Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 141


__ADS_3

"Aku hanya ingin jalan-jalan dengan mama Sandra, boleh?" ucap Salma.


"Boleh, nanti sepulang dari rumah tante Ayu kita jalan-jalan ya sama El," ucap Sandra.


"Oke, nanti kita jalan-jalan ya El," ucap Salma tersenyum bahagia.


Mila pun pamit pergi dengan membawa ke 2 anaknya dan Salma, Salma sudah terbayang saat nanti berjalan-jalan dengan Sandra dan El Rumi.


"Nanti pasti seru jalan-jalan sama mama Sandra dan El Rumi," batin Salma terus tersenyum membayang kan jalan-jalannya nanti.


Rombongan pun pergi dengan mengguna kan 2 mobil, sepanjang perjalanan Salma hanya melamun memandang ke arah luar dari jendela kaca mobil.


"Sayang, tumben kamu diam aja. Biasanya kamu paling cerewet," ucap Syam.


"Ga apa-apa pa, aku hanya menunggu acara selesai terus kita pulang lagi ke rumah tante Mila," ucap Salma.


"Loh, memangnya ada apa di rumah tante Mila?" tanya Syam.


"Ga ada apa-apa, cuma nanti sore aku mau dapet hadiah special dari mama Sandra," ucap Salma.


"Memangnya kado apa yang membuat kamu ga sabar pengen cepet-cepet sore," ucap Syam semakin penasaran.


"Iiiiii papa kepo, mau tau aja deh papa," ucap Salma tersenyum.


"Jadi udah main rahasia-rahasiaan sama papa nih, oke kalau gitu papa juga bakal main rahasia sama Salma. Papa ga akan cerita apa pun sama Salma," ucap Syam pura-pura ngambek sama Salma.


"Iya iya, aku kasih tau deh. Nanti sore sepulang dari rumah tante Ayu, aku sama mama Sandra dan juga El mau pergi jalan-jalan sekalian merayakan ulang tahun ku. Gitu papa," ucap Salma menjelas kan.


"Oh gitu, jadi jalan-jalannya cuma sama mama Salma aja nih. Papa ga di ajak," ucap Syam.


"Ish papa, ini acara aku sama mama Sandra. Papa jangan ganggu," ucap Salma.


"Iya deh, yang penting kamu bahagia ya. Kalau sama tante Ayu kamu ga mau meraya kan hari ulang tahun, kemarin katanya mau merayakan ulang tahun sama Natasya. Sekarang kok beda lagi sih," ucap Syam.


"Papa.. kan masih ada hari minggu sebelum kita pulang ke Jakarta, kita masih bisa jalan-jalan sama Natasya di hari minggu," ucap Salma.

__ADS_1


"Iya, deh. Apa pun yang membuat kamu bahagia," ucap Syam.


Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah orang tua Ayu, rumah yang sederhana namun terlihat asri dan nyaman dengan halaman luas dan di penuhi dengan berbagai jenis tanaman.


Mobil pun terparkir rapih di halaman rumah orang tua Ayu, rombongan Syam turun dari mobil dan di sambut hangat olah pak Alamsyah Putra yang tak lain kakak dari Ayu.


Ayu adalah anak bungsu dari 2 bersaudara dan Alam adalah anak sulung dari pasangan bu Yayu dan pak Hartono.


"Selamat datang pada rombongan Syam yang sudah berkenan datang ke rumah kami yang sederhana ini," ucap pak Alam.


"Mari masuk," sambung Alam mempersilah kan masuk kepada para tamu yang datang.


Karna orang tua Ayu sudah sepuh jadi semua di wakil kan pada anak sulung pak Hartono yaitu Alam.


Syam dan rombongan pun masuk ke dalam rumah pak Hartono dan duduk di tempat yang sudah di sedia kan oleh pihak keluarga Ayu.


Acara pun di mulai, Ayu yang masuk ke dalam ruangan yang berisi pihak keluarga inti.


Ayu dengan memakai kebaya berwarna merah muda dengan riasan yang natural tapi masih terlihat anggun dan elegan.


Syam hanya menundukkan pandangannya, bukan tak mau melihat Ayu tapi Syam merasa canggung dengan semua keluarga Ayu karna ini pertama kalinya Syam bertemu dengan keluarga Ayu.


