Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Bonus Chapter - Mual


__ADS_3

Lala, Raja, Willy, Sinta dan baby Mario kini berada diruang keluarga, mereka mengobrol bersama sembari menemani baby Mario.


"Kak, ga ada rencana liburan gitu?" tanya Lala pada Sinta.


"Ga dulu kayaknya, soalnya demi kesehatan Mario, mending dirumah aja dulu, soalnya kan Mario baru aja lahir" jawab Sinta.


"Iya sih.... ehm boleh gendong?" pinta Lala.


Sinta tertawa renyah lalu mengangguk dan memberikan anaknya pada Lala.


Lala pun tersenyum senang, ia menggendongnya kesana kemari sembari mencium seluruh wajah Mario berulang kali.


"Ponakan tante ganteng banget sih, tututu muach...." ucap Lala terlihat bahagia.


Saat asik menggendong keponakannya tersebut, tiba tiba Lala merasa sedikit mual, ia pun mengembalikan keponakannya dan berlari menuju kamar mandi, ia pun mengeluarkan rasa mual tersebut.


Sang suami yang mendengar Lala mual mual, ia pun segera berlari menghampiri istrinya, mengecek keadaannya.


"Sayang! kamu kenapa?!" teriak Raja dari" luar kamar mandi.


"...." namun tak ada balasan dari Lala, semakin membuat Raja panik dan khawatir.


"Lala!!" teriaknya lagi.


Namun lagi lagi Lala tak menjawabnya, Lala berkali kali memuntahkan isi dalam perutnya, hingga akhirnya ia merasa sudah enakan, dan ia pun keluar dari kamar mandi.


Melihat Raja yang menunggunya diluar kamar mandi, ia pun segera memeluk sang suami setelah keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa? kok keringetan gini? habis poop ya?" tanya Raja yang diselingi dengan candaan.


Lala tertawa renyah sambil memukul dada bidang Raja.

__ADS_1


"Ayo bilang, kamu kenapa tadi?"


"Aku mual trus lari ke kamar mandi, trus aku muntahin deh semua biar ga mual" terang Lala.


"Kamu sakit?" Raja menyentuh dahi dan leher Lala untuk mengecek suhu nya namun tak ada rasa panas atau hangat.


"Engga kok, aku ngerasa sehat sehat aja, tapi entah tadi tiba tiba mual gitu"


"Yaudah, sekarang kamu istirahat dulu, jangan kecapek an, nanti kalo mual lagi sampe terus terusan, aku panggil dokter kesini" ucap Raja sembari menuntun istrinya, dan membantu Lala tidur.


"Tapi aku ga ngantuk" jawab Lala.


"Dibuat tidur tiduran aja meskipun ga ngantuk, kamu istirahat"


"Aku pingin gendong Mario selagi kita belum pulang ke Surabaya"


"Iya sayang, tapi sekarang istirahat dulu, jangan bandel deh" Raja mengecup bibir Lala sekilas.


Dan Raja pun keluar dari kamar, ia kembali ke ruang keluarga untuk berkumpul kembali bersama kakak kakak iparnya dan juga keponakannya.


Namun saat akan menaiki tangga, tiba tiba bel rumah berbunyi, dan Raja pun membukakannya karena jaraknya sekarang dengan pintu cukup dekat.


"Sebentar!" teriak salah satu asisten rumah tangga yang masih berada didapur.


"Udah bi ga usah, saya aja yang bukain" ucap Raja.


"Baik mas" jawabnya.


Raja pun berjalan ke arah pintu dan membukakannya, terlihat kedua orang yang sangat tak asing baginya, siapa lagi kalau bukan tante Azizah dan om Iman.


"Ehh tante om" Raja mencium punggung tangan mereka berdua sembari menyuguhkan senyumnya.

__ADS_1


Tante Azizah menjawabnya dengan senyuman.


"Assalamualaikum" ucap mereka berdua sebelum masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam" jawab Raja meskipun sebenarnya dia non Islam.


"Mari tante om, cucu kalian ada di ruang keluarga" ucap Raja mengantar mereka berdua ke ruang keluarga.


Sesampainya diruang keluarga, mereka pun mengobrol bersama, suasana sangat menyenangkan, tante Azizah dan om Iman sangat terlihat bahagia melihat cucu pertamanya.


Mereka berkali kali memuji, menggendong dan juga mencium baby Mario.


"Lala kemana?" tanya om Iman.


"Dia lagi istirahat di kamar om, lagi ga enak badan" jawab Raja.


"Loh bukannya tadi dia baik baik aja ya?" saut Willy.


"Iya kak, tapi tiba tiba dia muntah muntah, wajahnya pucat yasudah aku suruh dia istirahat" jelas Raja.


"periksa aja, atau aku panggilin dokter kesini" saut Sinta.


"Ga usah kak, liat nanti dulu, kalo Lala keliatan enakan ga muntah muntah lagi ga usah panggil dokter" jawab Raja.


"Ini nak" tante Azizah mengembalikan Mario pada ibunya.


Lalu, tante Azizah pun menuju ke kamar tamu tempat dimana Lala berada sekarang, ia mengecek keadaan keponakannya tersebut.


Mendengar Lala tidak enak badan, ia merasa sangat khawatir, karena Lala sudah dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.


~•~

__ADS_1


__ADS_2