
Hari hari terus berjalan, lala yang sekarang sudah mahir dengan pekerjaan kantor.
kini dia telah tumbuh dewasa, bukan lagi Lala si gadis jutek dan dingin, kini sifatnya berubah drastis saat setiap hari selalu bersama pemuda kepercayaan kedua orangtuanya, namun karakternya yang susah bergaul masih tetap berada didalam dirinya.
Kini ia telah lupa dengan kesedihannya yang dulu, ia sudah bisa mengikhlaskan Leo, ikhlas yang benar benar ikhlas, memang kadang kala ia tiba tiba teringat dengan Leo dan kesedihan kembali datang.
Tetapi, ia tak pernah tau tentang kabar sahabat sahabatnya dijakarta selama ini, itulah yang membuatnya sedih kadang kala.
Sekarang umurnya genap 20 tahun, ia telah masuk di universitas Akuntansi UBAYA, masih 3 bulan ia berada di universitas tersebut.
Ia tumbuh menjadi gadis mandiri, murah senyum, humoris, ceria, dan ramah. Tetapi ia masih sangat sulit untuk akrab dengan teman temannya, terkadang pembicaraannya mudah menjadi canggung.
Selama ini, ia masih belum bisa membuka hatinya ke lain hati selain Leo, benar ia sudah bisa mengikhlaskannya tetapi cinta nya masih untuk Leo yang kini tak akan pernah bisa bersamanya.
Sekalipun ia muncul dalam mimpi Lala tetapi dia takkan pernah bisa hidup bersama Lala, dunianya telah berbeda.
Doa lah yang slalu ia beri pada Leo yang telah pergi meninggalkannya, doa adalah ungkapan rasa kasih sayangnya pada mantan kekasihnya tersebut.
Bahkan seseorang yang waktu itu ia lihat disekolahnya, dia memang benar mirip dengan Leo dari segi manapun tetapi dia bukan Leo yang bisa membuatnya jatuh cinta.
__ADS_1
Sekarang ini, Lala telah berada diluar kampus, ia masuk kedalam mobil Alphard yang kini telah menjadi miliknya, didalam mobil sudah terdapat supir pribadinya yang menunggunya sedari tadi.
ia tak ingin langsung pulang, melainkan ia memilih untuk ke cafe untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya.
"Pak tolong antar saya ke cafe bluesky ya" pintanya pada supir pribadinya yang masih tetap sama yaitu pak Slamet.
"Baik non"
Pak Slamet kini telah berumur 57 tahun, sudah saatnya pensiun tetapi Lala melarangnya karena pak Slamet lah yang slalu mengantar dan menjemputnya kemanapun sedari dia masih kecil.
Keduanya pun menuju ke cafe bluesky yang jaraknya cukup jauh dari kampus, mungkin membutuhkan waktu sekitar 55 menit, cafe tersebut adalah cafe favorit nya.
Cafe tersebut cukup besar dengan 2 lantai, desain interiornya cukup unik serasa seperti dalam dunia fantasi, warna cat nya pun cukup beragam, mulai dari biru, merah muda, hijau, putih, ungu dan juga orange.
Ia sangat nyaman berada di cafe tersebut, bahkan siapa sangka sang pemilik cafe diam diam menyukai Lala yang sangking seringnya datang ke cafe tersebut.
Namun CEO tersebut tak tau kalau Lala adalah anak dari pemilik perusahaan saingannya tersebut.
"Cafe ini udah banyak perubahan, tapi gue tetep suka, karena dicafe ini banyak kenangan gue sama Leo waktu kecil" gumamnya dengan melihat sekeliling.
__ADS_1
"Kini gue lebih suka mengingat Kenangan kita Leo, daripada dulu.... gue benci kenangan kita karena setiap gue mengingatnya, gue akan nangis mengingat kehadiran elo yang hanya sebentar aja di hidup gue"
Ia masih dalam lamunannya, namun tiba tiba seorang waitres datang membuyarkan semua lamunannya, dia memberikan makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Lala.
Mau tak mau dia harus membuyarkan semua pikirannya tersebut, setelah waitres tersebut pergi, barulah ia menyelesaikan pekerjaannya.
Ia terus fokus dalam mengerjakan pekerjaan negara tersebut, perlahan ia mulai mencintai pekerjaannya mengurus perusahaan milik papanya tersebut, baginya itu sangatlah seru.
Ia bisa menghasilkan uang sendiri tanpa meminta minta lagi pada kedua orang tuanya, tak ada lagi yang menyita rekening atau tak mengisi uang bulanannya seperti waktu dia masih remaja jika sedang melakukan kesalahan.
tiba tiba ia teringat kembali dengan Leo ~
"Kenapa sih Leo, elo dateng kalo harus membuat luka, hadir Lo sebentar membawa kebahagiaan tapi kepergian lo lama membawa kesedihan" gumamnya saat tak sengaja melihat foto Leo masa kecil di laptopnya.
"kenapa elo harus dateng ke kehidupan gue kalo itu cuma sebentar dan akhirnya elo harus ninggalin gue lagi selama lamanya"
"elo muncul dalam mimpi gue, elo minta gue bahagia, iya gue bahagia tapi lebih bahagia lagi saat elo ada disisi gue, tapi itu ga akan mungkin" gumamnya mulai larut dalam kesedihan.
"seharusnya tepat di umur gue yang ke 20 ini, gue udah hidup bersama elo, gue udah jadi istri elo"
__ADS_1
~•~