Setelah saling memperkenal kan diri dan anggota keluarga yang lain, akhirnya acar pun di mulai.


"Sebelumnya kami minta maaf karna tidak membawa buah tangan apa pun," ucap Doni lalu tersenyum.


"Iya ga apa-apa mas, dengan kedatangan mas dan sekeluarga kemari pun sudah lebih dari cukup untuk kami di sini," jawab ibu Yayu.


"Langsung saja ya, Bismillahirohmanirohim. Begini pak, bu dan mas. Kedatangan kami kemari adalah untuk meminta izin untuk melamar nak Ayu untuk menjadi istri dan menantu di keluarga


kami dan meminta doa restu untuk meminang nak Ayu untuk anak kami Syamudra Lesmana," ucap ayah.


"Saya mewakili ayah saya untuk berbicara dalam acara silaturahmi antar keluarga ini, semua jawaban ada pada adik saya Ayu Wandira," ucap Alam.


"Gimana Yu, lamaran dari pria tampan di hadapan mu ini. Di terima atau tidak?" tanya Alam memasti kan.

__ADS_1


"Iya mas, Ayu mau untuk menjadi menantu dan istri sekaligus ibu sambung dari Salma," ucap Ayu dengan senyum terbaiknya.


"Alhamdulillah," ucap semua orang dari ke 2 belah pihak.


Ayu dan Syam pun saling bertukar cincin yang telah di bawa oleh Syam.


"Maaf Yu, aku hanya bisa memberi mu ini," ucap Syam memberi kan satu set perhiasan yang telah di belinya saat di Jakarta.


"Ini bagus sekali Syam, aku suka. Terima kasih ya Syam," ucap Ayu tersenyum penuh arti.


"Selanjutnya, kita mau menentu kan hari pernikahan yang ingin segera di gelar," ucap Doni.


"Iya mas, kalau bulan depan bagaimana. Dari pihak keluarga Ayu setuju atau tidak?" ucap ayah.


"Memang lebih cepat lebih baik ya pak karna Ayu dan Syam juga memang pernah menikah sebelumnya jadi tidak menimbul kan fitnah dari pihak luar," ucap Alam.


"Untuk tanggal dan acaranya bagaimana mas?" tanya Doni.


"Kalau untuk tanggal kita sekeluarga sudah sepakat di tanggal 15 bulan depan, bagaimana? Jadi hanya sekitar 3 minggu ke depan lagi waktu yang tersisa untuk mempersiap kan acara pernikahan," ucap Alam.


"Dan kalau untuk acara paling kami hanya bisa semampu kami di sini, kami hanya bisa mengadakan acara kecil-kecilan dan hanya mengundang tetangga saja asal kan para tetangga tau kalau Ayu telah menikah lagi," sambung Alam.


"Kalau dari pihak kami setuju-setuju saja, kalau calon pengantin setuju dan tidak merasa keberatan dengan pesta pernikahan yang sederhana," ucap ayah.


"Gimana Syam dan Ayu, setuju atau tidak," tanya Doni.


Mila hanya mendengar kan percakapan di antara ke 2 keluarga, mencari kesepakatan untuk pernikahan Ayu dan Syam.


"Tidak ada salahnya juga, saya pun sudah pernah menikah dan merasa kan bagaimana menjadi ratu dan raja sehari, jadi saya tidak apa-apa asal kan pernikahan sah secara agama dan hukum. Terutama para tetangga tau kalau kita sudah menikah biar ga di kira kumpul kebo," ucap Syam menjelas kan.


"Ayu pun setuju, asal kan pernikahan sah secara agama dan hukum yang penting pernikahannya langgeng dan bahagia. Dulu pun pernikahan di adakan secara meriah tapi akhirnya kandas juga," ucap Ayu beralasan.


"Ya sudah jika ke 2 calon pengantin sudah setuju dengan pernikahan yang akan di adakan secara sederhana, kita semua sepakat ya. Acara pernikahan akan di gelar pada tanggal 15 bulan depan dan akan di adakan secara sederhana," ucap Alam.


"Kita akhiri acara ini, dengan makan siang bersama. Silah kan di makan, maaf hanya bisa menyaji kan makanan seadanya," ucap Alam.

__ADS_1


__ADS_2