Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Kenangan


__ADS_3

Tiba waktunya pulang, Raja dan Dion mengendarai motor masing masing.


Raja telah lebih dulu pulang, tapi tidak dengan Dion yang masih setia duduk diatas motornya yang berada diparkiran, siapakah yang ia tunggu?


saat ia masih setia menunggu, tiba tiba seseorang yang ia tunggu sedari tadi pun datang untuk mengambil motor trailnya yang tepat berada disebelah motor milik Dion.


"Bang" panggil Dion dengan cepat cepat turun dari motornya.


Bang siapa?, siapa lagi kalau bukan bang Willy, ia mencoba menanyakan kabar Lala pada abang sepupunya yaitu Willy, namun Willy tak menanggapi ucapan Dion.


"Lala gimana kabarnya?" tanyanya seraya memegang erat setir motor trail Willy.


"Ga tau" Willy terlihat malas untuk menjawabnya, apakah dia masih menyukai adik sepupunya? ataukah ia cemburu dengan adik kelas yang berada didepannya tersebut?


"Lah bang, kan elo abangnya masa ga tau sih, ayolah bang jawab, udah 1 Minggu ini Lala ga ada kabar, nomernya ga aktif, gue khawatir sama dia, gue juga kangen sama dia" Dion terus mengemis meminta agar Willy memberitahu tentang kabar Lala.


"Dibilangin gue ga tau! gue ga nyimpen nomernya, gue ga tau kabar dia gimana!"


"Bang!! yahh bang pliss lah kasih tau, gue kangen sama Lala, oh ya Lala juga harus tau tentang kabar Yara sama Jessica bang, mereka berdua sahabat Lala" jelas Dion seraya memegang lengan Willy.


"Ya entar gue kasih tau, udah minggir!! gue mau pulang"

__ADS_1


pasrah, Dion pun melepas pegangannya dan membiarkan willy pergi, namun Dion nampak sedih karena ia tak berhasil mencari tau tentang kabar sahabatnya tersebut.


Ia sangat khawatir dengan Lala karena tiba tiba saja ia lost kontak dengan lala akibat hp Lala yang tercebur kedalam kolam renang.


Dion ingin tau kabar Lala, ia ingin memastikan kalau sahabatnya tersebut baik baik saja dan tetap sehat, karena ia tak ingin kehilangan sahabatnya lagi, ia telah kehilangan sahabat masa kecilnya dulu.


Ia juga telah kehilangan Yara dan Jessica juga, dia juga tak ingin kehilangan Lala dan juga Raja.


Dion menghela nafas panjang, lalu memutuskan untuk pulang kerumah.


'semoga elo baik baik aja la, jangan tinggalin gue juga ya' batinnya dengan terus terbayang bayang kenangan saat bersama Lala.


****


Hari pertamanya sekolah sama seperti hari hari membosankan seperti dulu, tapi tidak saat masih di Jakarta, saat dijakarta hari harinya penuh warna yang slalu dihiasi bersama sahabat sahabatnya.


Sebelum pulang ke rumah, ia tiba tiba teringat dengan Leo, ia pun meminta untuk datang ke taman bermain dekat rumahnya dimana disanalah pertama kalinya Lala dan Leo dipertemukan disaat berumur 5 tahun.


Sesampainya ditaman bermain tersebut, Lala turun dari mobil dan berjalan untuk duduk di ayunan kecil tersebut.


Di sore hari, suasana taman bermain tersebut sangat sepi, tak ada siapa siapa yang tersisa hanyalah Lala bersama supir pribadinya tersebut.

__ADS_1


Ia duduk mengingat masa kecilnya bersama Leo saat bersenang senang di taman bermain yang kini mulai banyak perubahan tak lagi nampak seperti dulu.


"Leo, dulu elo yang slalu dorong ayunan gue, yang bikin gue ketawa bahagia, elo slalu duduk disebelah gue, dan elo juga yang slalu elap mulut gue waktu belepotan kalo habis makan sesuatu" gumamnya saat mengingat masa masa tersebut.


"Elo temen pertama gue disaat semuanya menjauh dari gue, elo orang pertama yang mau temenan sama gue"


Semuanya telah menjadi kenangan begitu saja, kini tak ada lagi kenangan yang bisa mereka buat, hatinya sangat merindukan kekasih sekaligus sahabatnya tersebut.


Namun ia berjanji pada diri sendiri untuk tak lagi menangisi kepergian Leo, ia ingin membuat Leo bahagia dengan melihat senyum indah milik Lala.


Ia menunjukkan rasa rindu dan kasih sayangnya lewat doa, hanya doa yang bisa ia tunjukkan sebagai rasa rindunya.


Ia sangat berharap bisa bertemu dalam mimpi, namun tuhan tak mengabulkannya, mungkin jika mereka bertemu dalam mimpi, Lala akan kembali sedih.


Asik mengingat masa lalu nya, tiba tiba ia tersenyum sendiri dengan tertawa kecil yang membuat seseorang gemas saat melihat tingkah lucu Lala.


Entah apa yang ia pikirkan hingga bisa membuatnya tersenyum sendiri bagai orang gila, hingga tiba suara khas laki laki membuatnya tersentak dari pikirannya.


"Maaf non, nyonya sedari telfon saya menanyakan nona yang daritadi belum pulang ke rumah" ucap pak Slamet sebagai supir pribadi keluarga Lala.


"Oh iya pak, ayo kita pulang" ajak Lala yang teringat kalau hari sudah mulai senja.

__ADS_1


Ia pun pulang ke rumahnya yang berjarak tak jauh dari taman bermain tersebut.


~•~


__ADS_2