali ke kamar satunya, di kontrakan ada 2 kamar.
****
Di hari selanjutnya, Dion pergi ke rumah Lala, menemui Lala dirumahnya pukul 9 siang, beruntung Lala tak ada jadwal kuliah, karena jadwal kuliahnya pukul 1 siang nanti.
"Dion!!" teriak Lala subgguh riang saat berjumpa Dion.
Dion tertawa kecil "apa kabar?"
"Baik, kapan elo pulang ke Jakarta?"
"Entah masih belum tau, gue sih mau nya lama disini"
"Bagus, yang lama aja disini biar kita bisa ketemu"
"Iya, ehmm elo ga ada rencana mau liburan kemana gitu?"
"Izin aja dulu sama papa lo"
"Iya moga boleh aja sama papa, sebenarnya gue pingin liat konser ke Korea sekalian holiday tapi kalo sendiri ga enak"
"Sama gue aja, gue mau kasih hadiah elo, kemanapun yang elo mau gue turutin sebagai hadiah ulang tahun"
"Beneran? makasih" Lala mencubit kedua pipi Dion. "Tapi kayak 1 bulan lagi waktunya liburan"
"Yaudah gapapa gue tunggu"
"Gue mau ke korea, Bali sama Jepang, gapapa kan? trus gue mau ajak elo nonton konser nemenin gue"
"Iya gapapa"
__ADS_1
Mereka pun mengobrol bersama, bercanda tawa, sungguh indahnya persahabatan mereka berdua.
Tiba tiba percakapan mulai serius, mereka kini berpindah tempat di dalam kamar Lala.
"Gue mau minta saran" lala menunduk.
"Apa?"
"Ra-raja ngelamar gue, gue harus apa? gue ga cinta sama dia, gue juga ga mau nikah muda, ta-tapi ini juga amanah Yara kan"
Dion begitu terkejut dengan kabar tersebut, ia segera menutup mulutnya yang menganga menggunakan tangannya.
'apa? jadi raja udah ngelamar Lala duluan' batin Dion yang masih begitu terkejut.
"Gimana ini Dio" Lala menggoyang goyangkan badan Dion.
"Emang kalian udah pacaran?"
"Udah, baru beberapa hari trus dia ngelamar gue, gue kan belum siap"
"Minta waktu 1 tahun aja dulu buat elo bisa jatuh cinta sama Raja"
Lala mengangguk menyetujuinya, dan dia akan membicarakannya kembali pada Raja nanti sepulang dari kuliah.
"Kenapa elo ga bilang kalo udah pacaran sama Raja, waktu kemarin di ulang tahun elo, kita kan deket banget, gue takut nyakitin hati raja, gue merasa ga enak banget sama dia"
"Minta maaf lah, lagian Raja juga ga cinta sama gue, kita mencoba untuk menyatu untuk mengobati luka di beberapa tahun lalu yang masih membekas"
Dion mengangguk, dan dia pun berpamitan untuk pulang, karena sebentar lagi waktu Lala untuk berangkat kuliah telah tiba, sungguh tak terasa Dion sangat lama berada dirumah Lala.
Setelah tepat di pukul 1 siang, Lala yang telah bersiap dan berdandan cantik, dia segera berangkat ke kampus menaiki mobil baru hadiah dari papanya, Lamborghini Sian.
__ADS_1
~•~