Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 148


__ADS_3

"Terima kasih ya pa, papa memang papa terbaik di dunia. Papa bisa jadi papa dan sekaligus mama buat aku, aku sayang sama papa," ucap Salma.


"Iya sayang, papa juga sayang sama Salma. Jangan sedih lagi ya nak," ucap Syam.


"Pokoknya kemana pun papa pergi kamu akan selalu ada di samping papa, kamu hal yang paling penting buat papa. Siapa pun ga boleh ada yang membuat kamu sedih termasuk mama Ayu, maafin mama Ayu ya sayang mungkin mama Ayu memang belum mau peluk Salma," sambung Syam tenang kan Salma.


Sesampainya di rumah Mila ternyata ibu dan ayah sudah siap untuk pulang ke Jakarta. Dan satu lagi kejutan untuk Salma dari Doni dan yang lainnya, Salma mendapat kan kado ulang tahun dari setiap anggota keluarga.


🎉surprise ...🎊


Begitu pintu d buka meriahnya sambutan untuk Salma membuat Salma terharu dengan apa yang di dapat hari ini.


🎼"Selamat ulang tahun kami ucap kan.. Selamat panjang umur kita kan doa kan.. Selamat sejahtera sehat sentosa.. Selamat panjang umur


dan bahagia" 🎶


"Selamat ulang tahun Salma sayang, wish you all the best," ucap Mila.


"Terima kasih semuanya," ucap Salma dengan senyuman bahagia.

__ADS_1


Kue ulang tahun dengan banyak potongan coklat kesukaan Salma dan bertulis kan 'Happy Birthday Salma yang ke 9'.


"Berdoa lah dan tiup lilinnya," ucap ibu.


Salma pun memejam kan matanya dan berdoa dalam hati.


"Tuhan semoga mama Ayu bisa sayang sama aku dan semoga papa selalu bahagia, amin" batin Salma lalu meniup lilin.


Acara pun terus berlanjut sampai di pembukaan kado-kado dari semua anggota keluarga. Setelah selesai, Syam mengajak ayah dan ibunya pulang ke Jakarta.


...***...


"Semoga aku bisa menjawab semua soal-soal ujian ini, amin," gerutu Salma sebelum mengerja kan soal-soal ujian.


Salma adalah salah satu murid terpandai di sekolahnya, di usianya yang beru menginjak 9 tahun Salma memiliki kepintaran yang luar biasa.


Sementara Natasya sibuk memikir kan kado buat Salma karna kemarin belum sempat memberi kado untuk Salma.


"Bagusnya kasih kado apa ya untuk kak Salma?🤔Aku ajak mama ke mal untuk cari kado buat kak Salma aja lah, pasti banyak yang bagus dan banyak pilihan juga kalau di mal," batin Natasya.

__ADS_1


Di sore hari setelah pulang bekerja, Ayu duduk di kursi ruang tamu. Merebah kan badannya di atas kursi karna lelahnya seharian bekerja di kantor dan mengecek toko distro nya.


"Hari ini cape banget, rasanya pengen berhenti kerja setelah nikah nanti. Syam kan banyak uang, tapi aku mau apa di rumah terus, kalau siang Natasya pasti sekolah. Mau apa lagi di rumah," batin Ayu.


Natasya pun menghampiri Ayu dan duduk di seberang kursi tempat Ayu rebahan.


"Mama... kita kan belum kasih kado apa-apa untuk kak Salma, gimana kalau kita cari ke mal biar banyak pilihannya? Gimana, mama setuju ga?" ucap Natasya membujuk Ayu.


"Buat apa kasih kado, dia pasti udah banyak kado dan pasti lebih dari a kadonya." ucap Ayu ketus.


"Tapi ma..." ucap Natasya terpotong oleh Ayu.


"Ga usah pakai tapi-tapian, ga usah repot-repot kasih kado buat Salma. Dia udah banyak uang, udah bisa bayarin tiket masuk ke kebun binatang semua orang. Mau apa lagi," ucap Ayu sinis.


"Kok mama gitu sih, mama jahat sama kak Salma. Jadi waktu itu alasan mama ga mau peluk kak Salma karna mama ga suka sama kak Salma?" ucap Natasya.


"Udah lah mama cape, mama mau istirahat dulu," ucap Ayu berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggal kan Natasya seorang diri di ruang tamu.


Natasya merasa kecewa dengan sikap Ayu yang seperti itu terhadap Salma.

__ADS_1


"Sebelum om Syam mau menikah sama mama aja mama baik sama kak Salma, sekarang udah mau nikah sama om Syam mama berubah sikap sama kak Salma. Apa yang harus aku lakukan ya? Apa aku kasih tau kak Salma aja ya?" batin Natasya.


__ADS_2